Jepang Luncurkan Kapal Pemburu Kapal Selam

JakartaGreater.com – Jepang telah meluncurkan kapal perang pemburu kapal selam. Kekuatan kapal selam China yang besar yang beroperasi di dekat dan di dalam perairan Jepang menjadi perhatian utama Jepang, dan juga kapal selam mini dan kapal selam diesel elektrik milik Korea Utara, lansir Chiangraitimes.

Kapal berlambung ganda yang diberi nama Aki, diluncurkan oleh Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF). Saat ini sedang dipasang sebelum dapat memulai uji coba laut.

Upacara penamaan dan peluncuran kapal perang pengintai “AKI” diadakan di galangan Mitsui E&S shipbuilding. Kapal ini adalah yang ke-3 dari tipe Ocean Surveillance Ship HIBIKI dan namanya diambil dari kata Akinada yang terletak di bagian barat Laut Pedalaman Seto.

Aki yang memiliki berat 3.048 ton, adalah yang ketiga dari kapal Ocean Surveillance Ship JMSDF di Hibiki. Ini adalah yang pertama sejak kapal kembarannya diluncurkan pada tahun 1992. Kapal ini akan dikerahkan ke pangkalan JMSDF di kota Kure di Prefektur Hiroshima musim semi mendatang.

“Untuk militer Jepang, ada dua target utama: Cina dan Korea Utara,” kata Stephen Nagy, seorang profesor hubungan internasional di Universitas Kristen Internasional Tokyo.

“Dari dua ancaman potensial itu, Tiongkok adalah yang terbesar. Beijing telah mengembangkan banyak kemampuan asimetris untuk menjaga AS keluar dari ‘rantai pulau pertama.’ Bahkan ‘rantai pulau kedua’, ”katanya, merujuk pada barisan kepulauan yang menjadi benteng alami dari pasukan maritim Tiongkok, tetapi pada saat yang sama, juga bisa menjadi garis penghalang pasukan asing dari daratan China.

Kepulauan Jepang, Taiwan dan Filipina bertindak sebagai penghalang alami pertama. Dengan Guam yang dikuasai AS, Saipan dan pulau-pulau Pasifik lainnya berfungsi sebagai penghalang alami kedua.

Dalam beberapa kesempatan beberapa tahun terakhir ini, pasukan Jepang disinyalir telah mendeteksi dan melacak keberadaan kapal selam tak dikenal di perairannya.

Tokyo selama ini merahasikan pemilik kapal selam asing itu yang sering terlihat di perairan Prefektur Okinawa di ujung selatan. Juga dekat dengan Selat Miyako yang strategis ke Pasifik, tetapi banyak yang beranggapan bahwa itu adalah kapal selam milik Cina.

Menurut perkiraan terbaru dari kemampuan pertahanan Beijing, dari data militer tahunan Jane’s percaya bahwa Cina mampu mengerahkan 69 kapal selam.

“Jepang sudah memiliki dua kapal pengintai tipe ini, tetapi jelas masih kurang cukup bagi Pemerintah Jepang untuk memantau pergerakan kapal selam Cina,” kata seorang pejabat dari Japan’s National Institute of Defence Studies yang menolak disebutkan namanya.

“Desain dasar kapal terbaru ini mirip dengan kapal-kapal seri awal, tetapi telah ditingkatkan dengan teknologi terbaru, memberi Jepang kemampuan yang baik di bidang ini,” kata pejabat itu.

Aki dengan panjang 67 meter, menelan biaya 22,6 miliar yen (US$ 305 juta) untuk pembangunannya, dilengkapi dengan Surveillance Towed Array Sensor System (SURTASS) yang dikembangkan AS, yang mampu memberikan informasi ke jaringan pengawasan bawah laut yang digunakan oleh AS untuk melacak pergerakan kapal selam asing.

Dengan menarik sensor sepanjang beberapa kilometer di belakang kapal, Aki akan dapat mendengarkan suara yang dikeluarkan oleh kapal selam yang berjarak ratusan kilometer.

Suara yang dikumpulkannya, seperti revolusi baling-baling, akan didigitalkan, ditambahkan ke basis data utama dan digunakan untuk mengidentifikasi tipe dan negara pemilik kapal selam.

Meskipun kapal Aki diperkirakan akan dikerahkan terutama di sekitar pulau-pulau di Prefektur Okinawa selatan, Nagy mengatakan Tokyo mengawasi dengan cermat perkembangan kapal selam rudal balistik (SLBM) milik Korea Utara yang telah menguji coba peluncuran rudal balistiknya pada beberapa kesempatan.

Citra satelit telah menangkap perkembangan di Sinpo South Shipyard, di pantai timur. Itu termasuk pembangunan pabrik tertutup dan kapal selam yang disembunyikan dengan atap di samping dermaga.

Tahun lalu, media pemerintah Korea Utara merilis gambar Kim Jong-un yang mengagumi kapal selam yang sedang dibangun.

“Cina mungkin menjadi perhatian utama, tetapi Korea Utara jelas mengembangkan beberapa teknologi kapal selam diesel karena mencoba untuk meluncurkan kapal selam berkemampuan SLBM,” kata Nagy. “Jepang benar-benar ingin mengikuti perkembangan proyek Korea Utara itu.”

4 pemikiran pada “Jepang Luncurkan Kapal Pemburu Kapal Selam”

Tinggalkan komentar