Jet Tempur F-16 Thailand Jatuh

48
67
F-16 Thailand (bangkokpost.com)
F-16 Thailand (bangkokpost.com)

Bangkok – Satu jet tempur F-16 Thailand jatuh saat melakukan latihan hari ini dan seorang perwira militer Thailand tewas dalam insiden itu.

Jet tempur itu jatuh di distrik Khok Samrong, provinsi Lopburi, Thailand tengah pada sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

“Pilot tak bisa meloncat keluar dari pesawatnya tepat waktu,” tutur Gubernur Lopburi, Thanakom Chongchira seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (20/2/2015).

Puing F-16 Thailand yang jatuh di distrik Khok Samrong (photo: bangkokpost.com)
Puing F-16 Thailand yang jatuh di distrik Khok Samrong (photo: bangkokpost.com)

Belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat militer Thailand tersebut. Insiden yang terjadi dekat pusat pelatihan Angkatan Udara Thailand ini tengah diselidiki.

Pada November 2014 lalu, helikopter militer jatuh di Thailand utara dan menewaskan sembilan tentara. Sebelumnya pada Juli 2011, terjadi rentetan kecelakaan helikopter dalam rentang waktu satu pekan, yang menewaskan total 17 orang. Hal ini memaksa pihak militer Thailand mengkandangkan sebagian besar helikopternya. (Detik.com)

48 KOMENTAR

  1. KABAR DARI AIR SHOW INDIA.

    Up Close With India’s EMB-145i AEW&C

    “We wanted our user to get the best. We had to be customer-driven from the word go,” says Dr. K. Rajalakshmi, project director of the DRDO’s AEW&C project, which, as Livefist reported last week, gets operational this year.

    Categorised as a sensitive project given the classified nature of the sensors, electronics and systems on board, Livefist was given rare up-close access to the EMB-145i after it flew a test sortie at Aero India today, and a chance to interview the highly motivated team driving the project to delivery.

    Indonesia

    The good news is there’s a lot of it. Right after Livefist was given an official tour of the aircraft, the team met with an Indonesian military delegation that has already expressed deep interest in acquiring the comparatively cost-effective Indo-Brazilian platform. Fresh interest has also been shown by Israel and Brazil.

    To the global market, DRDO and the MoD offer the EMB-145i in three possible categories: (a) A total solution, available as is (with modified tactical systems according to user needs), (b) As a sensor package adaptable on user-identified platforms, and (c) as a modified version of the EMB-145i that involves a co-development/component model.

    “The government is very keen to see this platform exported. They have assured us full backing to get customers,” says Dr Rajalakshmi.

    The Indian Air Force will take delivery of two EMB-145i jets this year, completing its order. The third Embraer airframe, expected to arrive from Brazil this year, will be retained by the Centre for Airborne Systems (CABS) for research on upgrades and as a first unit for export. Indications are that Indonesia could be first in line for the jet.

    “The big advantage is cost-effectiveness,” says Dr Rajalakshmi. “No comparable system has all of the features that the EMB-145i has, and it’s the only aircraft in its class with an in-flight refuelling capability.”

    Associate Director Suma Varghese, who spearheads the Active Electronically Scanned radar says the IAF’s involvement in the programme from the start allowed the team to course correct in real time, and being able to deliver a platform that the IAF is fully satisfied with. That satisfaction, gauged for now by the eight member embedded team headed by Air Commodore PL Vithalkar, will be put to the test during user trials commencing soon. The IAF team at CABS is 60-70 strong, and includes designers.

    “The sensors and systems are fully Indian, and this is a big advantage for the end user. We want the IAF to get the best,” says Dr M. Easwaran, Associate Director at CABS, and designated project director on the proposed AWACS programme.

    sumber: http://www.livefistdefence.com/2015/02/access-up-close-with-indias-emb-145i-aew.html#more

    • Paling apa yang dilakukan delegasi Indonesia adalah membandingkan sama CN235,N295 ,beserta kemungkina tehnologi apa saja yang bakal disematkat andai kita beli N295 untuk pesawat AWACS.Dirgantara Indonesia sudah punya pengalaman bikin pesawat CN 235 MPA dan ASW untuk Turki . Tentu tidak suli bagi DI untuk membuat pesawat AWACS yang sebenarnya.Tinggal pilihan tehnologi apa yang di pakai ,pesawat Brazil paling sebagai rujukan tehnologi dalam pengembangan CN 295 awacs Indonesia ke depan.

