Jepang Luncurkan Destroyer Paten, Shiranui, Asahi Class

Destroyer Shiranui (DDG 120) Asahi Class, Jepang (@tamotaro)

Jepang Luncurkan Destroyer Paten, Shiranui, Asahi Class 1

Jakartagreater.com. Galangan kapal Mitsubishi Heavy Industries (MHI) Nagasaki menggelar upacara peluncuran kapal Destroyer ASW kedua (dan terakhir) 25DD/Asahi class, di fasilitas MHI, Nagasaki, Jepang, 12/10/2017, seperti dirilis oleh Navyrecognition.com.

Kapal yang diberi nama “Shiranui” (DD-120) akan bergabung dengan kapal pertama kelas “Asahi” ke dalam kekuatan Japan Maritime Self Defense Force (JMSDF).

Kapal destroyer pertama, Asahi (DDG 119) telah diluncurkan Oktober 2016 dan akan bergabung dengan JMSDF pada tahun 2018. Adapun Destroyer Shiranui dijadwalkan bergabung dengan JMSDF tahun 2019.

Kapal Destroyer Asahi class adalah kapal perusak anti-kapal selam (ASW) yang berbasiskan kapal destroyer Akizuki (19DD) yang lebih terfokus pada AAW (Anti Air Werfare). Kapal ini memiliki bobot lebih dari 5.000 ton dengan panjang 151 meter, dengan lebar 18,3 meter dan draft 5,4 meter.

Asahi class secara unik dilengkapi dengan sistem propulsi COGLAG (gabungan turbin gas listrik dan turbin gas), dengan dua mesin turbin GE LM2500IEC yang terhubung ke dua motor listrik 2,5 MW / 3.400 hp. Ini adalah kapal perang permukaan pertama bagi JMSDF. Manfaat dari konfigurasi COGLAG adalah bahwa ia menyediakan daya yang cukup pada efisiensi yang lebih besar untuk sistem senjata saat ini dan masa depan.

Destroyer Shiranui (DDG 120) Asahi Class, Jepang (@JMSDF_PAO)

Jepang Luncurkan Destroyer Paten, Shiranui, Asahi Class 2

Fitur utama lainnya yang membuat kelas Asahi unik: suite sensornya. Sepengetahuan Navyrecognition.com, Asahi adalah kapal perang pertama di Jepang (dan yang kedua di dunia setelah F125 Jerman dan TRS-4D-nya) yang dilengkapi dengan radar GaN-AESA (gallium nitrida – active electronic scanning array) Multifungsi Radar. Radar Asahi didasarkan pada sistem radar AESA FCS-3A namun menggunakan teknologi GaN untuk meningkatkan kinerja. FCS-3A dilengkapi dengan 4x C-band dan 4x X-band array (dua di depan dan dua belakang, untuk masing-masing). Suite sonar terdiri dari sonar OQQ-24 yang dipasang sonar dan OQR-4 variable depth sonar.

Dalam hal sistem senjata, kelas Asahi dilengkapi dengan 32x Mk41 sel VLS di depan untuk rudal ESSM SAM dan Tipe 07 VL-ASROC, 8x peluncur rudal anti-kapal Type 90 dan 2x triple torpedo launchers.

Sistem senjata masa depan “mungkin” mencakup rudal anti-kapal XSSM, rudal permukaan ke udara XRIM-4 (dalam pengembangan di Jepang untuk menggantikan ESSM, ia memiliki fitur AESA seeker), amunisi senjata jarak jauh angkatan laut yang saat ini sedang dalam penelitian dan juga dilengkapi dengan light weight torpedo yang baru dari Type 12 (proyek G-RX 5).

Dari perspektif pembuatan kapal, destroyer 25DD class ini dirancang dengan fokus untuk mengurangi biaya akuisisi sambil memastikan pengembangan dan pertumbuhan masa depan. Untuk alasan ini, bentuk lambung dan desain kapal mirip dengan 19DD class.

Kapal destroyes Asahi class akan dikirim ke pangkalan angkatan laut Sasebo dan berafiliasi dengan Escort Flotilla 2 / Escort Squadron 2 dari JMSDF.

Setelah dua kapal perusak kelas Asahi (25DD), Jepang bersiap untuk membangun destroyer 33DD yang dirancang oleh Kawasaki Heavy Industries. Kapal utama 33DD akan dianggarkan di FY2021 dan diluncurkan pada tahun 2024. kapal ini sedikit lebih berat dari 25DD dengan tiang terintegrasi dan dilengkapi dengan lambung CFRP.

Leave a Reply