Jul 192016
 

Satgas gabungan Tinombala Polri dan TNI diduga kuat telah menembak mati gembong teroris Santoso dalam kontak tembak selama lima jam di Poso, Senin kemarin (18/7).

Kendati jenazah yang diduga Santoso itu secara struktur wajah mirip, tes DNA dan identifikasi melalui anggota keluarga saat ini sedang dilakukan.

Satgas gabungan Tinombala mengusung satu jenasah yang diduga gembong poso Santoso, setelah kontak senjata selama lima jam.

Satgas gabungan Tinombala mengusung satu jenasah yang diduga gembong poso Santoso, setelah kontak senjata selama lima jam.

Kontak tembak tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 di titik koordinat 20.27_6511 di Poso. Satgas Tinombala dalam baku tembak itu itu menghadapi lima orang anggota teroris Santoso cs, terdiri dari tiga orang lelaki dan dua orang perempuan. Kemungkinan besar perempuan itu salah satunya istri Santoso.

Setelah terjadi kontak senjata selama lima jam, satgas gabungan menemukan dua pria yang diduga anggota kelompok Santoso cs. Salah satunya, dari ciri-ciri wajah memang sangat mirip dengan pimpinan kelompok bersenjata Santoso atau yang memiliki nama lain Abu Wardah.

Komandan Satgas Tinombala Kombespol Leo Bona Lubis menuturkan, dugaan jenazah itu Santoso dilihat dari beberapa tanda di wajah. Salah satunya, dari tanda di wajah berupa tahi lalat yang letaknya sama dengan wajah Santoso.

Gembong Poso tewas yang diduga mirip Santoso hari ini diidentifikasi dari keterangan keluarga dan dites DNA.

Gembong Poso tewas yang diduga mirip Santoso hari ini diidentifikasi dari keterangan keluarga dan dites DNA.

Kecocokan fisik lainnya yang juga menguatkan dugaan itu adalah jenggot yang cukup tebal. ”Jenasah itu patut diduga kuat itu Santoso,” tegas Leo saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Namun begitu, Polri ingin memastikan apakah jenasah tersebut benar-benar Santoso. Maka, akan dilakukan sejumlah tes. ”Perlu tes yang ditujukan untuk mengidentifikasi kebenaran identitasnya,” terangnya.

Tes tersebut adalah tes DNA antara jenasah dengan sejumlah sample DNA milik Santoso. Dia menerangkan, kepastian bahwa jenasah itu merupakan santoso baru bisa diketahui dengan hasil tes DNA. ”Kami juga berupaya meminta keluarga Santoso untuk mengenali jenasah tersebut,” paparnya.

Kalau dari kedua tes itu menunjukkan kecocokan, maka baru bisa dipastikan bahwa Santoso memang benar-benar tewas. ”Ini merupakan upaya bersama ya,” papar Wakapolda Sulawesi Tengah tersebut.

Dua ciri-ciri fisik dari jenasah gembong Poso yang mengguatkan dikenali sebagai Santoso, yaitu posisi tahi lalat di wajah dan jenggot lebat.

Dua ciri-ciri fisik dari jenasah gembong Poso yang mengguatkan dikenali sebagai Santoso, yaitu posisi tahi lalat di wajah dan jenggot lebat.

Apa strategi yang diterapkan saat bisa menewaskan orang yang diduga Santoso? Dia menjelaskan bahwa segala daya dan upaya dikerahkan dalam 12 hari perpanjangan waktu operasi Tinombala tersebut. ”Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh personel,” paparnya.

Menurutnya, lamanya yang pengejaran Santoso mencapai bertahun-tahun itu, kendati dikerahkan ribuan personil itu hanya karena beruntung. “Kemarin beruntung saja, karena mendapat keuntungan dari sulitnya medan pengejaran,” jelasnya. (marksman/ sumber : jpnn.com dan jawapos.com)

 

Bagikan :

  24 Responses to “Jenazah Gembong “Santoso” dites DNA dan Identifikasi Anggota Keluarga”

  1.  

    Alhamdullillah ahirnya mati sangit jg..mas santoso

  2.  

    Mdh2 an benar aja si santoso yg tewas..benci jg sama orang yg senang mengacau keamanan dan bawa2 identitas keagamaan lagi..ujung2nya mlh mendiskreditkan Islam

  3.  

    MATI GOSONG MAS…..!!! SIA SIA….KASIHAN ISTRINYA DI TINGGAL DI HUTAN.

  4.  

    RiP ‘SantosO’ Semoga amal dan ibadah’u diterima disisinya.. “SEMOGA” 🙂

  5.  

    kira kira bakal ketemu bidadari gk..?

    semoga gk ada cerita bersambung seperti film transformer Revenge of the Fallen dari anaknya santoso ketika dewasa.

  6.  

    https://salafynews.com/singapura-jegal-tax-amnesty-program-jokowi.html

    singapula koe bang sate yh..

    Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, bank di Singapura tidak tinggal diam menghadapi program tax amnesty dari pemerintah Indonesia. Sadar ada potensi penarikan dana cukup besar dari pemilik modal dari negara tetangganya, perbankan negeri Singa itu menawarkan paket pembayaran pajak gratis.

  7.  

    MASIH BANYAK DEK PR UNTUK TNI &POLRI DEK OPM..YANG KESANNYA DI BIARKAN…TEROR YANG DI LUAR NEGERI BUKAN TIDAK MUNGKIN MEREMBET KE INDONESIA…MBAH YANG SUDAH TUA INI BERHARAP AGAR INDONESIA SELALU AMAN DAN TISAK PERANG DEK…MASIH BANYAK RAKYAT YANG SUSAH DEK….HMMMM (SAMBIL NGELUS EMPRIT EMBAH)

  8.  

    kalo saya lihat fotonya kok mirip “mad dog” yh lama lama http://img.duniaku.net/wp-content/uploads/2015/04/Mad-Dog-Tekken-7-2.jpg

  9.  

    mati sahid ni orang… sahid di mata pengikutnya.. ,:-D

  10.  

    Kyk juragan orkes melayu..

  11.  

    itu katanya yg nembak TNI pake SS

  12.  

    Selamat buat TNI….sisa nya jgn lupa di gazak sekalian…tuntass sampai selesai

  13.  

    oke boss no problem..

  14.  

    wah itu terlihat seperti kena ledakan.. ah yg penting ketangkep h or m..

  15.  

    Itu sudah bisa dipastikan jenazah si Bowo….upss…maksudnya Santoso. Maaf.

  16.  

    kepada yang masih buron segera menyerah tanpa syarat jika tidak ingin bernasib sama, tidak ada gunanya meneror warga sipil

  17.  

    Surga bersuka cita malaikat menari2, 7000 bidadari tersenyum menyambut si ganteng Santoso, mari naik sini bos!! Kunanti di ranjang sampai puass!!!
    Ups cuma screesaver….!!!!

  18.  

    Santoso cuma mainan polisi, mirip tikus yang udah ketangkep tapi dikasihkan anaknya buat mainan karena masyarakat udah jenuh di dorr deh, sekaligus membangkitkan kepercayaan diri TNI menjelang grebek abu sayaf

  19.  

    tewas juga nich orang.

  20.  

    Raider kostrad yg memburu dan skrg lagi bergerak memburu sisanya

    Luar biasa kerja pak tito dan panglima gatot ..2 putra terbaik

 Leave a Reply