Jun 292013
 
Jet Tempur SU-35 take off demonstrasi terbang di Le Bourget Airport dekat Paris, dua hari sebelum Paris Air Show (photo:REUTERS/Pascal Rossignol)

Jet Tempur SU-35 take off demonstrasi terbang di Le Bourget Airport dekat Paris, dua hari sebelum Paris Air Show (photo:REUTERS/Pascal Rossignol)

Pameran industri penerbangan dan kedirgantaraan Paris Air Show ke-50, muncul dengan berbagai kejutan sekaligus kekecewaan. Ketika negara negara lain tampil lesu hanya dengan penerbangan statik, jet tempur Sukhoi Su-35s Rusia meliuk-liuk, mencuri perhatian dan mengejutkan para pengunjung. Manuver tingkat tinggi dan akrobatik yang ekstrim dari Su-35s yang menghiasi langit Kota Paris berhasil memonopoli pembicaraan di ajang Paris Air Show 2013. Bahkan secara berseloroh mereka mengatakan UFO over Paris ?.

Setelah Rusia mempertontonkan jet tempur tercanggih mereka di Perancis, media-media barat setuju bahwa jet terbaru Rusia Su-35s buatan Sukhoi masuk ke kelas fighter terbaik dunia.

SU-35 usai taxi untuk melakukan demonstrasi terbang saat Paris Air Show di Le Bourget Airport dekat Paris (Reuters / Pascal Rossignol)

SU-35 usai taxi untuk melakukan demonstrasi terbang saat Paris Air Show di Le Bourget Airport dekat Paris (Reuters / Pascal Rossignol)

Media barat menyebut demonstrasi Su-35s di Paris Air Show merupakan puncak dari ajang pameran dirgantara dunia itu. Perdebatan-perdebatan yang muncul di media menyimpulkan mesin perang Rusia yang baru dengan berbagai manuver akrobatiknya, menunjukkan tidak ada pesawat lain yang mampu menyamai performa Su-35s.

Kepala Air Combat Commad Amerika Serikat, Jenderal Hal Hornburg mengatakan pesawat Rusia itu telah membuktikan lebih baik dalam manuver dan pendeteksian, sehingga memiliki kemampuan untuk menghantam sasaran lebih dulu. Kondisi ini menjadi “a wake-up call” bagi U.S. Air Force.

“Kita mungkin tidak bisa lagi terdepan dalam teknologi penerbangan militer seperti yang kita bayangkan. SU-30MKI lebih baik dari F-15C yang merupakan tulang punggung Angkatan Udara AS.  Di masa yang akan datang pesawat Rusia  akan menghadirkan ancaman bagi air superiority AS”, ujar Hornburg, seperti yang dikutip USA Today.

Time to Rock and Roll (REUTERS/Pascal Rossigno)

Time to Rock and Roll (REUTERS/Pascal Rossigno)

Pugachev's Cobra

Pugachev’s Cobra

Frolov Chakra

Frolov Chakra

Su-35 memperlihatkan manuver pada badan pesawat maupun mesin. Menurut Direktur NPO Saturn, Yevgeny Marchukov, mesin Su-35 dibangun berdasarkan mesin AL-31F yang digunakan Su-27, namun memikili daya dorong lebih besar menjadi 14,5 ton, dibandingkan 12,5 ton mesin SU-27,ditambah lagi lebih irit konsumsi bbm.

Hal ini membuat mesin bukan hanya lebih cepat tapi juga lebih maneuverable dan membuat pesawat dapat membawa senjata yang lebih banyak. Mesin yang disebut   “first stage” ini akan dipasang diproduksi model pertama jet tempur T-50. Mesin “second stage” akan membawa T-50 semakin mendekati kemampuan mesin F-22 Raptor AS dan sedang dikembangkan Rusia. Saat berada di Paris Air Show Marchukov mengatakan mesin baru untuk T-50 itu, hampir rampung.

