Jet Tempur A-4AR Argentina Jatuh, Pilot Tewas

Jet tempur A-4AR Fightinghawk Argentina (foto : Wikipedia)

Jakartagreater.com – Sebuah pesawat tempur A-4AR Fightinghawk milik Fuerza Aerea Argentina (FAA) jatuh selama penerbangan pelatihan di selatan Cordoba, Argentina. Pilot berhasil keluar tetapi meninggal karena luka-lukanya, lansir Aerotime.

Jet tempur itu bagian dari Brigade Udara ke-5 yang berbasis di Villa Reynolds, di provinsi San Luis, Argentina tengah. Pesawat itu lepas landas dari markasnya untuk penerbangan pelatihan.

Pesawat jatuh di sebuah lapangan dekat Villa Valeria, selatan kota Cordoba. Pilot berhasil eject keluar dan dilaporkan hidup pada awalnya. Namun kemudian pilot dilaporkan meninggal karena luka-lukanya.

“Kami menyesal melaporkan bahwa setelah eject keluar yang dilakukan pagi ini, pilot A4AR ditemukan tewas di sekitar kota Villa Valeria,” kata Angkatan Udara Argentina dalam sebuah pernyataan.

Penyebab kecelakaan itu belum diketahui dan Investigasi masih dilakukan.

Jet tempur A-4AR Fightinghawk berasal dari Douglas A-4 Skyhawk yang terkenal di era Perang Dingin. Varian yang ditingkatkan secara khusus dikembangkan untuk Angkatan Udara Argentina sebagai pesawat serang darat, dan penggunaan avionik yang hampir sama dengan F-16 Fighting Falcon

Angkatan Udara Argentina telah bersusah payah untuk memperbarui armada tempurnya yang sudah tua. Kebutuhan mendesak akan pesawat tempur terlihat dari peristiwa paling memalukan saat kunjungan Barack Obama pada 24 Maret 2016. Pada saat itu, Amerika Serikat harus menggunakan empat F-16 miliknya untuk mengawal Air Force One karena Argentina tidak memiliki pesawat yang cukup cepat untuk melakukannya.

Saat ini diperkirakan hanya enam dari 36 A-4AR Fightinghawks yang dikirim pada tahun 1997 masih aktif dioperasikan oleh Argentina.

Pada Januari 2018, penjualan lima jet tempur bekas Dassault-Breguet Super Etendard Modernises yang telah pensiun dari tugas aktif di Angkatan Laut Prancis diumumkan saat kunjungan Presiden Macri di Prancis. Kontrak € 12 juta juga termasuk delapan mesin ATAR 8K50, suku cadang dan simulator pelatihan. Setelah Argentina menunda pembayaran selama empat bulan, kelima pesawat akhirnya dikirim. Pada Mei 2020, salah satunya melakukan peluncuran pertamanya.

Pada Juli 2019, dilaporkan bahwa pemerintah Argentina telah memberi tahu Korea Selatan tentang niatnya untuk membeli 10 jet latih tempur FA-50 Fighting Eagle. Namun, pada awal 2020, proyek tersebut dibatalkan karena tekanan finansial dari pandemi virus corona COVID-19.

4 pemikiran pada “Jet Tempur A-4AR Argentina Jatuh, Pilot Tewas”

  1. Kasihan Argentina, punya angkatan udara tetapi kekurangan pesawat dan pesawat rosok pun terpaksa dibeli ketengan apa adanya bagai hidup segan mati tak mau, lebih jauh kasihan lagi personil angkatan udaranya tiap hari tetap berdinas di pangkalan berjalan berbaris tegap upacara berseragam gagah saling memberi hormat tetapi itu semua kegagahan semu dan palsu, mestinya mental mereka tidak dipungkiri sudah sangat lemah secara psikis tak memiliki spirit lagi paling karena tinggal demi mencari nafkah saja….dan kondisi itu sangat memalukan saat mereka terpaksa harus tampil ditengah rakyat

Tinggalkan komentar

Most Popular

Komentar

Kategori