Sep 242018
 

Sistem rudal permukaan-ke-udara jarak pendek IRIS-T SLM © Boevaya Mashina via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pemerintah Jerman telah mengesahkan ekspor senjata lebih lanjut ke negara-negara Teluk dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Termasuk Mesir, Arab Saudi, dan Qatar, seperti dilansir dari laman RP Online.

Pemerintah Federal telah memberikan lampu hijau untuk pengiriman empat sistem penentu lokasi artileri kepada Arab Saudi, tulis surat dari Menteri Keuangan Federal Peter Altmaier dari hari Rabu, 19 September 2018, kepada Komite Ekonomi Bundestag.

Radar yang terpasang pada kendaraan tersebut dapat menemukan sumber yang tepat dari arah tembakan musuh, memungkinkan untuk melakukan serangan balik yang akurat. Selain itu, Jerman juga setuju untuk mengekspor 170 rudal udara-ke-udara jarak jauh, Meteor ke Qatar.

Rudal udara-ke-udara (AAM) jarak jauh MBDA Meteor © ILA-boy via Wikimedia Commons

Menurut surat dari Menteri Keuangan Federal, Mesir akan menerima 7 sistem pertahanan udara yang dibuat oleh Diehl, dan dipersenjatai dengan rudal Iris-T SLM. Yordania disetujui untuk mengakuisisi 385 senjata anti-tank portabel buatan Dynamit Nobel. Tidak ada harga yang disebutkan terkait dengan penjualan senjata tersebut.

Dalam perjanjian koalisi, Union dan SPD telah melarang pasokan senjata ke negara-negara yang terlibat dalam perang Yaman, seperti Arab Saudi. Dikecualikan persenjataan yang telah disetujui ekspor sebelum larangan itu diterbitkan.

Bagikan:

  4 Responses to “Jerman Setuju Menjual Tujuh Set IRIS-T SLM ke Mesir”

  1.  

    cakep cakep..tapi hororr..xixixixi

  2.  

    Sambil mengelus dada, kumenanti al-boyong, al-borong wa al-totiah.

  3.  

    ya Allah .. indo kapan ya A
    llah..

 Leave a Reply