Untuk menunjukkan kehebatan Su-35 pihak Rusia sengaja menerbangkan Su-30MK mendampingi jet baru Su-35 dengan tujuan membandingkan karakteristik daya dorong dari kedua jet tempur itu. Demonstrasi ini menunjukkan Su-35 secara meyakinkan mengalahkan kemampuan pendahulunya. Menurut sang pilot,  Su-35 memberikan keunggulan terhadap fighter lainnya selama pertempuran udara.

Su-35 memiliki cockpit generasi 5G yang telah menghilangkan peralatan analog. Tidak seperti Su-27, jet tempur baru ini memiliki dua layar LCD besar yang menampilkan data yang dibutuhkan yang ditampilkan dalam mode picture in picture (multi layer). Mirip dengan game flight simulator, sang pilot dapat memilih tampilan mode 3-D untuk melihat relief bumi maupun lokasi dari sasaran. Sebagian informasi juga bisa dikirimkan ke helm pilot.

Atraksi Sukhoi Su-35 di Paris Air Show 2013 (Alex Davies / Business Insider)

Atraksi Sukhoi Su-35 di Paris Air Show 2013 (Alex Davies / Business Insider)

Drive kontrol hidrodinamik telah diganti dengan yang listrik dan hal ini meringankan tugas pilot. Dengan kata lain, komputer akan menentukan kecepatan dan mode terbaik untuk menghadapi sasaran, termasuk memberikan waktu yang paling tepat bagi pilot untuk menggunakan senjatanya.

Pilot tidak diperkenankan membuat satu kesalahan pun. Komputer akan menon-aktifkan manual control serta menunjukkan kepada pilot kesalahan apa yang telah diperbuat. Su-35 memiliki kemampuan beberapa mode terbang independen tanpa pilot dan secara terus menerus memeriksa status kelayakan pesawat. Jika sang pilot tidak bisa mengontrol pesawat dalam beberapa alasan, pesawat Su-35 secara otomatis akan mengeluarkan/ melontarkan pilot.

Su-35 merupakan jet tempur pertama yang menggunakan sistem navigasi SINS yang tidak dimiliki jet tempur lainnya. Sistem tersebut mengumpulkan dan menganalisa informasi penerbangan dan membantu pilot untuk membawa kembali pesawat tersebut ke pangkalannya. System SINS ini menggabungkan receiver GPS dan GlONASS namun bisa juga bekerja sendiri-sendiri.

Su-35 juga dilengkapi tampilan radar advance yang didisain untuk T-50 PAK FA. Hanya jet tempur F-22 Raptor AS yang dilengkapi sistem radar sejenis. Radar Su-35 mendeteksi berbagai target dari jarak ratusan kilometer, mampu menjejak 30 target dan menembakkan rudal ke 10 sasaran tersebut dengan hanya memencet  satu (kali) tombol.

Rusia tertinggal dari AS dalam pengembangan jet tempur 5G, sejak AS membangun F-22 tahun-tahun lalu. Su-35 memang generasi di bawahnya karena masih 4G++. Namun dengan penampilannya di Paris, orang akan memiliki gambaran seperti apa jet tempur T-50 PAK FA yang memasuki skala produksi penuh tahun 2015 nanti. Alasan inilah yang diduga sebagai motif Rusia menunjukkan kemampuan Su-35 di Paris Air Show.

