Okt 052019
 

Pesawat tempur F-2 Jepang dengan rudal anti kapal ASM-3 (foto : ATLA)

Badan Pembelian, Teknologi, dan Logistik Jepang, yang berada di bawah Kementerian Pertahanan Jepang, baru-baru ini mengungkapkan beberapa rincian tentang program pengembangan utama yang akan berlanjut di tahun-tahun mendatang, lansir Defense24.

Dari laporan Jane tentang rencana Agensi Jepang tersebut, yang telah menerima dana untuk tahun finansial 2020. Di antara program-program di bawah pengawasan lembaga adalah proyek penelitian enam tahun yang bertujuan mengembangkan teknologi sonar berfrekuensi rendah/tinggi dengan bukaan sintetis, yang dirancang untuk mendeteksi ranjau. Dua tahun lalu, Jepang menjalin kerja sama dengan Perancis di bawah program ini.

Proyek lain yang dibiayai oleh Agensi adalah program pembangunan radar multi-fungsi yang digunakan dalam unit perlindungan pantai. Agensi berniat mengembangkan radar sendiri yang mampu mendeteksi objek dengan pantulan radar yang rendah, yang akan mampu menghemat biaya produksi dan pengoperasian sebanyak mungkin.

Program terakhir yang dibahas adalah proyek untuk meningkatkan jangkauan rudal anti kapal ASM-3, senjata supersonik udara-ke-permukaan pertama yang dikembangkan di Jepang. Diperkirakan bahwa program ini akan selesai pada tahun keuangan 2025, dan sebagai hasilnya, jangkauan rudal yang sebelumnya 200 km akan ditingkatkan menjadi lebih dari 400 km. Rudal ASM-3 akan melengkapi persenjataan pesawat tempur multi-misi F-2 Jepang.

Bagikan:
 Posted by on Oktober 5, 2019