Apr 132019
 

Su-35 seri prototipe pertama (foto : Twitter Kuryer)

JakartaGreater.com – Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam pidatonya di Senat AS tentang Anggaran Luar Negeri menegaskan bahwa AS akan memberi sanksi kepada Mesir jika melakukan pembelian persenjatan Rusia, khususnya pesawat tempur Su-35. Media Sputnik meminta pendapat para jenderal Mesir tentang hal itu.

Ketua Komite Pertahanan Parlemen Mesir, Jenderal Kemal Amir mengatakan kepada Sputnik,”Mesir dapat secara independen membuat keputusan pembelian dan menerapkan kebijakan luar negeri berdasarkan kepentingannya sendiri. Mesir memiliki kerja sama strategis dengan AS. Tetapi keputusan Kairo harus bermanfaat bagi Mesir, dan tidak merugikan pihak lain. ”

“Mesir tidak memiliki batasan untuk membeli senjata Rusia. Kami melakukan kebijakan diversifikasi pembelian senjata. Beberapa dekade yang lalu, Uni Soviet adalah pemasok utama kami. Tentara kita saat ini memiliki banyak senjata Rusia dan tidak ada yang menghalangi kita untuk membelinya. Mesir tidak ada hubungannya dengan perselisihan antara Rusia dan AS. (AS dan Rusia) memiliki hak untuk menjalin hubungan bisnis dengan masing-masing negara, ”kata pakar militer Mesir, Jenderal Jamal Mathlum.

Dia mengatakan bahwa kerja sama strategis antara Mesir dan Rusia telah ada selama beberapa dekade.

AS berjanji untuk menjatuhkan sanksi kepada Mesir atas pembelian pesawat tempur Su-35 Rusia.

Menurut Jenderal Jamal Mathlum, sanksi dari AS tidak mempengaruhinya dan Kairo memiliki hak atas kebijakannya sendiri, yang tidak dapat dibatasi oleh negara lain.

Seorang ahli dari Asosiasi Politisi Militer, Professor dari Departemen Ilmu Politik dan Sosiologi Universitas Ekonomi Plechanov Rusia, Oleg Glazunov percaya bahwa ini hanyalah perang dagang.

“Industri militer Amerika bersaing di pasar Rusia. Senjata Rusia seringkali lebih menarik bagi pelanggan dengan harga dan karakteristiknya. Semua orang tahu itu, jadi AS mendorong pembeli potensial untuk membeli senjata Amerika yang buruk, bukan kepada Rusia. Sanksi tidak pernah berkontribusi pada hal yang baik. Terutama di Timur. Kebijakan Amerika tidak tepat di wilayah ini. Orang Amerika tidak memiliki hak untuk melarang sesuatu kepada para pemimpin timur, mengancam mereka. Mereka mendorong Turki untuk tidak membeli S-400, tetapi masih membeli. Kita perlu berperilaku berbeda di Timur.”

Menurut Glazunov, saat Mesir tetap pada pendiriannya, tidak ada yang dapat dilakukan dan semuanya tergantung pada Presiden Mesir jika dia bisa menolak paksaan, sebagaimana Presiden Turki Erdogan bisa melakukannya.

Menurut Glazunov andai Amerika mengubah kebijakannya dan mau memberikan transfer teknologi, dukungan dan keuangan, tanpa perlu memaksa, maka Turki atau Mesir pasti akan membatalkan pembelian senjata dari Rusia.
Sputnik

 Posted by on April 13, 2019

  3 Responses to “Jenderal Mesir: Pembelian Su-35 Demi Kepentingan Mesir”

  1.  

    bkn apa2 saya sebagai penggemar dirgantara jadi senewen yg td nya mau datang SU 35 kita jadi molor2 .. , mending kalo F 16V , cepet datang atau F 35 , atau SU 57 , atau F 22 Raptor

  2.  

    Udah ga usah peduli catsaa