Jepang Siapkan F-15 dan F-35 Hadapi Tiongkok

Formasi jet tempur F-15 Angkatan Udara AS © US Air Force

JakartaGreater.com – Jepang akan membeli lebih dari 140 unit jet tempur generasi ke-5 F-35 Linghtning II dan memodernisasi armada F-15 untuk membawa 18 rudal udara-ke-udara melawan Angkatan Udara Tiongkok (PLAAF), menurut laman Bao Dat Viet, pada hari Minggu.

Jepang membeli F-35 untuk gantikan armada tua F-15J dan F-4

Pejabat dari Partai Demokrat Liberal Jepang yang berkuasa dan mitra koalisi Komeito setuju pada pertemuan 5 Desember 2018 untuk membeli 99 jet tempur siluman F-35A Lightning II menggantikan jumlah yang setara dari Boeing F-15 yang diperoleh Jepang pada tahun 1980-an.

Sebelumnya, Jepang telah membeli 42 unit jet tempur generasi kelima F-35 di bawah pesanan sebesar $ 7 miliar.

Pemerintah metropolitan Tokyo memilih jet tempur F-35A dengan kemampuan lepas landas secara konvensional (varian untuk angkatan udara) seperti yang telah diterima untuk menggantikan armada F-4E.

Mitsubishi Heavy Industries (MHI) akan memproduksi F-35 versi Jepang dengan lisensi dari pihak AS. Perusahaan ini juga yang membangun jet tempur Boeing F-4, F-15, serta 82 unit jet tempur F-2 (varian F-16 Jepang).

Jet tempur Mitsubishi F-2A Angkatan Udara Jepang © USAF via Wikimedia Commons

Sebanyak 99 unit F-35 baru akan menggantikan sebagian armada tertua F-15J Jepang dari total 201, yang sudah tidak kompatibel untuk menerima upgrade besar-besaran. Dimnana 102 unit F-15J lainnya akan menerima modernisasi Multistage Improvement Program (MSIP), yang mirip dengan model upgrade F-15C Angkatan Udara AS.

Secara khusus, Jepang meningkatkan 88 unit F-15J berdasar MSIP dengan spesifikasi data “Link 16”, yang dapat terhubung dengan pesawat tempur AS dan NATO. Pada akhir 2018, Kementerian Pertahanan Jepang menghabiskan anggaran $ 500 juta untuk mulai mengalokasikan semua sistem radar baru pada F-15J dan upgrade lainnya.

Seluruh F-15J saat ini bertugas pada 7 skuadron tempur Angkatan Udara gugus-depan sebagai pertahanan udara. Dan 99 tambahan F-35 akan bertugas pada 3 – 4 skuadron, sementara upgrade MSIP F-15J akan dialokasikan ke skuadron yang tersisa.

Jet tempur siluman F-35B buatan Lockheed Martin © US Navy

Akuisisi F-35B dan Upgrade Izumo

Namun, dari total 99 unit jet tempur siluman F-35 yang akan diakuisisi sebagiann akan memiliki kemampuan lepas landas di lintasan pendek dan mendarat vertikal (F-35B) untuk ditempatkan pada kapal serbu amfibi.

Saat ini, pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan modifikasi dan meningkatkan dua kapal induk helikopter kelas Izumo (DDH-183 JS Izumo dan DDH-184 JS Kaga). F-35B, pada intinya, akan mengubah kapal-kapal itu menjadi kapal serang amfibi.

Keputusan untuk membeli F-35B tambahan mengklarifikasi rencana struktur kekuatan angkatan udara Jepang, memastikan bahwa angkatan udara terbesar kelima di dunia hampir mempertahankan armada pesawat tempurnya tetap modern, seperti apa yang dilakukan oleh China dan Rusia yang terus memodernisasi angkatan udara mereka.

Kapal induk helikopter Izumo Angkatan Laut Jepang (JMSDF). © Japan MoD via Wikimedia Commons

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah  jenis pesawat tempur yang nantinya bakal menggantikan armada jet tempur multiperan F-2, yang dikembangkan berdasar F-16 Fighting Falcon klasik pada era 1990-an.

Untuk mempertahankan industri kedirgantaraan, Jepang cenderung mengajukan lisensi produksi lokal untuk pejuang asing, seperti yang dilakukan pada armada F-2, F-4, F-15 dan F-35.

Tinggalkan komentar