SU 35 Paris Air Show 2013 (huanqiu.com)

SU 35 Paris Air Show 2013 (huanqiu.com)

SU-35 Paris Air Show 2013 (huanqiu.com)

SU-35 Paris Air Show 2013 (huanqiu.com)

Su-35 Le Bourget Airport, Paris Air Show asitimes.blogspot.com)

Su-35 Le Bourget Airport, Paris Air Show (asitimes.blogspot.com)

Su-35 Le Bourget Airport, Paris Air Show asitimes.blogspot.com)

Su-35 Le Bourget Airport, Paris Air Show (asitimes.blogspot.com)

Su-35 Le Bourget Airport, Paris Air Show (asitimes.blogspot.com)

Su-35 Le Bourget Airport, Paris Air Show (asitimes.blogspot.com)

Ajang pameran dirgantara Le Bourget memberikan kesuksesan politik, ekonomi maupun militer bagi Rusia untuk menghadapi pesaingnya AS. Sama halnya dengan F-22 Raptor, T-50 PAK FA tidak akan diekspor oleh Rusia. Satu pesawat Raptor seharga 133 juta USD, sementara T-50 PAK FA jauh lebih murah dan biaya operasinyapun sangat murah (pretty penny). Harga sebuah SU-35 dibandrol 30-38 juta USD dan akan menjadi versi eksport yang menggiurkan dengan label Jet tempur 5G minus.

Sukhoi Su-35 merupakan jet tempur kategori 4G++, yang mana the real 5G fighter (PAK FA) T-50 (Prospective Airborne Complex of Frontline Aviation) sedang dibangun Rusia untuk merespon F-22 Raptor AS yang masih bergelut dengan ujicoba. T-50 terbang perdana tahun 2009 dan memasuki skala produksi penuh tahun 2015. Sebelum PAK FA muncul, Su-35 akan akan dijadikan oleh pilot Rusia sebagai media pelajaran sebelum transisi ke PAK-FA.(JKGR).

  52 Responses to “Jet Tempur Su-35 Unjuk Gigi di Paris Air Show”

  1. biar bagai manapun ane tetep pilih pakfa t-50…

  2. Katanya T-50 rusia gakan diekspor tuh
    Kalau beginicaranya su-35 saja alternatifnya

    • kalu untuk indonesia ga da yang ga mungkin gan, TU-16 yang masih prototype aj di jual kekita di tahun 61, kalu cuma PAK-FA mah bisa, yang penting ada duitnya gan, sama lobi pemerintah kita bertekat kuat,,,

      • betul bung kin15kin contohnya rudal S 300 iran saja ngebet pengen punya tp gak dikasih sama rusia qt yg ditawarin malah nolak rusia tahu betapa strategisnya indonesia

    • nilai strategis indonesia tiada ternilai,makanya minta apa aja dikasih,asal beli,hutang juga gk papa hehehe…

  3. SU 35 minimal tiga skuadron bungkus dah mulai 2014

  4. Mumpung sby lagi marah besar dgn malon dan singo…beli su 35 varian ter joss…sebelum purna bhakti

  5. Su 35 + PAKFA ….Rusia Stronggggg !!

  6. Bungkus om….. 100 bungkus…

  7. Ayo Indonesia harus memiliki SU35 dan FAK FA T50. Saatnya kita untuk menjadi macan asia kembali.

  8. Kalau dalam waktu sekitar 10 tahun kedepan mending beli Su-35 atau Su-30MK3/Su-27SKM2 (infrastruktur sudah ada), karena PAK-FA dalam 15 tahun kedepan masih belum sempurna, perlu pembenahan lagi, sama dengan nasib F-22 Raptor atau bahkan F-35 yang selalu bermasalah.

    Biarkan saja negara lain yang beli dulu, biarkan saja mereka yang “Trial by Error” dulu, sampai keluar versi revisi macam F-16 Block series.

  9. Kelihatannya SU-35 menjadi salah satu kandidat kuat pespur yang akan mengisi skadron baru, tapi baru ada di MEF II (ingat statement pejabat beberapa waktu lalu yg bilang utk pengadaan sukhoi sementara sudah cukup). Jadi dalam jangka menengah, komposisi fighter kita : SUkhoi series (heavy fighter), F-16 Fighting Falcon Block 32++ (Medium fighter), dan Hawk 100/200 + T-50i (light fighter).
    Kalau sukhoi, harapannya sih, bisa 3 skadron (2 sq=Su-27/30 + 1 sq=SU-35), sementara F-16 3 skadron jg.

