Nov 052019
 

Jet tempur Eurofighter Typhoon Angkatan Udara Jerman (foto : Luftwaffe/Marcel Wenk)

JakartaGreater.com – Armada pesawat tempur Typhoon Angkatan Udara Jerman akan mendapatkan upgrade pada radar Captor-E Active Electronically Scaned Array (AESA) mulai tahun 2022, kata komandan Luftwaffe saat wawancara dengan media lokal, dan dilansir oleh Defenseworld.

“Radar Captor-E AESA akan secara signifikan meningkatkan kemampuan Eurofighter dalam aplikasi udara ke udara dan udara ke darat. Konversi ini diharapkan dimulai pada 2022, ” kata Letnan Jenderal Ingo Gerhartz kepada flugrevue.

Radar Doppler multi-mode next-generation dari Captor-E dikembangkan oleh konsorsium Euroradar yang terdiri dari Leonardo (Inggris dan Italia), Indra (Spanyol) dan penyedia solusi sensor Hensoldt (Jerman) dengan biaya 1 miliar Euro.

Meskipun jet tempur Eurofighter sudah terbang sejak tahun 2007, sejauh ini tidak satu pun dari negara-negara ini melengkapi pesawat tempurnya dengan radar Captor-E. Sementara Inggris dan Italia sekarang mengoperasikan F-35 (dilengkapi dengan radar Northrop Grumman AN / APG-81 AESA), jet serang Tornado Jerman dijadwalkan akan segera dihapus, yang menjadikan Jerman sangat membutuhkan tambahan jet tempur dengan kemampuan canggih.

“Tornado telah beroperasi sejak 1982, kami akan segera mempensiunkan jet serang itu. Penting agar kita menggantinya dengan jet modern sesegera mungkin. Untuk ini, kami sangat perlu mengambil keputusan, ”kata Gerhartz

 Posted by on November 5, 2019

  5 Responses to “Jerman Akan Tingkatkan Jet Tempur Typhoon dengan Radar E-Captor”

  1.  

    Kalau suruh milih typhoon vs rafale kira” pilih mana ya?

  2.  

    Rafale dong tapi cabut embargo sawit dululah

  3.  

    ku tetspkan pilihanku su 35.
    yg lain ……nanti dulu.

  4.  

    Kamsiah para suhu