Feb 032018
 

Pesawat RC-135U AS terbang di wilayah udara internasional diatas Laut Baltik dicegat oleh Su-27 Flanker Rusia pada 19 Juni 2017. 漏 US European Command

JakartaGreater.com – Militer A.S. telah merilis sebuah video tentang pencegatan salah satu pesawat pengintai mereka diatas Laut Hitam oleh sebuah jet tempur Rusia pada hari Senin. Insiden kontroversial tersebut meningkatkan ketegangan Washington dan Moskow, yang memiliki perbedaan cara pandang atas kejadian tersebut.

Dilansir dari laman Sputnik News, sebuah pesawat pengintai sinyal EP-3 Aries US Navy terbang diatas perairan internasional di Laut Hitam saat sebuah jet tempur Su-27 Rusia mencegat pesawat itu dan memaksanya berpindah jalur. Video tersebut menunjukkan Su-27 yang terbang melintasi kamera Aries.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa pencegatan tersebut diperlukan guna mencegah Aries melanggar wilayah udara Rusia.

“Awak jet tempur melaporkan identifikasi sebuah pesawat pengintai AS dan mengawal pesawat mata-mata tersebut, mencegahnya melanggar wilayah udara Rusia. Sembari terus mengamati semua tindakan pengamanan yang diperlukan”, menurut keterangan kementerian tersebut pada hari Senin.

Departemen Luar Negeri AS, mengecam pencegatan oleh Moskow karena melanggar undang-undang internasional, menuduh mereka melecehkan pesawat Amerika diatas perairan internasional.

“Sementara pesawat AS beroperasi dibawah hukum internasional, pihak Rusia secara terang-terangan melanggar kesepakatan dan juga hukum internasional yang ada, dalam hal ini Perjanjian 1972 untuk Pencegahan Insiden Di Atas Lautan Tinggi (INCSEA)”, menurut juru bicara Deplu AS, Heather Nauert.

Armada Laut Eropa-Afrika AS juga menuduh bahwa penerbang Rusia itu menciptakan situasi berbahaya dengan mencegat mereka. Dalam rilis pers Departemen Luar Negeri AS tanggal 29 Januari menyebutkan bahwa pesawat EP-3 Aries yang terbang di zona udara internasional diatas Laut Hitam dicegat oleh Su-27 Rusia.

“Interaksi tersebut tergolong tidak aman karena Su-27 mendekati pada jarak lima kaki (1,5 meter) dan melintas secara langsung di jalur terbang EP-3, menyebabkan EP-3 mengalami turbulensi. Pencegatan tersebut berlangsung selama 160 menit”, tambah rilis pers itu.

Moskow menepis tuduhan bahwa mereka telah bertindak berbahaya. Jet Su-27 Rusia melakukan seluruh penerbangan sesuai peraturan internasional tentang penggunaan wilayah udara. Tidak ada situasi luar biasa yang terjadi selama pencegatan.