  2. Menurut saya seharusnya TNIAU Cq pemerintah Indonesia itu secepatnya langsung di akhir MEF2 ini sdh hrs sedikitnya mengakuisisi SU35 = 1 ska dan SU34 = 2 ska ditambah Rafale ataupun minimal Typhoon = 2 ska utk pengganti F5EF komplit dengan pinsil2nya. pengadaan ini diluar pembelian sedikitnya 2 unit pesawat aew&c serta pesawat asw anti submarine dan 5 unit pesawat tanker penyuplai minyak yg compatible utk semua pespur serang dan juga diluar alutsista matra darat dan laut serta baterei2 pertahanan udara seperti S400 minimal S300VMU dan baterei2 pertahanan mobile sprt pantsirS2/3 dan buk-ME. jadi pada MEF2 alutsista dan wahana2 tempur dan serang tsb sdh mengudara dan ditebar di Indonesia. Bila trs msh berkutat2 dgn statement dan berkoar2 trs, jgn menyesal kalau waktu sdh habis. krn kalau MEF ttp memakai embel2 minimal dan baru di MEF3 yaitu sampai di thn 2024 semuanya diakuisisi, maka semuanya sdh terlambat.. Kalau saya prediksi, sdh sangat terlambat. dan hanya menjadi mimpi yg tak terwujud, krn kemungkinan perang di LCS akan dpt terjadi sewaktu2 yg berpotensi dimulai dari china vs vietnam dan akan merambat keseluruh wilayah yg berbatasan dgn laut china selatan dan timur. Jk saat itu tiba jgn ada penyesalan, krn produsen alutsista tdk akan sebebas sprt sekarang utk membeli dan mengakuisisinya, krn produsen2 senjata tsb akan melihat dulu kpd negara mana si pembelinya dan dibuat utk apa, jk mrk merasa kepentingan mrk berbeda dgn si pembeli, ya pst gak bakal dijual mrk. dgn kata lain di MEF2 inilah kesempatan Indonesia utk memperkuat alutsistanya, sebelum pecah perang dan alutsista akan semakin sulit dibeli dan harganya akan berlipat ganda dibandingkan saat msh dimasa tenang sprt sekarang.

    Salam..

  3. Presiden Brasil Dilma Rousseff, Jumat waktu setempat, menolak menerima surat” kepercayaan Dubes Indonesia utk negara ini, utk menunjukkan kemarahan dia pada eksekusi seorang warga Brasil terpidana narkoba oleh Indonesia bulan lalu.
    “Kami kira penting diperhatikan bahwa ada evolusi dlm situasi ini utk mengklarifikasi hubungan negara Indonesia dng Brasil”, kata Rousseff saat menerima surat” kepercayaan dari para dubes lima negara lainnya.

  4. perawatan dan teknisilah yg paleng menentukan sebuah pesawat layak /tidakya .biar secanggih apapun pesawatnya, kalo perawatan kurang ya kayak pesawat tempur india yg sering jatuh.dan kita waktu di embargo juga mengalami hal yg sama ,karna sulitnya spre pate dan kanibalisasi pesawat tempur f 16 OCU kita. Dengan ketelitian dan suku cadang kucup membuat pesawat tempur bisa lenggang kangkung tanpa ada kerusakan yg berakibat rontoknya pespur2 tersebut.teknisilah kunci dari sega2lanya.

  5. saya engga abis pikir klu pengambil keputusan masih mau terima F-16.
    ada artikel dari JKGRT 28 Oktober 2014. Saya kutip sebagian

    “Departemen Pertahanan (PENTAGON) Memerintahkan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) mengandangkan sementara 82 jet tempur F-16D Fighting Falcon setelah ditemukannya retak pada canopy longeron sill antara kursi pilot depan dan belakang pada saat inspeksi pasca penerbangan rutin, menurut pernyataan Air Combat Command (ACC) USAF yang dirilis Selasa di Washington.retak tersebut menyebabkan daya tahan pesawat ketika terbang menjadi lemah dan bisa berakibat fatal

    “Angkatan Udara Amerika atau United State Air Force (UCAF) memutuskan untuk menggrounded lebih dari separuh F -16D Fighting Falcon Air Combat Command (ACC). Hal itu diumumkan pada Selasa 19 Agustus 2014 waktu Amerika”.”

    Dari penemuan tersebut, sebanyak 157 jet tempur F-16D juga diperiksa oleh inspektor angkatan udara untuk memastikan integritas struktural pesawat dan keselamatan pilot. Hasilnya didapati 82 unit F-16 mengalami keretakan serupa sedangkan 75 sisanya dinyatakan layak terbang. Hasil pemeriksaan juga menegaskan bahwa varian F-16 lainnya tidak terpengaruh.artinya dari 157 unit, terdapat 82 unit yang dianggap tidak layak terbang karena berbahaya bagi pilotnyan.

    PAK JOKOWI PLEASE DEH (MASIH MAU TERIMA BARANG RUSAK). ?????????????

  6. “..entah mengapa bila dianalisa lebih meluas dalam angan dan pikiran terus disatukan oleh fakta dilapangan ternyata jika ada armada tempur baik udara, laut tao pun pangkalan militer dinegara yang bersekutu dengan rusia cs mengalami kecelakaan ledakan\kehancuran maka ta lama kemudian hal yang sama akan terjadi pada salah negara sekutu AS cs..contohnya setelah sukhoi rusia jatuh kini f-16 jua mengalami hal yang sama.
    by:sekedar prasangka tanpa paksaan untuk dipercaya

    • anda benar bung bonar, kalu yang dipakai USA & NATO, Singapore mereka dapat yg terbaik, F16 dibuat untuk membackup kelemahan F15, untuk pertempuran jarak dekat, karena dibuat lincah, untuk ketahanan tempur, serta endurance dibutuhkan pesawat tempur kelas berat. (usa mau jual f15nya ke INDONESIA tanpa ada pembatasan Radar, rudal, kayaknya mimpi engga bangun2. ). Sekedar Pembanding F16 Spore, komposisi radar, rudalnya 2 kelas di atas F16 TNI AU).
      maaf kalu ada yang salah, salam kenal.

  7. benar sekali anda bung.endurance f 15 emang tinggi ,sedangkan f 16 untuk mengblakc’up kelemahan dari f 15 .tapi perlu di ingat juga man benhid the gun adalah kunci dari pertempuran udara selain tungganganya tdi. Walaupun f 16 OCU tpi bukti di lapangan sangat jomplang sekali dngn f 16 c/d nya singa, beberapa kali pertemuan antara kudua pihak OCU kita sering mempercundangi f 16 c/d nya singa. G’ t,u kalo yg maju f 15 NG .

    • anda benar bung, PILOT TNI & prajurit TNI semua matra) diajarkan berani gugur demi NKRI, Kebanggaan mereka sebagai pengawal NKRI begitu tinggi. bertahan dan keluar sebagai pemenang walaupun dengan alutsita seadanya. Naluri, kemampuan sebagai FIGHTER PILOT, luar biasa tidak mengandalkan tehnologi, dan system tempur komputerized, (diakui oleh negara yang katanya super power). F18 ausie aja Takluk dalam latihan tempur dog-fig dengan pilot SUKHOI. TNI AU

  8. g’ gitu bung. Sebelum US mengembargo dan mengacak2 negara kita , si botaklah pesawat kebangga’an RI deng elang birunya. Tpi sekarang sebagian pecinta militer sangat anti pati pda us. Kita melihat dari sisi yg lain bukan melihat US nya. Kalo g’ ada kejadian di ats pastilah elang botak masih menjadi kebanggaan kita.