JakartaGreater.com - Forum Militer
Oct 292017
 

Jet Tempur Gripen E (Saab)

Jakartagreater.com. Perusahaan pertahanan dan keamanan Saab mengumumkan bahwa jet tempur cerdas Gripen E telah terbang dengan kecepatan supersonik untuk pertama kalinya. Pesawat tersebut memecahkan penghalang suara (obstacle to supersonic flight) di atas Laut Baltik pada tanggal 18 Oktober 2017, ujar Saabgroup.com, 27/10/2017.

Pesawat tempur cerdas Gripen E terbang dengan kecepatan lebih tinggi dari kecepatan suara, di atas Mach 1, sebagai bagian dari program uji coba penerbangan yang sedang berlangsung. Tujuannya untuk mengumpulkan data dari pesawat seperti pencapaian dan kecepatan bertahan di supersonik. Penerbangan tersebut berlangsung di atas laut Baltik dan pesawat bertahan dalam kecepatan supersonik selama beberapa menit, sambil melakukan maneouvres, menunjukkan kesuksesan kombinasi dari desain tempur pesawat dan mesinnya yang kuat.

“Sebagai pilot Gripen kami terbiasa dengan kecepatan ekstrim namun menembus penghalang suara untuk pertama kalinya bagi pesawat, menjadi momen untuk dinikmati. Adalah penting bahwa pesawat mengatasi transisi dengan lancar melalui apa yang kita sebut zona transonik di sekitar penghalang suara dan tentu saja, sangat halus, “kata Marcus Wandt, Pilot Uji Coba, Saab.

Menyambut berita tersebut, Jonas Hjelm, Wakil Presiden Senior dan kepala bidang bisnis Aeronautics mengatakan, “Tonggak individu seperti penerbangan supersonik ini menunjukkan ketelitian pendekatan teknik dan validitas pemodelan. Ini adalah bukti lebih lanjut bahwa program uji terbang Gripen E berjalan dengan sangat baik, dan jadwal pengiriman ke dua pelanggan kami tetap menjadi fokus utama kami. ”

Tonggak sejarah ini diawali dengan lebih dari 20 jam terbang sejak penerbangan pertama dimulai pada tanggal 15 Juni 2017.

Bagikan:

  161 Responses to “Jet Tempur Cerdas Gripen E Kini Supersonik”

  1.  

    Bakalan rame nih
    Sales Kripik vs Sales Sukro !

  2.  

    Mantap jg walau disepelekan tetapi sudah mampu membuat pespur terbaru walaupun komponen masih gado2!

  3.  

    Lha… kok baru supersonic… emang selama ini hanya subsonic…? katanya sukhoi killer… kalo lelet bgt masak bisa ngejar….

    •  

      Mgkn yg versi br ini bnyk perubahan baik luar maupun dlm seperti body sama mesin nya ga make versi lawas nya jd hrs di test semuanya dr awal sblm dpt sertifikat lulus dan bs di produksi masal om cendol.

      Jd haus saya lht gambar si om ..

    •  

      Nah Itu Yg Saya Bingung Bung… Kenapa kok Si Buskhe And The Gang Berani Menyematkan Julukan ‘Sukhoi Killer’ PADAHAL BATTLE PROVEN AJA KAGAK APALAGI SHOOT DOWN SU-35 YG NOTABENNYA PESAWAT TERBAIK DI KELASNYA. (Dan Mungkin Julukan Sukhoi Killer Itu Di Khususkan Untuk “Sukhoi Su-80”) … 😆

      •  

        Su-35 juga hanya digunakan untuk serang darat di Suriah.

        Padahal dipromosikan air superiority….

        Air superiority apaan wong cuma untuk serang darat saja gitu kok ?

        Xixixixixi

        •  

          Lho Emang Musuh Yg Di Suriah Itu Punya Pesawat Tempur Ya?.

        •  

          Betul… hanya untuk serang darat… seharusnya dg SU-25 saja sdh sangat cukup… tp orang cerdas pasti akan berpikir laen kenapa Rusia mengirim SU-35… apalagi dunia sdh tahu bhw sebelum Rusia masuk Suriah sdh ada koalisi yg sdh bertahun2 memerangi ISIS yg HANYA punya pasukan darat tdk menghasilkan apa2… mrk jg punya pesawat2 canggih yg katanya sdh botol pulpen… selain itu ada sirael yg selalu melanggar batas wilayah dg terbang d daerah laen… kalo koalisi terbang pake daun pisang wajarlah kalo Rusia tdk perlu ngirim SU-30 apalagi kalo hanya mau uji terbang SU-35… lha trs sirael terbang pake daun pisang jg apa ya..?

        •  

          di suriah musuhnya ga ada yang di udara bung..kan yang di perangi para teroris yang pada ngumpet di balik bangunan..

        •  

          @Bung TN Phd juga manusia ada kelebihan dan kekuranganya walau disekolah dpt nilai 11 soal menghitung, su-35 di kirim kesuriah untuk di tes langsung ke medan tempur walau cuma ngebom yg sejatinya su-35 pesawat air superior tapi memiliki kemampuan ground attack layaknya pesawat multirole su-30 selain itu ada banyak yg dites di su-35 terkait jeroannya yg menggunakan jeroan pesawat gen-6.

