Des 102018
 

Sistem rudal pertahanan udara S-400 buatan Rusia © Alexei Malgavko via Sputnik

JakartaGreater.com – Menurut Letnan Jenderal Kenneth McKenzie, aktifnya S-400 di Suriah dapat mengancam militer AS dan pasukan koalisi pimpinan AS, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet pada hari Rabu.

Jenderal Kenneth McKenzie, yang baru-baru ini ditunjuk sebagai komandan Komando Pusat (CENTCOM), mengatakan: “S-400, sekali terpicu, akan meningkatkan ancaman terhadap pasukan kita dan musuh. Pasukan kita terbang di Suriah. Kita masih bekerja dengan Rusia tentang bagaimana hal itu akan dilakukan”.

Rusia telah menggelar kompleks rudal mobile S-400 di bandara Khmeimim di Suriah tetapi belum mengaktifkan pertahanan. S-400 adalah sistem pertahanan mobile yang dapat membawa tiga jenis rudal berbeda, itu mampu menghancurkan beberapa target udara dalam jarak pendek dan panjang, dari pesawat pengintai hingga rudal balistik.

Selain itu, Jenderal McKenzie juga menekankan bahwa saat ini Washington tidak akan berusaha memprovokasi pasukan Rusia di wilayah tersebut ketika melakukan operasi kontra-terorisme.

“Jelas itu bukan tujuan atas kehadiran kami di Suriah”, kata McKenzie saat menjawab pertanyaan Senat AS tentang apakah tujuan kehadiran militer AS di Suriah adalah untuk melawan kehadiran Rusia di sana atau tidak.

Anehnya, sementara pihak AS sendiri merasa prihatin atas keberadaan S-400 di Suriah, Kolonel Viktor Murakhovski, anggota Dewan Industri Pertahanan Rusia, mengatakan bahwa meskipun S-400 dinilai sebagai sistem pertahanan udara, tetapi untuk melawan Tomahawk atau pesawat siluman AS, peluang S-400 hampir tidak ada.

Kapal perusak USS Laboon (DDG 58) meluncurkan rudal jelajah Tomahawk. © US Navy via Wikimedia Commons

Menurut sang Kolonel, sistem pertahanan udara S-400 yang dikerahkan di Pangkalan Angkatan Udara Hmeimim, di Suriah, dari sudut pandang teknis murni, tidak mungkin menembak jatuh rudal Tomahawk AS. Viktor Murakhovski menjelaskan bahwa untuk sistem pertahanan udara ada konsep yang disebut “skyline radio”.

Ya, jangkauan target maksimum S-400 adalah 400km. Tetapi penting untuk memahami bahwa ini adalah jarak dari rudal ke target udara pada ketinggian sedang dan ketinggian tinggi. S-400 tidak akan melihat rudal terbang pada ketinggian hanya 30 – 50 meter dari jarak seperti itu (400 km), itu karena permukaan bumi yang melengkung.

Singkatnya, rudal jelajah Tomahawk AS terbang diluar batas jangkauan radar S-400. Dan pernyataan Kolonel Murakhovski ini menjelaskan bahwa kompleks anti-pesawat, bahkan yang paling modern sekalipun, tidak akan berdaya ketika dihadapkan dengan pesawat dan rudal yang terbang rendah.

Untuk melakukan serangan, pesawat tempur modern bahkan tidak perlu untuk terbang melintasi daerah dekat dengan target. Itu membuat serangan udara oleh rudal udara-ke- darat praktis tidak mungkin ditangkal.

Ini bukan untuk mengatakan bahwa, dalam kasus Amerika Serikat dan Inggris secara bersamaan meluncurkan puluhan atau bahkan ratusan rudal Tomahawk kepada target militer Suriah, hampir pasti bahwa seluruh sistem pertahanan udara yang ditempatkan di Suriah akan berdiri tanpa pengawasan.

jakartagreater.com

  12 Responses to “Jenderal AS: Aktifnya S-400 Ancaman Bagi AS dan Koalisi”

  1.  

    Dan ketika pengawasan itu lemah, hampir dipastikan akan masuk agen agen dr madura untuk memburu barang kiloan yang akan disetor ke Haji Sukri

  2.  

    Ya, itulah yg dilupakan Russian Fanboys ketika debat. Bahwa radar S-400 seberapapun jauhnya, radar S-400 takkan menjangkau obyek yg terbang rendah karena Bumi itu bulat. Itu juga udah dipertegas oleh orang Rusia sendiri. Jadi, walaupun ampuh tetap saja ada celah disana.

    Tapi kalo buat Russian fanboys yg percaya flat earth sih mau dijelasin kayak gimana ya tetap aja bebal. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

  3.  

    Pak viktor berkata :
    “Ya, jangkauan target maksimum S-400 adalah 400km. Tetapi penting untuk memahami bahwa ini adalah jarak dari rudal ke target udara pada ketinggian sedang dan ketinggian tinggi. S-400 tidak akan melihat rudal terbang pada ketinggian hanya 30 – 50 meter dari jarak seperti itu (400 km), itu karena permukaan bumi yang melengkung.”

    Klo pespur terbang rendah berarti kgk bakalan bisa ke deteksi ya pak 🙄
    kecuali jika ada AEW khusus dengan jalur komunikasi seperti link-16 yg bisa share informasi dan data 🙄

    Tapi klo rusiyah belum mengembangkan jalur datanya berarti masih ada kesempatan buat nyelonong 😆

  4.  

    mereka ga tshu kl sang jendral cuma merendah sj.
    cb sj kl mau di test f22 nyelonong terbang rendah
    kl mau nyonain mainan dr rusia