Mar 042018
 

Pesawat pencegat supersonik MiG-31 Angkatan Udara Rusia. © Dmitriy Pichugin via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Dalam sebuah wawancara dengan TASS pada tanggal 1 Maret, Kepala Staf Angkatan Udara Rusia, Jenderal Sergei Surovikin telah mengungkapkan rahasia tentang kompleks rudal hipersonik Kh-47M2 yang baru.

Menurut Sergei Surovikin, Kh-47M2 Kinzhal baru Rusia telah dikembangkan berbasis pencegat supersonik Mikoyan MiG-31 yang telah diupgrade. Sistem rudal baru yang dirancang untuk menyerang target pada jarak lebih dari 2.000 km ini memungkinkan pesawat tempur tetap berada pada jarak yang aman.

“Pesawat berkecepatan tinggi memungkinkan pengiriman rudal dengan karakteristik unik ke area pelepasannya dalam hitungan menit”, kata Surovikin.

Surovikin pun menambahkan bahwa unit propulsi utama yang terpasang pada rudal aero-balistik mempercepat hulu ledak menuju kecepatan hipersonik dalam hitungan detik. Manuver rudal dengan kecepatan yang melebihi kecepatan suara beberapa kali memungkinkannya untuk secara andal menerobos semua sistem pertahanan udara serta pertahanan anti-balistik yang ada atau sedang dikembangkan oleh lawan.

Panjang rudal Kh-47M2 Kinzhal kira-kira tiga meter, secara eksternal hal ini dibedakan dengan asupan udara dari mesin jet udara ramjet yang diproyeksikan di bagian bawah (konfigurasinya serupa rudal Kh-101 terbaru). Kecepatan rudal terbaru mencapai 10 mach. Salah satu pembawa senjata baru ini termasuk jet tempur generasi kelima Su-57.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam Pidato Kenegaraan kepada Majelis Federal pada hari Kamis bahwa rudal Kh-47M2 Kinzhal itu mulai menjalankan misi tempur dan pengujian di lapangan udara di Distrik Militer Selatan.

Selama penerbangan, rudal KH-47M2 Kinzhal benar-benar tertutup oleh awan plasma, awan tersebut mampu menyerap pancaran frekuensi radio yang membuat rudal tidak terlihat oleh radar lawan.

Bagikan: