Feb 272017
 

Next Generation Patrol Craft for MMEA with UAV launcher (photos : Malaysian Defence)

Kuching – Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) sedang membangun enam kapal besar dalam upaya untuk meningkatkan pengawasan keamanan maritim dan pengawasan perairan negara.

Direktur Jenderal MMEA Datuk Seri Ahmad Puzi Ab Kahar mengatakan dua kapal akan dikerahkan di perairan Sarawak dan Sabah dan sisanya di perairan Semenanjung Malaysia untuk mengkover daerah perbatasan maritim dengan Indonesia, Vietnam, Thailand dan Singapura. “Keamanan perairan negara itu selalu menjadi prioritas MMEA, mengingat fakta bahwa wilayah itu digunakan sebagai rute utama untuk kegiatan perdagangan (ekspor dan impor) antara Malaysia dan negara-negara lain,” ujar Datuk Seri Ahmad Puzi Ab Kahar kepada media, 26/2/2017.

Next Generation Patrol Craft for MMEA with UAV launcher (photos : Malaysian Defence)

Datuk Ahmad Puzi mengatakan kapal pertama akan diluncurkan pada bulan Maret dan akan berpartisipasi dalam Pameran Langkawi International Maritime dan Aerospace (LIMA 2017) di Langkawi pada 21-25 Maret 2017. Adapun kapal kedua dijadwalkan diluncurkan pada bulan Mei.

“Saya optimis dengan kapal baru MMEA akan dapat memantau perairan negara secara efisien,” katanya. Kapal ini menurut Ahmad Puzi, akan dilengkapi dengan teknologi modern dan canggih, termasuk sistem pesawat tanpa awak (UAV) yang bisa mendapatkan informasi lebih lanjut dari radar yang tidak bisa dilakukan kapal biasa.

Selain enam kapal besar, Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) juga akan menerima dua kapal 90 meter dari Pemerintah Jepang bulan depan. Menurut Ahmad Puzi, dua kapal itu hadiah pemerintah Jepang untuk MMEA dalam menjaga perairan yang aman yang juga pintu gerbang untuk kapal Jepang dalam kegiatan impor dan ekspor mereka. “Bahkan, kami juga menerima hadiah yang sama dari negara lain seperti Kanada, yang menyumbang dua speedboat, dan Australia juga menyumbang dua kapal dan lima kapal cepat untuk MMEA,” tambahnya.

Bernama/ Streets.nst.com.my

Berbagi

  34 Responses to “Jepang, Kanada, Australia Sumbang Kapal ke Malaysia”

  1.  

    Hadiah percuma.

  2.  

    dikasih kapal gratis trus disuruh jaga laut … maksudnya Malaysia disuruh nangkap gerombolan kapal illegal fishing … berani ? punya nyali kah ?

  3.  

    Mungkin negara penyumbang cukup prihatin. Dengan keadaaan malaysia. Beda dengan indonesia sekarang. Lebih kuat lebih mampu. Tenggelamkannnn!!!! ilegal fising. He he,kata pade jokowi g boleh trima hiba. Harus beli atw buat baruu… Hiba transfer teknologi aj gpp…

  4.  

    berarti secara tidak langsung mereka menganggap malon layak di beri santunan kapal dengan syarat mau di setir ke kanan dan ke kiri kebijakan negaranya hehehe

  5.  

    bung colibri,, dipersilakan komentar ha ha ha

  6.  

    Tak mampu buatan tempatan kah kah kah

  7.  

    kasian pak cik…..kasian….

  8.  

    Kapal percuma

  9.  

    Alamak,pakcik malay terima speed boat jg,emang pakcik malay betul2 dah miskin ya sampe2 speed boat segala yg harganya murah ditanggok juga…dah miskin ya pakcik…muehehehe

  10.  

    Kapal nya kecil2 bgt yg mau disumbangi, kasian si malon, disumbangi kapal kyk kaum duafa aja disumbangin…xixxiiiiii msh ada yg lbh kecil drpd kapal2 indonesia ya????

  11.  

    Berarti jaguh koar2 dong……. xixi…

  12.  

    jaga-jaga sepertinya jangan sampai malon keluar seperti filipinoy gabung dengan china

  13.  

    Indonesia nyumbang juga Patroli PC kelas 40M
    1 Aja cukup

  14.  

    Break,Break !!! Bung colibri diharap merapat,peliharaannya lg diekpose,silakan masuk bung COLIBRI !!….dirojer…ganti,ganti…86

  15.  

    Pak Ereb aka bank Salman ??…

    kwaaakk…kwaaaakk…kwaaaakk….

  16.  

    Pesen politisnya kurang lebih ya seperti itu kali ya bung Khalif…. xixi…

  17.  

    Malon bilang, barang bekas sama barang hibah itu beda bung…… mangkanya malon ga terima barang bekas tapi doyan barang hasil hibah…… šŸ˜†

 Leave a Reply