  10. Bgm caranya mengatasi uav triton milik ausie yg bolak balik di laut selatan jawa….mohon pencerahan ini yg penting gan….

  11. Ucapan pak Harto kepada Dr Ing BJ Habibie pada 28 Januari 1974 mungkin perlu dipahat di granit (cast in stone) dan dipajang di beranda/lobby Istana, Kemenristek dan gedung DPR ‘Adalah tugas dan kewajiban saya untuk mendapatkan pengertian dari rakyat, dan semua akhirnya dilaksanakan untuk kepentingan rakyat. Rakyat mau berkorban asal jelas pengorbanannya untuk masa depan anak cucu mereka yang lebih baik. Rakyat itu tidak neko-neko, yang susah diatur adalah pimpinannya para politikus’.
    Kalimat tsb penting diabadikan sebagai reminder mengenai strategisnya visi jauh ke depan bagi pemimpin bangsa terbesar ke-4 sejagat.

    Selain visi ke depan, pemimpin bangsa terbesar ke-4 minimal juga harus selalu ingin berdiri sama tinggi (jika tidak lebih tinggi sedikit) dengan negara2 sekawasan.

    Menurut WantChinaTimes.com (26/6) RRC akan pesan 100 Su-35 (dari semula 24) dan kontraknya ditandatangani di Paris Air Show kemarin.
    Jika RRC dengan GDP US$ 8.23 T pesan 100 Su-35, RI dengan GDP US$ 878.2 M pantas kalau pesan 10 unit. Karena GDP per kapita RRC $5,445 dan RI $3,495, jumlahnya disesuaikan lagi jadi 6 unit.
    Dibandingkan jumlah pesanan F35 tetangga sebelah yang statusnya ‘Level-3 partner’ minimal 72 unit, dan yang statusnya ‘Security Cooperative Participant’ malah bisa hingga 100 unit, 6 Su-35 mungkin tidak berarti banyak, tapi lumayan untuk tahap awal sebagai sarana penguasaan teknologi yang lebih maju.

    • Yang menakutkan juga kalau F-35 ditemani pesawat AEW&C, dan sudah pasti akan ditemani. So segala Su-xx kita perlu dipersenjatai missile AEW&C (AWACS) killer.

    • Muke gile emang China, niat banget mau jadi penguasa LCS.. Mana Ostrali ma Singapur mo dapet F-35 lagi, komplit sudah penderitaan kita. Posisi kita bener2 inferior dibanding mereka, apa perlu mendiang “Bung Karno” dibangkitkan lagi dari kuburnya.. Saatnya bilang “Tai Kucing” dengan “Keseimbangan Kawasan”..

  12. memang benar saran dari teman* perlu Sukhoi 35 mungkin yg seri+++ yg semua program autonya ada di helmet tapi tidak akan bisa mempunyai S300++nya karena letak RI sudah sangat strategis bagi sekutu NATO untuk memainkan wayangnya di asia dan untuk lalu lalang pesawatnya bila perlu kabur bila terjadi perang antara 2 bebuyutan musuh USA antara China dan North Korea untuk digembosi biar tidak kuat dikawasan asia ini…

  13. Maaf apa benar harga Su-35 30-38 USD (paragraf ke 2 dari bawah)?

    • salah ketik itu kalo 60 – 68 jt maybe kosongan gak pake pensil ama spidol

    • Biasanya sih harga yang muncul di publikasi umum spt ini baru senilai biaya pembuatan itu pesawat (ongkos produksi) utk spesifikasi standard.

    • Didaerah saya nasi pecel Rp. 2.500,- , tapi hanya nasi pecel doang, tambah peyek 1.000,- , tempe tahu (kecil) 1.000,- , tambah ikan pindang 2.500,-

      betul bung, harga standar mungkin sekitar USD 60 – 68 juta (minim 16 pesawat), tambah pelatihan pilot (wajib) USD 10 juta, tambah perangkat pendukung USD 12 juta, harga belum termasuk biaya pengiriman, belum lagi biaya tak terduga macam SUAP sekitar 10% dari harga, hitung sendiri dah….