    •  

      Enggg nganu bung cendol, tiap peswat baru kan ngetesnya tahap demi tahap…kalo sudah lolos suatu tahapan baru lanjut ke tahapan berikutnya. Sama persis dg yang dikerjakan pd N-219 pt di

    •  

      kan tadinya C/D sekarang E/F… nanti G/H terus I/J, K/L, M/N, O/P, Q/R, S/T, U/V, W/X, dan akirnya Y/Z

  4.  

    Gripen??? masih lebih unggul su35 lah…apalagi su35 versi downgrade…kickback nya tu paling mantap…hahahahahahahaha..kaburrrrrrrrr

  5.  

    Gripen sdh supersonik? Emang kecepatan nya berapa? Kalau sdh bisa terbang dgn kec 4000 km per jam tanpa nubruk pohon pisang itu baru bagus, tp walau begitu kalau cuma jarak 500 km sdh kehabisan bahan bakar, yaaa tetap gak bisa superior tp supermini lah 😀

  6.  

    Resep Rahasiax adlh Jet Mesin Volvo atau General Electric, Jadi Bukan2 Made in Saab Teler

  7.  

    Ehem…

    Untuk Kohanudnas (skuadron 1 Supadio)
    Dana pinjaman luar negeri USD 1202,5 juta untuk pembelian 1 skuadron gemuk 24 – 28 unit.

    Syarat :
    Murah harganya
    Single engine
    Murah biaya operasinya
    Usia keekonomian lebih dari 20 tahun

    Calon terkuat FA-50.
    Calon kedua Gripen C/D second dengan sisa flying hours 6500 jam (rata2 jam terbang pespur di RI adalah 200 jam per tahun, 6500 / 200 = 32,5 tahun, jadi masih bisa digunakan 32 tahun lagi)

    Dua calon ini saya sangat suka.

    Harga FA-50
    berkaca dari harga FA-50 iraq usd 1000 juta dapat 24 unit FA-50.

    1000 / 24 = 41,67 juta per unit.

    Jadi 1202,5 / 41,67 = 28,8 dibulatkan 28 unit FA-50 baru lengkap spek dan suku cadang.

    Mengapa calon kedua adalah Gripen C/D second dan bukannya Gripen C/D baru ?

    Ada yang tahukah (ngetest) ?

    Xixixixixi

  8.  

    Gripen gripen walau sdh supersonic tp msh single engine aja…roda gerobak abang cendol aja dua, masak gripen E mesinnya msh atu aja dr dulu…haha

  9.  

    Kenapa ada djulukan “pesawat tempur cerdas”…memangnya ada “pesawat tempur yang IQ-nya pas-pasan”???????

    #sambil nyolek bung sragenicus erektikus

  10.  

    Jangan dibully gripik bro…
    Nanti pilot nya bisa langsung tancap gas ke match 2, tidak tahu nya sayap jadi protol dan mesinnya terbang sendiri tidak mau turun…

    Kasihan kan? Mending dikasihkan m*lon aja

  11.  

    Gripen memiliki kualitas, kapabilitas, dan fleksibelitas yg lebih baik daripada Mig 29 varian terbaru. Akan menjadi tandem yang sangat baik dengan F-16V. Indonesia cocok mengakuisisi keduanya.

    Kedepan pespur generasi kelima adalah Alutsista yg wajib bagi tiap negara. Kemungkinan setelah pembelian Su-35, Indonesia takkan membeli Sukhoi dalam jumlah banyak, apalagi membeli Su-57. Karena nantinya Indonesia akan fokus di IFX dan pengembangan blok 2nya maka tandem yg terbaik untuk IFX adalah F-35. Hal ini jelas karena selain penggunaan sparepart IFX juga dari barat, pengembangan IFX sendiri dibantu oleh Lockheed Martin yg telah berpengalaman memproduksi pespur Siluman generasi kelima terbaik di dunia, F-22 dan F-35. Gripen-F-16V sebagai workhorse, IFX-F-35 sebagai kekuatan utama udara untuk Indonesia.

    Hhhhhhhhhh

  12.  

    Agito Vs Qarina

  13.  

    Aaaaahhhh Velove Vexia……

  14.  

    Wah, asik pd ngebully qarin… Gripiknya mah bodo amat deh ane Ayo lanjutkan wkkkk….

  15.  

    Kita boleh saya punya keinginan dan hasrat utk memiliki peralatan militer yang canggih, modern dan mematikan tp ingat seluruh keputusan tersebut berada ditangan bapak2 anggota dewan di Senayan dan lagi tergantung kondisi keuangan Negara kita… Salam NKRI.

  16.  

    wow……tumben rame…..pasti gara2 efek manuver pugachev cobra yang mematuk amerika……
    xixixi

    edisi ngamen.

  17.  

    Gripen bisa lari diatas 1 March, itu artinya kalau ketemu SU35, kaburrrr biar cepatttt….

  18.  

    pesawat yg konon akan menyaingi F.35 itu ya GRIPEN buatan NATO akan selalu rawan EMBARGO cucok dipakai untuk DAMKAR atau latih tanding dg TUKINO heheheee

 Leave a Reply