Jerman Siap Memasok 450 Kendaraan Tempur Puma kepada Australia

Kontraktor pertahanan Jerman Rheinmetall akan menawarkan kendaraan tempur lapis baja Puma yang dikembangkan bekerja sama dengan Krauss-Maffei Wegmann, untuk mengikuti tender pengadaan 450 kendaraan tempur lapis baja Angkatan Darat Australia senilai A$ 10 milyar (US $ 7,1 milyar).

Australia berencana akan menggantikan armada lapis baja tuanya yang terdiri dari dari Australian Light Armored Vehicles (ASLAV) dan kendaraan personel lapis baja M113-AS4 dengan kendaraan tempur infanteri (IFV) yang bersenjata kuat dan lapisan perlindungan yang setara dengan tank Abrams buatan AS dan berkemampuan mengangkut 8 personel bersenjata lengkap dalam program Land 400 Phase 3 Mounted Close Combat Capability, dalam rilis (Request for Information-RFI) yang dikeluarkan Departemen Pertahanan Australia. Batas waktu penyerahan proposal RFI adalah tanggal 22 Februari tahun 2016.

Departemen Pertahanan menyebut program Land 400 merupakan salah satu program ‘peningkatan kemampuan tempur signifikan’ yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan pertempuran jarak dekat Angkatan Darat Australia, tulis situs Angkatan Darat Australia.

‘Land 400’ merupakan program pengadaan Kendaraan Tempur Intai (Combat Reconnaissance Vehicle-CRV), Kendaraan Tempur Infantri (Infantry Fighting Vehicle -IFV), Kendaraan Pendukung Taktis (Maneuver Support Vehicle-MSV) dan Kendaraan Latih Terintegrasi (Integrated Training System-ITS).

Prioritas tertinggi untuk Angkatan Darat adalah untuk menggantikan lapis baja ASLAV dengan lapis baja bersenjata CRV yang baru, karena akan segera dipensiunkannya ASLAV pada tahun 2020. Keterlambatan program ini dikhawatirkan akan menimbulkan kesenjangan kemampuan tempur Angkatan Darat Australia.

Lapis baja pengangkut M113 masih dapat tetap bertugas sampai tahun 2030, meskipun tentu saja hanya melaksanakan tugas atau misi yang beresiko rendah setidaknya sampai tahun 2025. Angkatan Darat Australia berencana mengakuisisi sekitar 225 CRV dan sekitar 450 IFV dan MSV.

Puma adalah salah satu IFV terbaru dan paling modern di dunia. Dikembangkan oleh konsorsium Project Systems and Management (PSM), perusahaan patungan antara Rheinmetall dan Krauss-Maffei Wegmann, IFV Puma mulai memperkuat militer Jerman pada bulan Juni 2015.

Berbobot hanya 31,5 ton, IFV Puma adalah kendaraan lapis baja menengah dan dapat dengan cepat diterbangkan ke daerah operasinya. Dengan proteksi lempengan baja komposit dua lapis yang bisa dibongkar pasang untuk memudahkannya saat diangkut pesawat atau kendaraan transportasi lainnya.

Menurut situs PSM, IFV Puma memiliki kemampuan manuver off road yang lebih baik dibandingkan dengan MBT Leopard 2 dan dapat mencapai kecepatan tertinggi hingga 70 kilometer (43 mil) di jalan.

Puma dipersenjatai dengan autocannon stabil MK30-2 ABM (Air Burst Munitions) kaliber 30 mm dengan jangkauan efektif 3.000 m yang terpasang pada turret remote control, juga dilengkapi dengan senapan mesin koaksial HK MG4 5,56 mm sebagai senjata sekunder.

Selain itu, IFV dilengkapi dengan turret peluncur Missile Weapon System SPIKE, sebuah peluncur dengan dua rudal anti tank siap tembak menjadikan Puma mampu menghancurkan kendaraan lapis baja, helikopter dan ancaman lain di garis belakang musuh secara lebih efektif. Peluncur rudal SPIKE memiliki jangkauan efektif hingga 4.000 meter.

Sebuah fitur tambahan lain dari Puma adalah ‘Full Length Crew Compartment’ untuk perlindungan seluruh kru, termasuk pengemudi, penembak dan komandan serta regu infanteri yang terdiri dari enam tentara. Konsep ini meminimalkan volume yang harus dilindungi, sehingga perlindungan awak dapat dimaksimalkan dengan beban yang minimal, rilis situs PMS.

Kompetisi untuk program ‘Land 400’ Angkatan Darat Australia akan sangat sengit. General Dynamic dan Lockheed Martin Corp juga akan mengajukan kendaraan tempur yang dikembangkan untuk Angkatan Darat Inggris, sedangkan BAE Australia akan menawarkan CV90 yang sudah digunakan sejumlah negara Eropa.

Pada tahun 2013, Rheinmetall berhasil memenangkan kontrak senilai US$ 1,5 milyar untuk memasok 2.500 truk ke Angkatan Bersenjata Australia.

Leave a Reply