Jenderal Votel Galau, Sekutu AS Tertarik Alutsista Rusia-China

Sistem rudal S-400 Rusia. © Aleksey Toritsyn Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Negara-negara sekutu Amerika Serikat, saat ini semakin tertarik untuk membeli persenjataan murah dari China dan Rusia, kata seorang pejabat tinggi AS pada hari Selasa, seperti dilansir dari Daily Sabah.

Menurut keterangan Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM) Jenderal Joseph Votel, AS dapat kehilangan pengaruhnya di dunia karena “beberapa mitra [AS] mencari sumber alternatif peralatan militernya dari para pesaing dekat seperti Rusia dan China”.

Jenderal Votel mengatakan lebih lanjut bahwa seluruh negara sekutu sekarang ini mau memenuhi kebutuhan persenjataan mereka dari tempat lain karena atas pertimbangan politik, biaya serta kecepatan pengiriman.

“Ketika mitra kita pergi ke tempat lain, ini akan mengurangi interoperabilitas kita dan bahkan menantang kemampuan kita untuk bisa menggabungkan kontribusi mereka ke dalam usaha teater”, jelas Votel.

Komandan CENTCOM menekankan bahwa angkatan bersenjata AS kini telah semakin bergantung kepada “interoperabilitas” saat menjalankan suatu operasi militer dengan sekutunya, sehingga memberi senjata dan pelatihan kepada merekka sangat penting dalam menjaga kerjasama.

Jet tempur multirole Sukhoi Su-35. © Russian MoD via Wikimedia Commons

Pada bulan Desember yang lalu, salah satu sekutu NATO AS, yaitu Turki secara resmi telah menandatangani sebuah perjanjian senilai $ 2,5 miliar untuk sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia, menjadikan Turki sebagai negara anggota NATO pertama yang melakukannya.

Irak pun berusaha untuk mendapatkan sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumph untuk mempertahankan wilayahnya dari serangan udara. Sebelumnya, bulan Oktober 2012, Moskow dan Baghdad telah meneken kontrak pasokan 48 sistem pertahanan udara Pantsir-S dan 36 helikopter tempur Mi-28 senilai $ 4,2 miliar.

Qatar termasuk salah satu sekutu AS yang semakin intens membahas tentang pasokan sistem rudal S-400 untuk negaranya. Dan pembahasan itu termasuk untuk memasok jet tempur multiperan Su-35 untuk Angkatan Udara Qatar, padahal sebelumnya Qatar telah memesan sebanyak 36 unit jet tempur F-15QA tercanggih didunia.

Qatar juga dikabarkan telah membeli sistem rudal SY-400 buatan China.

Sebuah negara lagi yang saat ini ikut membahas tentang sistem rudal S-400 tersebut dengan Rusia adalah Arab Saudi. Arab Saudi juga telah meneken kontrak pengadaan pesawat terbang tanpa awak berkemampuan tempur dari China.

Tinggalkan komentar