Jepang Ingin Percepat Project ‘Pesawat Tempur Masa Depan’

Pesawat tempur F-2 Jepang (foto : Lochkeed Martin)

Jakartagreater.com – Pejabat pertahanan Jepang akan mempercepat diskusi dengan sekutu tentang pengembangan “pesawat tempur masa depan” baru, menggarisbawahi keprihatinannya tentang tantangan Cina terhadap klaim teritorialnya pada rantai pulau-pulau terpencil, lansir South China Morning Post.

Pesawat tempur generasi baru ini nantinya akan menggantikan pesawat tempur F-2, yang dibangun oleh Mitsubishi Heavy Industries dan Lockheed Martin. Jet tempur ini menggunakan basis desain pada F-16 Fighting Falcon yang digunakan oleh militer AS. 98 unit Jet tempur F-2 terakhir akan dihentikan operasionalnya sekitar tahun 2035.

Jepang juga telah berkomitmen untuk membeli 147 pesawat siluman F-35 Lightning, tetapi menegaskan pengembangan pesawat tempur terbarunya harus dipimpin oleh perusahaan-perusahaan domestik dengan dukungan dari pabrikan asing, kemungkinan dari AS atau Inggris.

Pejabat pertahanan ingin prototipe sudah tersedia untuk dilakukan pengujian segera setelah tahun 2024 dan dilakukan produksi massal pada 2031, lapor media NHK.

Daftar persyaratan yang akan diselesaikan bulan ini, diharapkan mencakup kemampuan siluman canggih. Pabrikan dalam negeri akan diumumkan tahun ini sesuai dengan jadwal baru, dengan mitra internasional dipilih dalam 12 bulan ke depan, lapor NHK.

Menurut Garren Mulloy, profesor hubungan internasional di Universitas Daito Bunka, pesawat tempur baru akan melengkapi F-35, yang dipilih karena alasan politik tetapi pada akhirnya tidak memenuhi kebutuhan Angkatan Udara Bela Diri Jepang (ASDF).

“Pada Oktober 2011, pemerintah menerbitkan penjelasan panjang dan terperinci tentang mengapa mereka memilih F-35 daripada Typhoon, Rafael atau Super Hornet, yang semuanya sudah beroperasi, sedangkan F-35 masih dalam tahap awal. pengujian, ”katanya.

“Salah satu alasan utama di balik keputusan itu adalah mereka pikir itu akan membantu untuk mengembangkan sektor penerbangan Jepang tetapi F-35 bukanlah pesawat yang diinginkan ASDF. ASDF menginginkan pesawat jarak jauh bermesin ganda yang secara khusus mampu beroperasi di atas laut. ”

Kekhawatiran Jepang fokus pada ruang udara di sekitar wilayah terpencil, terutama pulau-pulau terpencil di Prefektur Okinawa yang diklaim oleh Cina dan dikenal sebagai kepulauan Diaoyutai. Jepang saat ini mengendalikan pulau-pulau dan menyebutnya sebagai Senkaku.

“Jepang menginginkan pesawat tempur yang akan membantunya melindungi pulau-pulau ini dan mereka membutuhkan pesawat multi-peran dan multi-kemampuan,” kata Mulloy.

Persyaratan khusus ini mendukung desakan agar perusahaan domestik memimpin dalam desain dan pengembangan pesawat. Namun, Jepang juga ingin mengembangkan industri pertahanannya dan berharap menemukan pasar ekspor.

Elemen inti dari pesawat – termasuk mesin dan badan pesawat – akan dibangun oleh perusahaan Jepang, dengan perusahaan asing nantinya akan menyokong teknologi stealth canggih dan kemampuan peperangan elektroniknya.

Kontrak untuk mengembangkan “pesawat tempur masa depan” diperkirakan mencapai US$ 40 miliar, dengan setiap satu jet bisa menelan biaya US$ 185 juta.

Satu pemikiran pada “Jepang Ingin Percepat Project ‘Pesawat Tempur Masa Depan’”

  1. negara yang alokasi dana pendidikan dan penelitian tertinggi akan selalu yang terdepang jang.
    ciri negara maju ialah mampu memaksimalkan segala sesuatu nya jadi optimal dan efisien.
    walau tanpa sumberdaya pun mampu menjadi negara kaya raya.

Tinggalkan komentar

Most Popular

Komentar