Des 202018
 

Foto yang menunjukkan pemandangan udara Pulau Kunashiri pada bulan Desember 2016. (Kyodo via mainichi.jp)

Juru bicara pemerintah Jepang menyatakan Jepang telah mengajukan protes kepada Rusia mengenai pembangunan barak pasukan Rusia di dua pulau yang disengketakan di lepas pantai Hokkaido di Jepang utara, Rabu.

Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan dalam konferensi pers bahwa protes itu dilakukan melalui saluran diplomatik di Moskow pada hari Selasa. Itu terjadi pada saat Jepang, yang mengklaim pulau-pulau, dan Rusia sedang berusaha mempercepat pembicaraan perjanjian damai yang sempat terhambat akibat perselisihan teritorial atas pulau-pulau itu.

Kantor berita Rusia Tass melaporkan bahwa empat barak telah dibangun di Etorofu dan Kunashiri dan 188 rumah tangga berencana untuk pindah ke fasilitas akhir bulan ini.

Kedua pulau, bersama dengan Shikotan dan grup pulau Habomai, disebut Wilayah Utara di Jepang dan Kuril Selatan di Rusia. Bekas Uni Soviet menangkap mereka setelah Jepang menyerah pada Perang Dunia II.

Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono mengatakan bahwa Tokyo berencana untuk mengajukan protes kepada Rusia.

Perdana Menteri Shinzo Abe dan Presiden Rusia Vladimir Putin setuju untuk meningkatkan pembicaraan perjanjian damai berdasarkan perjanjian 1956 yang menyebutkan serah terima oleh Uni Soviet Shikotan dan Habomai ke Jepang setelah perjanjian damai ditandatangani.

Abe diperkirakan akan mengunjungi Rusia untuk pertemuan puncak lainnya dengan Putin pada bulan Januari.

Sumber: mainichi.jp