Mar 022018
 

Jenderal Joseph L. Votel, Komandan Pasukan Khusus AS © Lance Cpl. Alex Quiles via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Dalam pernyataannya kepada Komite Armed Services House AS, Jenderal Joseph L. Votel menguraikan perihal tantangan utama atas militer AS di Timur Tengah, seperti dilansir dari laman Sputnik News.

Dalam sebuah pernyataan yang bertema “Terorisme dan Iran: Tantangan Pertahanan di Timur Tengah“, oleh Jenderal Joseph L. Votel, tidak hanya membahas tentang Iran, tetapi juga dampak Rusia terhadap operasi militer AS.

Secara khusus, Jenderal AS tersebut mengklaim bahwa meningkatnya sejumlah sistem rudal permukaan-ke-udara Rusia di wilayah Timur Tengah mengancam “kemampuan mereka untuk mendominasi wilayah udara”.

Menurutnya, Rusia diduga menggunakan konflik di Suriah untuk menguji senjata dan taktik militer baru dengan sedikit memperhatikan dampak kerusakan atau korban sipil.

Jenderal tersebut tidak menyebutkan kontribusi Rusia dalam mengalahkan Daesh yang dilarang oleh Rusia serta upaya diplomatiknya yang telah menghasilkan dialog antara berbagai kelompok yang berperang di Suriah.

Votel mencap peran Rusia hanyalah sebagai “penyulut api dan pemadam kebakaran”, mengklaim bahwa pihak Rusia telah “memicu konflik” antara Damaskus, YPG dan Turki, sementara juga berusaha untuk menjadi mediator dalam perundingan mereka.

Namun, Jenderal AS tersebut tidak menjelaskan apa motif Rusia melakukannya.

Votel mencatat pengaruh signifikan Rusia terhadap negara-negara di Asia Tengah, yang dapat membatasi kemampuan militer AS di Afghanistan, karena operasinya bergantung pada dukungan logistik dari negara-negara tersebut.

Bagikan: