Mar 302017
 

Bundeswehr Panzergrenadiere, Jerman (Bundeswehr/S.Wilke)

Berlin – Jerman meluncurkan penyelidikan kedua 28/3/2017, terkait dugaan kegiatan mata-mata oleh Turki. Menteri dalam negeri Jerman mengatakan Berlin tidak akan menoleransi spionase asing di wilayahnya.

Ketegangan sedang meningkat antara Jerman dan Turki, dua sekutu di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), menjelang referendum di Turki bulan depan. Referendum tersebut mengarah pada upaya perluasan kekuasaan Presiden Tayyip Erdogan.

Berlin sudah membuat Turki marah dengan membatalkan beberapa unjuk rasa berbau kampanye oleh menteri-menteri Turki di wilayah Jerman. Pembatalan itu membuat Turki melemparkan tuduhan bahwa Pemerintah Jerman tengah menjalankan taktik “Nazi”.

Laporan berbagai media bahwa Turki memata-matai para anggota diaspora etnis Turki terbesar di Jerman telah memperkeruh hubungan kedua negara.

“Kami telah meluncurkan penyelidikan terhadap suatu pihak terkait dugaan spionase,” ujar seorang juru bicara Kantor Kejaksaan Federal Jerman (GBA).

Juru bicara tersebut menolak berkomentar soal laporan media Jerman bahwa pihak yang dimaksud itu adalah Badan Intelijen Turki (MIT) dan bahwa badan tersebut diduga melakukan aksi mata-mata terhadap para pendukung ulama Turki yang tinggal di Amerika Serikat, Fethullah Gulen.

Ankara menuding Gulen mengatur percobaan kudeta pada Juli tahun lalu, tuduhan yang dibantah Gulen.

Seorang juru bicara GBA mengatakan penyelidikan dilakukan terpisah dari penyelidikan yang diluncurkan awal tahun ini soal kemungkinan spionase oleh para ulama yang dikirim ke Jerman oleh Pemerintah Turki.

“Kedua kasus itu menyangkut dugaan spionase yang melibatkan Turki, tapi pada saat ini tidak ada unsur yang sama pada kedua penyelidikan tersebut,” ujar sang juru bicara.

Kalangan pejabat Turki belum memberikan tanggapan.

Sebelumnya, surat kabar Jerman Sueddeutsche Zeitung dan dua stasiun penyiaran melaporkan bahwa intelijen Turki memberikan kepada dinas intelijen Jerman sebuah daftar nama 300 orang, yang diduga merupakan para pendukung Gulen dan saat ini tinggal di Jerman.

Daftar itu juga berisi nama 200 kelompok, sekolah dan lembaga-lembaga lainnya yang dikaitkan dengan ulama tersebut.

Sejak kudeta yang gagal tahun lalu, pihak berwenang Turki telah melakukan pembersihan terhadap banyak lembaga, sekolah universitas dan media puluhan ribu orang yang diduga sebagai pendukung Gulen. Langkah Ankara itu membuat Uni Eropa khawatir soal kemungkinan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia.

Antara

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  10 Responses to “Jerman Selidiki Dugaan Spionase Turki”

  1. 2

  2. 4

  3. selamat pagi, selamat beraktifitas

  4. makanya jangan suka merubah haluan politik negara

    dan lebih baik hentikan atau deportasi saja warga turki kembali ke negaranya
    toh kebanyakan berpendidikan rendah dan punya catatan kriminal di negara asalnya sehingga migrasi k negara lain

  5. Turki makin panas nih dgn anggota2 nato, kemarin sempet adu semprot dgn belanda 🙂

  6. semua itu ada alasannya karena eropa membenci kebangkitan turki.

    eropa yang mengagung2kan demokrasi tapi kelakuannya antidemokasi
    http://aa.com.tr/en/pg/photo-gallery/turks-in-rotterdam-protest-dutch-antidemocratic-stance-/4

    PKK terdaftar anggota teroris AS, eropa dan turki, tapi malah support PKK.
    http://aa.com.tr/en/pg/photo-gallery/germany-let-pkk-supporters-to-gather-in-frankfurt/4

  7. Akibat kudeta yg gagal dan semakin mesranya Turkey dengan Rusia, makanya NATO semakin memanas semua karena ulah AS yg terlibat politik dlam negri Turkey yg berujung kudeta. NATO&AS tidak suka semakin kuatnya partai2 Islam Turkey, mereka ingin Turkey tetap sekuler sebagai syarat masuk ke Uni Eropa.

  8. Kasian Mesut Ozil ama emre Chan…pasti bingung…

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)