      * harga tidak mengikat, sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan dulu

  14. Tiada yang lebih hebat, menggentarkan dan mendebarkan lawan daripada “future fighter” kita: KFX Sang Petarung Dari Timur …..!!!!

  15. Lho bukannya sudah datang 2 bodynya berbarengan dengan datangnya order mesin kemarin ,Kan kebanyanyakan itu jumlah mesinnya dan bisa aja bodynya turun ditempat lain ..dan bisa dipakai tress drive sebelum pesen 1ska penuh

    hahahaha bercanda biar gak stress yaa warga Warjag dan nggak ngiler terus dengan SU 35 BM yang saya rasa bener bener STROONGGG

  16. Matematika deteren:

    If we lose the war in the air, we lose the war and lose it quickly -Field Marshal Bernard L. Montgomery.
    Akurasi pernyataan ini dibuktikan operasi Desert Storm, selama 1 bulan Iraq dibulan2i kekuatan udara + rudal jelajah AU + AL Koalisi lalu perang darat hanya berlangsung 100 jam, karena tujuan telah tercapai, mengusir Iraq keluar dari Kuwait.

    Kemhan mengajukan anggaran (tambahan) Rp 6 T untuk beli Apache. Dengan kurs Rp 9,929/US$, anggaran tsb = US$ 604 juta. Dengan harga asumsi harga Su-35 $68 juta/unit akan didapatkan 6 unit + full array of missiles/smart bombs. Menyadari keberadaan 6 Su-35, musuh yang sedianya bakal dihadapi 8 atau lebih Apache akan mengkeret duluan, agresi berhasil dicegah tanpa menembakkan sebutir rudal…

    • Syaratnya kita harus melihat big picture, format pertahanan negara, bukan porsi angkatan.
      Apalah artinya selusin Apache ketika supremasi udara berada di tangan musuh?

      • Itu yang juga dipikirkan oleh petinggi kita bung danu.
        Ibarat pilih mana beli s300 atau beli su 35 dulu
        Pasti bnyk perdebatan tetapi bila dilihat airpower untuk diplomasi pastinya SU 35 yang didahulukan

      • Kalau Dephan kita punya perencanaan yang sifatnya terintegrasi untuk seluruh angkata ya pastinya konklusi mas Danu ini yang akan dipakai, tapi nyatanya di kita kan yang namanya perencanaan kan masih tambal sulam, ada kotak-kotak antar matra dan angkatan, belum lagi bicara ttg ego antar angkatan. Sampai saat ini keliatan lobby dari AD masih lebih kuat daripada kekuatan lobby milik AU (meskipun Panglima AB skrg dari AU), akhirnya ya yang diprioritasin dibeli “mainan” AD dulu.

    • Sebenernya penting semua, beli Apache kan buat payung udara buat Leopard kita (cuman klo ane yg jadi penentu kebijakan, ane pilih Havoc daripada barang super mahal ini yg kemampuannya 11-12).. Kemarin kan kemenhan bilang Sukhoi untuk renstra 2 (2015-2019) dah cukup. Kemungkinan di pemerintahan selanjutnya bisa dilanjutkan (murni opini ane, kita liat nanti) tergantung siapa pemimpinnya dan tergantung suasana LCS kedepan, mosok Heavy Fighter cuman punya 16 untuk negara sebesar ini. Minimal 3 squadron kita harus punya, mau nerusin su-27 baru lagi juga boleh, mau ganti su-35 malah kebeneran. Intinya di renstra 2 versi pemerintah sekarang ini nggak ada kontrak sukhoi baru lagi, kecuali ada kenaikan anggaran yg signifikan, masalahnya anggaran nanti kesedot buat KFX. Jadi menurut ane pemerintah sekarang cuman tambal sulam alutsista sekarang, belum ke arah “deterjen” wong anggaran kurang.. ( Anggaran pas-pasan kok milihnya Apache, mbok yg murah aja>Tepok Jidat)

