Jepang Ingin Investasi Kapal Cepat Untuk Jaga Laut RI

22
4

japan_coast_guard_pl51_hida_2

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Japan Bank of International Corporation (JBIC), menawarkan investasi kapal cepat untuk menjaga keamanan laut.

“Mereka punya kapal cepat dan mereka menawarkan untuk kerja sama. Mungkin kalau kita mau beli kapalnya. Tapi baru menawarkan saja,” ujar Luhut di Kemenko Kemaritiman, Jakarta.

Dalam pertemuan dengan CEO JBIC Tadashi Maeda di kantornya, ada banyak hal yang didiskusikan, termasuk keinginan Jepang untuk lebih banyak berinvestasi di Tanah Air.

Beberapa proyek yang dibahas selain kerja sama kapal penjaga laut, diantaranya adalah Pelabuhan Patimban (Subang, Jawa Barat), kereta berkecepatan sedang rute Jakarta-Surabaya.

“Tadi bicara soal Patimban, juga bicara soal kereta cepat Jakarta-Surabaya, kemudian soal kerja sama kapal cepat untuk coast guard,” ujarnya.

Kendati membahas sejumlah proyek strategis, Luhut mengaku belum ada arah pembicaraan mengenai pendanaan proyek-proyek tersebut.

Japan Missile Boat
Japan Missile Boat

Tadashi Maeda menuturkan, Indonesia menjadi pelanggan utama investasi Jepang sejak lama. Dalam lima tahun terakhir, rekam jejak pembiayaan Jepang ke Indonesia dua kali lipat pinjaman Bank Pembangunan Asia dan setara pinjaman Bank Dunia.

Ada banyak proyek garapan Jepang di Indonesia saat ini, termasuk, pengadaan barang untuk PLN hingga proyek gas alam cair (LNG) dan pembangkit listrik.

Ada pun terkait proyek kereta berkecepatan sedang Jakarta-Surabaya yang ditawarkan kepada Jepang, Maeda menyebutkan masih ikut melihat perkembangan studi kelayakan yang dilakukan Indonesia.

Tadashi Maeda tak menampik jika pihaknya bisa ikut ambil bagian dalam proyek kereta berkecepatan 160 km/jam hingga 200 km/jam itu.

“Jepang punya banyak badan seperti JICA atau institusi lain yang berada di bawah kementerian transportasi. Kalau institusi itu tertarik, ya mungkin saja. Tapi kami memang tidak mendapat permintaan khusus terkait pendanaan,” ujar Tadashi Maeda.

Antara

22 COMMENTS

  1. JBIC kebiasaan..kalau kalau kasih pinjam modal harus beli/pake produknya..kasih pinjam aja modalnya biar pembuatan kapal cepatnya dibuat di galangan kapal dalam negeri..yg dikhawatirkan pejabat yg bermental broker..mottonya kalau semua bisa di impor kenapa harus dibuat/produksi dalam negeri..

  2. Kebanyakn penawaran tp percuma ga akan di gubris sm pemerintah kita, kendalanya sana, itu2 tok yg dibilang, bosen…negara kaya tp pemerintahnya blm melek alutsista gahar, canggih, besar2 dan modern, sukanya yg cilik2, vietnam beli kilo, kita beli changbogo, china beli su 35, kita hanya bs beli susu s26, singapore beli f35, kita beli tucano, australi beli f35, kita beli t50i golden eagle, ya mana kuat laahhh, alutsista kita paling terbelakang di asia….

  3. Siapa bilang tidak mengguntungkan ? Ada banyak proyek garapan Jepang di Indonesia saat ini, termasuk, pengadaan barang untuk PLN hingga proyek gas. Ini sudah ada sejak th 1990an baru dinikmati masyarakat th 2004. Salah satu conto kecil Pembangkit listrik di wilaya sumatra III.
    Pembangkit tenaga listrik tsb berada di bawah gunung (dalam perut bumi) dan induk air. . Jujur saya orang awam kemungkinan seperti ada sesuatu bukan hanya untuk pln. Dan gas.

  4. Industri perkapalan dan kereta api kita sebenarnya tidak jelek juga, malah PT. Inka pernah mengekspor ke malesia.
    Tapi kalo jepang bisa menambah teknologi industri kita okelah. Tapi kalo jepang sekedar promosi buat jual barang mending gak usah lah.

  5. klo pendapat pribadi sih kuranag setuju ni jepang mau ikutan “kue rejeki” poros maritim indonesia, karena di kwatirkan industri dalam negeri yg sedang bangkit dalam hal perkapalan akan terancam dengan rencana investasi nya jepang… kita sudah tahu dari dulu PT, ASTRA, HONDA indonesia masih belum mampu membuat mesin mobil sendiri..karena pihak jepang sendiri ogah dan pelit dalam ilmu teknologi. perlu di catat 90% mobil yg berada di indonesia adalah buatan jepang,indonesia hanya mampu merakit. apa yg di dapat dari jepang?? indonesia hanya menjadi pemakai dari produk jepang, tanpa mampu membuat sendiri secara utuh dari nol. jadi sekali lagi perlu di proteksi industri perkapalan dalam negeri.kecuali jepang memberikan TOT full dalam industri perkapalan nya.

LEAVE A REPLY