Jepang Ingin Ekspor Destroyer ke Indonesia

JakartaGreater – Jepang berencana untuk mengekspor kapal destroyer Pasukan Bela Diri Maritim (Maritime Self-Defense Force) ke Indonesia, ungkap The Yomiuri Shimbun, setelah mempelajarinya dari sumber terkait pemerintah kedua negara.

Jika terwujud, baru kali ini Jepang mengekspor kapal destroyer dan diharapkan bisa menjadi ekspor Alutsista Jepang terbesar. Langkah ini juga kemungkinan akan memajukan pengembangan visi “Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka” Jepang, dirilis The Japan News, 4-10-2020.

Menurut sumber tersebut, kapal destroyer yang mungkin akan diekspor ke Indonesia termasuk 30FFM (fregat -red), yang direncanakan Jepang akan mulai beroperasi pada 2022. Kapal destroyer tersebut dapat melakukan berbagai fungsi seperti penghalauan ranjau menggunakan pesawat tak berawak.

Indonesia telah memberi tahu Jepang bahwa mereka ingin mengimpor 4 kapal dan membangun 4 kapal lagi di Indonesia melalui transfer teknologi. Proyek ini diharapkan bernilai sekitar ¥ 300 miliar.

Pemerintah Indonesia sedang berupaya memperkuat kekuatan angkatan lautnya dengan mewaspadai kapal-kapal China yang berlayar di zona ekonomi eksklusif (ZEE) di dekat Kepulauan Natuna di Laut China Selatan. Pemerintah Jepang percaya bahwa ekspor kapal perusak akan menjadi peringatan bagi China dan membawa stabilitas perairan di sekitarnya.

Perdana Menteri Yoshihide Suga mengunjungi Indonesia pada akhir Oktober 2020 dan setuju dengan Presiden Indonesia Joko Widodo untuk melanjutkan pembicaraan tentang perjanjian bilateral tentang Alutsista dan transfer teknologi untuk memungkinkan Jepang mengekspor alutsista.

Pejabat senior MSDF telah mengunjungi Indonesia pada akhir September 2020 bersama pejabat dari Mitsubishi Heavy Industries Ltd., produsen utama kapal perusak 30FFM. Pada hari Senin 9-11-2020, para menteri pertahanan kedua negara menggelar konferensi video.

Jepang memiliki “tiga prinsip transfer Alutsista dan teknologi” di mana ekspor Alutsista dibatasi pada yang berkontribusi pada perdamaian atau keamanan nasional. Atas dasar itu, pemerintah akan melakukan pembicaraan dengan Indonesia terkait ekspor kapal perusak/ destroyer.

Indonesia juga telah menerima proposal dari perusahaan galangan kapal Italia dan telah menyatakan niatnya untuk memutuskan kontraktor setelah mempertimbangkan harga dan partisipasi perusahaan dalam negeri.

Pada bulan Agustus 2020, pemerintah Jepang mengizinkan ekspor radar pertahanan udaranya ke Filipina, ekspor pertama peralatan pertahanannya. Itu juga mengusulkan ekspor ke Vietnam, Malaysia dan India, percaya perluasan saluran penjualan penting untuk menjaga industri pertahanan dalam negeri.

TERPOPULER

Satu pemikiran pada “Jepang Ingin Ekspor Destroyer ke Indonesia”

  1. Kapan nih JG mau wawancarai narsum yg mengangkat kemungkinan2 yg bisa saja terjadi pasca Biden menang pilpres AS terkait pengadaan alutsista utamanya pespur utk TNI?
    Aku penasaran soalnya meskipun caatsa dibuat diera Trump namun ada jg catatan yg menunjukan bahwa saat AS dipimpin republican lebih menguntungkan buat TNI kita. Contohnya F16 pertama dateng saat AS dipimpin Reagen yg republican, sementara embargo justru jatuh saat AS dipimpin Clinton yg seorang demokrat.
    Rasanya yg beginian menarik kalau diulas seorang pakar.
    Ditunggu ya JG!

Tinggalkan komentar