Jawaban Presiden Soal Pemindahan Ibu Kota Negara

22
Car free day di kawasan di Jl. Sudirman – Thamrin, Jakarta (Gunawan Kartapranata)

Jakarta – Presiden Joko Widodo belum membicarakan rencana tentang pemindahan ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Jakarta ke tempat lain.

“Saya akan sampaikan nanti pada waktunya,” ujar Presiden Joko Widodo sewaktu ditanya mengenai rencana pemindahan Ibu Kota pada Selasa 4-7-2017 di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta.

Sedangkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil menyatakan bahwa pemindahan Ibu Kota masih dalam tahap pembahasan permulaan.

“Masih pembahasan permulaan mencari alternatif-alternatif, belum ada kota yang cocok,” ujar Sofyan di kawasan istana kepresidenan Jakarta, dilansir Antara, 4/7/2017.

Salah satu pilihan yang dibincangkan adalah Ibu Kota Kalimantan Tengah Palangkaraya.

“Kita sedang mencari pilihan tempat di samping Palangkaraya tempat yang paling pantas, yang paling bagus. Ini kan keputusan Administratif, Presiden yang memutuskan. Ini keputusan jangka panjang, sebab itu kita sedang mencari tempat,” ujar Sofyan.

Tetapi ia tidak mengatakan kota apa saja yang sudah masuk dalam rencana Pemerintah sebagai lokasi pilihan pemindahan Ibu Kota Republik Indoesia.

“Pokoknya kita cari alternatifnya ya,” lanjutnya.

Sebelumnya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengaku telah membahas rencana detail pemindahan Ibu Kota termasuk soal skema pendanaan direncanakan selesai tahun ini, sehingga pada 2018 atau 2019 sudah mulai ada kegiatan sehubungan dengan pemindahan pusat Administrasi pemerintahan.

Sejumlah aspek yang dikaji dalam pemindahan Ibu Kota misalnya penentuan lokasi, estimasi pendanaan dan tata kota.

Pemindahan Ibu Kota disebabkan karena pembangunan di pulau Jawa lebih besar dari pada di pulau lainnya di Indonesia.

Tetapi jika hasil kajian menunjukkan Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia dipindahkan ke kota lainnya, maka kantor pemerintahan saja yang dipindahkan ke sana, sedangkan Jakarta akan menjadi pusat bisnis serta keuangan.

43 KOMENTAR

    • @didoy bramantyo
      Benar bung. Pemindahan ibukota adalah gagasan Bung Karno. Presiden-presiden berikutnya kadang-kadang mengungkit gagasan itu. Namun karena kondisi saat itu mungkin belum memungkinkan untuk dilaksanakan maka hanya jadi bahan wacana saja selama bertahun-tahun. Dan baru pada masa Jokowi inilah gagasan itu akan benar-benar diwujudkan dengan Bappenas yang segera memulai kajian.
      Tentu prosesnya lama. Baru akan tuntas bertahun-tahun ke depan. Bahkan mungkin saja baru akan benar-benar selesai pada masa presiden berikutnya. Namun upaya riil Presiden Jokowi yang serius menugaskan untuk segera melakukan kajian, dan nanti dilanjutkan dengan proses berikutnya, sangat diapresiasi dan harus didukung.

  1. Kalo mmg ibukota idealnya di tengah2 Indonesia, pilihannya cuma 2 prov; Kaltim & Sulbar,,krn titik tengah antara Sabang – Merauke jatuh di Laut Sulawesi & Provinsi yang berbatasan dgn Laut Sulawesi adl Kaltim & Sulbar,,, Kaltim provinsi yg sangat kaya dgn hasil bumi yaitu minyaknya,, jd Kaltim bs mandiri utk mensejajarkan pembangunannya dgn provinsi2 terkemuka di Indonesia,, sdgkan Sulbar msh provinsi baru yg secara infrastrukturpun msh jauh tertinggal dr provinsi lain,,, kl mmg motif pemindahan ibukota utk pemerataan pembangunan,, ya lebih baik ibukota RI di Sulbar aja, Krn lebih membantu mendongkrak pembangunan Indonesia Timur (krn lbh ke Timur di banding Kalimantan) secara umum & provinsi Sulbar secara khusus…….

  2. Wacana pemindahan ibu kota negara ini memang sudah sejak jaman Presiden Soekarno dulu,, dan dari itu salah satu tempat yang aman dari gempa, Tsunami, dan bencana lain adalah pulau Borneo. Tapi untuk memindah kan ibu kota ini tak lah mudah karena memerlukan persiapan matang sematang matang nya, tidak hanya dari segi modal yg harus besar tapi juga karena sangat berpengaruh di Dunia.

  3. pulau kalimantan akan sangat cocok …. tak ada ( gempa aktif . tzunami, .gunung berapi aktif )

    wilayah sangat luas,…. memungkinkan perencanaan pengembangan kota hingga ratusan tahun, pemerataan titik central wilayah timur dan barat ,… pemerataan jumlah penduduk , dll, dll

    maaf jika ada salah kata..

  4. dari zaman pak soekarno dulu sdah di wacanakan bahwa palangka raya akan di jadikan pusat pemerintahan.yang mana pulau jawa akan dijadikan pusat bisnis dan pertanaian istilahnya lumbung padinya indonesia, sumatera akan dijadikan markas utama angkatan darat sedangkan wilayah indonesia timur akan dijadikan markas angkatan laut .sulawesi itu tak lain tempat angkatan udara bersama dengan madiun. klo saya selaku warga kalimantan setuju2 saja ibu kota dipindah kesini kan masih banyak hutan biar elit2 politik kita bisa menghirup udaa segar biar pada lancar berpikirnya dalam mensejahterakan rakyat NKRI .di kalteng Minim bencana lagi.