Mar 192019
 

Ilustrasi peningkatan jangkauan ASM-3 Jepang © Yomiuri Shimbun aka Japan News

JakartaGreater.com – Kementerian Pertahanan Jepang telah membuat keputusan untuk mengembangkan rudal jelajah anti-kapal jarak jauh pertama yang diproduksi di dalam negeri, dan dipasang pada jet tempur Angkatan Udara Bela Diri Jepang supaya mampu menyerang kapal perang dari luar jangkauan musuh, seperti dilansir dari Japan News.

Rudal terbaru, yang akan dikembangkan terseut sebagai tanggapan kemajuan cepat dalam kemampuan serangan Angkatan Laut China, sehingga memperkuat pencegahan Jepang dengan menambah jangkauan ASM-3 lebih dari 400 kilometer.

Kementerian Pertahanan (MoD) Jepang juga bertujuan untuk menempatkan rudal terbaru ke dalam penggunaan layanan dalam beberapa tahun ke depan, menurut sumber-sumber pemerintah.

Rudal anti kapal yang baru dianggap sebagai kemampuan pertahanan “standoff”, karena memungkinkan serangan dari luar jangkauan musuh. Kemampuan pertahanan standoff ditetapkan dalam Pedoman Program Pertahanan Nasional yang baru yang diadopsi oleh Kabinet sejak Desember lalu.

Jet tempur Mitsubishi F-2A Angkatan Udara Jepang © USAF via Wikimedia Commons

Kemhan Jepang telah menyelesaikan pengembangan rudal anti-kapal supersonik ASM-3 pada tahun fiskal 2017. Dipasang pada jet tempur F-2, rudal mampu terbang di Mach 3, atau sekitar 3 kali lebih cepat daripada rudal anti-kapal konvensional domestik.

Dengan kecepatan jelajahnya, rudal ASM-3 dianggap paling tak rentan terhadap intersepsi musuh, tetapi jangkauannya saat ini hanya sekitar 100 – 200 kilometer. Sedangkan rudal baru direncanakan memiliki jangkauan lebih dari 400 kilometer dan perbaikan pada hal-hal seperti bahan bakar pendorong rudal ASM-3, dengan peningkatan kemampuan anti-radiasi untuk menghadapi rudal pertahanan-udara yang dipasang di kapal perang China.

Pada tahun 2000-an, China memulai debut dengan kapal perang berperforma tinggi yang dijuluki “Dstroyer Aegis” buatan China yang dilengkapi rudal pertahanan udara 150 km. Antara tahun 2013-2018 saja, lebih dari 15 kapal perusak semacam itu telah masuk komisi, dan jumlahnya diperkirakan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

Kapal perusak (destroyer) Type-055 Angkatan Laut PLA (China)

Rudal ASM-3, yang pengembangan penuhnya dimulai pada tahun fiskal 2010, memiliki jangkauan yang sudah diturunkan agar setara dengan rudal yang ada di Jepang, karena “pertimbangan politik bahwa rudal dengan jangkauan yang lebih besar dianggap sebagai salah satu yang mampu menyerang markas musuh”, sebut pejabat senior Kementerian Pertahanan Jepang.

Namun, untuk bisa secara efektif melawan serangan rudal yang diluncurkan oleh Angkatan Laut China, rudal dengan dua kali lipat jangkauan ASM-3 telah dianggap perlu. Rudal anti-kapal jarak menengah ASM-3, yang pengembangannya telah selesai, telah dipertanyakan bahkan dalam Kementerian Pertahanan Jepang, sehingga kementerian tak memasukkan pengadaan rudal ini dalam rancangan anggaran tahun fiskal 2018 dan 2019.

Kementerian Pertahanan ini sedang mempertimbangkan untuk memasukkan pengeluaran dalam pengembangan rudal baru itu pada usulan anggaran perthanan tahun fiskal 2020, paling awal.

Bagikan: