Sep 022019
 

File:F-35B after vertical landing, From Wikimedia Commons, the free media repository.

Tokyo, Jakartagreater.com   – Jepang bisa jadi akan membuat rekor dengan membelanjakan 5,32 triliun yen (sekitar $ 50 miliar) untuk pertahanan negara pada tahun 2020, di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara-negara tetangganya di Asia-Pasifik, jika permintaan anggaran Kementerian Pertahanan yang telah dipublikasikan di situs webnya, disetujui, dirilis Sputniknews.com pada Sabtu 31-8-2019.

Anggaran baru akan mendanai pembelian Jet tempur, termasuk pesawat F35-B, upgrade untuk dua kapal perusak agar bisa melayani sebagai kapal induk untuk F-35Bs dan pengembangan jet tempur generasi Jepang berikutnya.

Anggaran ini juga bertujuan untuk mengatasi kemampuan pertahanan Jepang yang berkembang dalam ruang dan kegiatan yang terkait dengan dunia maya. Selain itu, Kementerian Pertahanan Jepang bermaksud untuk berinvestasi $ 38 juta dalam penelitian kemampuan gelombang elektromagnetik untuk mengganggu sistem komunikasi musuh.

Peningkatan anggaran baru menandai tahun kedelapan berturut-turut bahwa Jepang telah memperluas pengeluaran militernya. Sejak Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menjabat pada tahun 2012, Tokyo telah meningkatkan kemampuan militernya dan meningkatkan kerja sama militer dengan Amerika Serikat.

Pada hari Jumat 30-8-2019, Kementerian Pertahanan Jepang meminta kenaikan 1,2 persen pada anggarannya, dari $ 47 miliar tahun lalu, untuk tahun fiskal 2020, yang berlangsung dari April 2020 hingga Maret 2021.

Pada pertengahan Agustus 2019, Menteri Pertahanan Jepang Takeshi Iwaya berjanji untuk meningkatkan upaya pengawasan di wilayah tersebut karena kemungkinan Korea Utara akan meluncurkan lebih banyak Rudal.

  5 Responses to “Jepang Bangkit dan Perkuat Otot Militernya”

  1.  

    Utk saat ini jepang memiliki aturan yg melarang kepemilikan senjata yg sifatnya ofensif spt kapal induk ataupun rudal jelajah yg bs dipakai utk menyerang negara lain.sementara itu kapal AL jepang Izumo class tdk memiliki skyjump ataupun catapult yg berarti hanya pesawat F35b dan V22 osprey yg bs terbang dan mendarat dlm jumlah yg terbatas.

    •  

      Wah, ente ketinggalan berita. Jepang sudah mempersiapkan untuk memungkinkan militer mereka untuk ikut melindungi negara sekutu. Artinya sudah tidak murni pasifis lagi. Buktinya Jepang dah punya rudal jelajah Supersonik ASM-3, dengan jangkauan 400 km dan kecepatannya sampai Mach 3 jelas akan sangat berbahaya kalo tuh rudal dipasang di pespur F-2 Jepang. Apalagi kalo nanti dipasang di F-35 B Jepang yg ditaruh di IJS Izumo dan Kaga. Jelas itu bukan lawan enteng untuk armada kapal Rusia dan China.

      •  

        Justru bukan lawan yg sepadan buat China apalagi Rusia mbah. Malah jauh tertinggal si nippon ini.
        Kalo China sdh kerahkan rudal Dongfeng nya bakal tamat riwayat si Izumo cs itu. Kecuali Ozawa aja yg bisa tahan….xicixicixicixi.
        Apalagi mau lawan Rusia mbah… diberi Kinzhal atau dihadiahi Zircon aja bisa pada melepuh semua itu Izumo Cs…..xicixicixi

        Yg diwaspadai jepang itu Korut bung, krn beberapa kali uji rudalnya mengarah ke laut jepang.

  2.  

    Rudal asm 3 bukan rudal jelajah melainkan rudal anti kapal yg jarak tempuhnya hanya ratusan meter .sementara itu kapal AL jepang izumo tdk memiliki fasilitas sky jump ataupun catapult yg hanya membuat pesawat SVTOL/VTOL yg bs digunakan dikapal izumo sementara pesawat peringatan dini spt E 2C hawkeye dan pesawat utk perang elektronik spt E/A 18 growler sdh pasti tdk dpt digunakan dikapal Izumo ataupun jg kaga.

  3.  

    Perkembangan senjata dijepang sdh pasti diawasi dgn ketat oleh amerika dan jg rakyat jepang yg belajar banyak dr pengalaman pahit yg mereka dpt pd perang dunia ke2. tdk spt china dan rusia yg memiliki kebebasan utk mengembangkan senjata yg dpt dipakai utk menyerang negara lain.