Jan 282019
 

JakartaGreater.com – Jerman berencana untuk melengkapi satu kompi tank dengan Active Protection Systems (APS) Trophy buatan Rafael untuk lebih melindungi pasukan reaksi cepat yang rencananya akan dikerahkan sebagai bagian dari Satuan Tugas Bersama Kesiapan Sangat Tinggi (VJTF) NATO, menurut konfirmasi pejabat Jerman di London, seperti dilansir dari laman Defense Update.

Unit tersebut diharapkan menerima sistem Trophy itu pada tahun 2022, diharapkan untuk bergabung dengan VJTF pada tahun 2023. Bundeswehr mengoperasikan 328 tank Leopard II dengan tipe 2A6, 2A6M dan 2A7, yang pada saat ini sedang ditingkatkan. Karena Tentara Jerman (Bundeswehr) belum menunjuk unit, oleh karena itu jenis tank Leopard II yang akan menerima APS Trophy juga belum ditentukan.

Trophy ini belum terintegrasi dengan tank Leopard II. Pekerjaan sebelumnya dilakukan pada tank Leopard II beberapa tahun yang lalu. Bundeswehr memiliki pengalaman dengan Trophy dan Iron Fist, karena kedua sistem ini dievaluasi untuk Leopard II di masa lalu.

Bundeswehr juga mengevaluasi ADS yang dikembangkan secara lokal oleh Rheinmetall, tetapi bertekad tidak akan matang untuk mendukung penyebaran yang akan datang. Tank Leopard telah digunakan dalam pertempuran di Aghanistan dan Suriah, di mana mereka menderita kerugian besar dari rudal anti-tank, sebuah tantangan yang membawa tentara Turki untuk bergegas melengkapi dengan APS untuk melindungi tank.

APS Trophy juga telah dipilih untuk melengkapi empat brigade tank M-1A2 SEP2 Abrams milik Angkatan Darat AS (US Army), setidaknya dua brigade untuk ditempatkan di Eropa. Militer Belanda juga menganggap APS sebagai prioritas dan telah mengontrak BAE Systems untuk mengintegrasikan sistem Iron Fist Light Compact (IF-LC) pada CV9035NL-nya.

Menurut jadwal yang direncanakan, uji coba awal Trophy pada Leopard 2 diharapkan akan dimulai tahun ini, dengan integrasi dan pengujian selesai pada 2021, menerjunkan 17 tank (satu kompi 13 unit, ditambah 4 unit untuk suku cadang) guna melengkapi kompi tank yang dipilih pada tahun 2022.

Unit itu akan melatih dan memenuhi persyaratan beroperasi dengan sistem APS pada tahun 2022, sehingga menjadi siap tempur untuk penyebaran VJTF pada tahun 2023. Pengadaan terbatas pada tahap ini untuk 17 sistem dan tidak mengikat Bundeswehr untuk solusi APS di masa depan.

Ukuran brigade VJTF adalah bagian dari 40.000 personel Pasukan Respon NATO (NRF). VJTF dibentuk untuk merespon dengan lebih baik terhadap lingkungan keamanan yang kini berubah di timur dan selatan perbatasan Aliansi.

Pasukan terdiri dari elemen tempur kecil dan elemen Command and Control (C2) yang bisa digunakan dan Markas Besar Satuan Tugas Gabungan. Ini juga menggabungkan kelompok tindak lanjut awal yang terdiri dari pasukan kesiapan tinggi lainnya yang bisa mengerahkan dengan cepat mengikuti VJTF, dalam menanggapi krisis.

VJTF akan dapat mengerahkan dalam waktu singkat ketika ditugaskan, antara dua hingga tujuh hari, untuk memerangi ancaman terhadap kedaulatan aliansi.

  2 Responses to “Jerman Mau Integrasikan APS Trophy pada Leopard 2”

  1.  

    Kasihan… NATO + AS gak punya APS yg dianggap mampu 😆

    •  

      Yah bung… mereka kan lebih percaya kepada baju besinya sendiri… tidak memperhitungkan kalau ATGM saat ini mulai lebih kreatif dan mengerikan… berbeda dengan Russia yang memang dari awal masih mempertahankan Tank dengan armor yang tidak terlalu berat tetapi terus mengembangkan APS… sehingga sekarang ini mulai kelihtan jelas dampaknya…
      Leopard akan semakin berat + APS…