Jerman Kembangkan “FCAS” Jet Tempur Generasi Keenam

Ilustrasi dari Future Combat Air System (FCAS)

Jerman telah memajukan program untuk membangun sendiri jet tempur siluman generasi keenam melalui sebuah konsep ke tahap awal pengerjaan, sebagaimana dilansir dari Telegiz.com.

Sebuah lompatan untuk membangun pesawat tempur generasi ke-6 akan menjadi salah satu tantangan besar bagi Jerman, yang mana belum ada membangun jet tempur sendiri sejak menghasilkan jet tempur bermesin ganda Messerschmitt Me 262, yang merupakan jet tempur pertama di dunia, dalam Perang Dunia II.

Jet tempur Me 262 terbang perdana pada tahun 1941 dan memasuki layanan tempur dengan Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe) pada tahun 1944, serta pensiun pada akhir perang. Jet tempur Me 262 tercatat menembak jatuh lebih dari 500 unit pesawat tempur Pasukan Sekutu, yang sebagian besar adalah pesawat Amerika Serikat.

Jerman dan Airbus Defense & Space mengatakan bahwa mereka berada dalam tahap awal dari program baru untuk membangun pesawat tempur generasi keenam Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe), yang diberi nama Future Combat Air System (FCAS).

FCAS akan menggantikan armada pembom tempur tua Angkatan Udara Jerman, yaitu Panavia Tornado dan melengkapi pesawat tempur superioritas udara Eurofighter Typhoon yang saat ini dalam layanan Angkatan Udara Jerman.

FCAS kemungkinan akan menjadi pesawat tempur bermesin ganda (twin-engine), berekor ganda (twin-tail) dan dikemudikan oleh dua awak. Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) berencana untuk mengoperasikan jet tempur FCAS antara 2030-2040.

FCAS akan menjadi “sistemnya sistem” yang menggabungkan pesawat berawak dan pesawat tak berawak ke dalam satu unit operasional. “Pada prinsipnya, itu bisa menjadi sistemnya sistem, kombinasi pesawat berawak dan tak berawak”, kata Alberto Gutierrez, kepala program Eurofighter.

“Kami telah menentukan bahwa kendaraan tempur udara tak berawak (UCAV) tidak akan tersedia dalam teknologi negara pada 2030-2040 untuk mendukung Eurofighter. Namun itu bisa memiliki opsi berawak, dengan dua orang awak. Satu sebagai komando dan kendali dan yang satu lagi sebagai pilot”, demikian tambahnya.

Awak kedua adalah sebagai kunci pada konsep operasi FCAS, yang akan mampu mengoperasikan pesawat tempur dalam jaringan pertempuran yang lebih luas, yang berpotensi memberikan komando dan mengontrol aset atau misi UCAV.

Jet tempur FCAS juga akan beroperasi sebagai “node jaringan” yang mengendalikan “rudal UCAV” dan kawanan drone di wilayah udara yang diperebutkan dengan lawan.

Konsep jet tempur FCAS pertama kali muncul pada pertengahan 2016. Ini pertama kali disebut sebagai Next Generation Weapon System (NGWS) yang dimaksudkan untuk menggantikan jet tempur Tornado.

Pada akhir tahun 2016, Airbus Defense and Space meluncurkan konsep FCAS untuk memenuhi kebutuhan pesawat tempur siluman generasi keenam untuk mengisi armada Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe).

Tinggalkan komentar