Jerman Pesan Lagi 38 Pesawat Tempur Thypoon

Pesawat tempur Typhoon Angkatan Udara Jerman (foto : Luftwaffe/Marcel Wenk)

JakartaGreater.com – Jerman tampaknya siap untuk memesan 38 pesawat tempur Eurofighter Thypoon Tranche 4 dan 110 radar AESA E-Scan (atau Captor-E) awal tahun depan, beberapa hari setelah Airbus meluncurkan rincian konsep baru electronic combat role (ECR), yang dirancang untuk memberikan kemampuan peperangan elektronik pada pesawat tempur Typhoon Angkatan Udara Jerman, lansir Defenseworld.

“Di bawah Project Quadriga, Berlin kemungkinan akan membeli 33 Eurofighter, dengan opsi untuk membeli 5 lagi pada April 2020,” kata Dirk Hoke, CEO Airbus Defense and Space, seperti dikutip oleh La Tribune, Selasa.

Jet tempur baru yang pengiriman direncanakan akan dimulai pada tahun 2025, dan akan menggantikan Eurofighters varian Tranche 1 Angkatan Udara Jerman.

Konsep ECR dipresentasikan pada International Fighter Conference di Berlin pada 12 November. Menurut pihak Airbus, konsep ECR dirancang secara khusus agar dapat memenuhi persyaratan Angkatan Udara Jerman pada kemampuan peperangan elektronik udara. Selain akan memperkuat kedaulatan nasional, juga akan mengamankan teknologi militer utama Jerman.

Sistem ECR Eurofighter akan dapat memberikan lokasi emitor pasif serta ancaman gangguan aktif, dan akan memberikan berbagai konfigurasi modular untuk peperangan elektronik (EA) dan suppression/destruction of enemy air defence (SEAD / DEAD).

Teknologi jammer terbaru akan memastikan kontrol nasional atas fitur-fitur seperti data misi dan analisis data. Konsep ini juga dilengkapi konfigurasi kokpit dua kursi baru dengan layar sentuh multi-function panoramic touch display dan dedicated mission cockpit pada kursi belakang.

Konsep ini digagas oleh Airbus, Hensoldt, MBDA, MTU, Premium Aerotec, Rolls-Royce dan didukung oleh badan industri nasional Jerman BDSV dan BDLI.

7 pemikiran pada “Jerman Pesan Lagi 38 Pesawat Tempur Thypoon”

  1. Percepat proses KFX/IFX masalah pengembangan kita sesuaikan kebutuhan dalam negeri masing-masing insinyur kita banyak kok yang handal yang tersebar diseluruh penjuru dunia yang tak kalah hebatnya cuma negara harus memberi kesempatan yang luas dan berkreasi untuk terciptanya pespur Indonesia yang berkualitas bagus

Tinggalkan komentar