Nov 212018
 

Kapal perusak JDS Atago (DDG-177) uji coba luncurkan rudal SM-3 © USN via Wikimedia Commons modified by JakartaGreater.com

JakartaGreater.com – Departemen Luar Negeri AS bertekad menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing ke Jepang untuk 8 (delapan) rudal Standar Missile-3 (SM-3) Blok 1B dan 13 (tiga belas) rudal Standar Missile-3 (SM-3) Blok 2A dengan perkiraan biaya sekitar $ 561 juta, seperti dilansir dari laman situs Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA).

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) telah menyampaikan sertifikasi yang diperlukan untuk memberi tahu Kongres AS tentang kemungkinan penjualan ini pada tanggal 16 November 2018.

Pemerintah Jepang telah mengajukan permintaan untuk membeli:

  • 8 (delapan) unit rudal Standar Missile-3 (SM-3) Blok 1B
  • 13 (tiga belas) unit rudal Standar Missile-3 (SM-3) Blok 2A

Pembelian juga termasuk kanister untuk rudal SM-3 Blok 1B dan Blok 2A, Pemerintah AS dan kontraktor pertanana akan memberikan bantuan teknis, teknik dan layanan dukungan logistik serta elemen terkait lainnya. Total biaya program itu diperkirakan sebesar adalah $ 561 juta.

Penjualan yang diusulkan akan berkontribusi pada kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat. Jepang adalah salah satu kekuatan politik dan juga ekonomi utama di Asia Timur dan Pasifik Barat dan merupakan “mitra utama” Amerika Serikat dalam menjamin perdamaian dan stabilitas dikawasan. Penjualan sangat penting bagi kepentingan nasional Amerika untuk membantu Jepang dalam mengembangkan dan mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang kuat dan efektif.

Penjualan yang diusulkan tersebut akan memberikan Jepang kemampuan pertahanan udara yang kritis untuk membantu membela tanah air Jepang serta personel AS yang ditempatkan disana. Jepang tidak akan kesulitan menyerap amunisi tambahan ini dan dukungan untuk Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF).

Kontraktor utama untuk SM-3 Blok 1B dan Blok 2A adalah Raytheon Missile Systems, Tucson, Arizona. Kontraktor utama untuk kanister Mk-21 dan Mk-29 dan kit PHS & T adalah BAE Systems, Minneapolis, Minnesota.

Tidak ada perjanjian offset yang diusulkan sehubungan dengan penjualan potensial ini.

Pentagon menjamin tidak akan ada dampak buruk terhadap kesiapan pertahanan A.S. sebagai hasil dari penjualan rudal SM-3 yang diusulkan tersebut.

Bagikan:

  10 Responses to “Jepang Memborong Rudal SM-3 Senilai $561 Juta”

  1.  

    TAK ADA ISTILAH RUDAL JADUL
    TAK ADA ISTILAH RUDAL KUNO
    TAK ADA ISTILAH TAK BISA………. SEMUA RUDAL SAMA………. YANG FENTING AKURAT DAN JARAK JANGKAU DAN EFEK LEDUKAN………..

    Hemm………….SUDAH KU DUGA

  2.  

    Anti satelit
    Anti rudal nuklir MIRV

    dgn mobilitas tinggi (dilaut)
    namun mahalnya selangit 561 juta dolar hanya utk rudalnya sja

  3.  

    Laris manis.

  4.  

    Yah rudal saja seharga atau malah lebih mahal dari fregat martadinata, gimana kapalnya ya?

 Leave a Reply