  17. ka-52 : usd 40~50jt
    ka-50n: usd 35~45jt
    mi-28: usd 35~40jt

    silakan dicerna dan diperbandingkan jika harga apache kemahalan. sebelumnya apache kemungkinan ditawarkan seharga usd 60jt ++ menjadi kisaran usd 100jt berikut suku cadang, misil dan pelatihan

  18. Waaah salut deh buat bung admin.tampilannya lebih seger dan keren.mudah2 an artikelnya tambah banyak dan berbobot..salam

  19. Kalau menurut saya lebih baik prioritasnya itu di pembelian s300/s400 trus untuk frigate atau kalau bisa ke kapal jelajah kelas ringan trus ke pengembangan skuadron sukhoi hingga di atas 8 skuadron lalu pembelian MBT hingga melebihi 2000 unit .. dan yang paling strategis itu pengembangan rudal dengan KONSEP serangan yang lebih efektif sehingga tidak perlu mengejar jarak .

    Maaf jika agak berlebihan tapi saya memposisikan negara kita seperti korut yang siap perang tapi dengan kekuatan paling minimal.

  20. Sebaiknya kita fokus ke IFX saja, saya yakin IFX tetap akan terwujud meski waktunya mungkin mundur dari target semula. Jeda waktu sampai IFX mengudara sebaiknya anggaran yang ada buat beli SAM middle/long range yang land base dan juga sea base, pilihannya sebaiknya keluarga S-300 baik versi darat maupun naval version.
    Perlu juga diadakan pesawat surveilance sekelas AWACS minimal 2, dan penambahan radar dengan penciuman kuat yang bisa mengcover seluruh wilayah. Pembelian fighter generasi 4 juga perlu, tetapi kalau menurut saya kalau 10 tahun kedepan sebelum IFX full combat, kita punya anggaran buat beli 3 skuadron fighter, sebaiknya kita beli 1 skuadron saja, anggaran untuk 2 skuadron dialihkan untuk beli S-300 land/ naval version sebanyak-banyaknya, AWACS dan radar sistem.
    Asumsi saya untuk 10 tahun kedepan 34 F-16, 32 Su-27/30/35, S-300, AWACS cukup untuk membuat musuh berpikir 2 atau 3 kali untuk menceroboh wilayah kita.

  21. Gan sukhoi yg tni au beli bukan udah menggunakan technologi su 35 walaupun cuma 16 ekor…harganya aja beda….tni itu ahlinya dalam hal pemberitaan kenyataan beda klo di lapangan….liat aja tuh ausie yg cepat nervesan….klo malon ya blo..malon klo singapur rada jaim tapi was was

  22. Kini Australia menghadapi dilema kegundahan. RAAF terus mengikuti perkembangan modernisasi TNI AU. Dengan memiliki keluarga Flankers, maka Indonesia pada masa mendatang bukan tidak mungkin akan bisa memiliki pesawat tempur Su-35, dan bahkan pesawat tempur T-50 generasi kelima. T-50 PAK FA jet tempur (Prospective Airborne Complex of Frontline Aviation) kini sedang mengalami uji engine di Zhukovsky Airfield, Moscow. Menurut Viktor Bondarev, Commander in Chief Russian Air Force, tes T-50 akan memakan waktu sekitar 2-2,5 tahun, sehingga pada tahun 2015-2016, T-50 akan sudah dapat di kirim ke AU Rusia.

  23. Prediksi :
    10 tahun lagi LCS akan memanas dengan kehadiran 60% AL AS di pasifik, militer AS di Jepang akan terus diperkuat dengan penambahan F-22 Raptor yang saat ini ada 12 raptor di kadena air base, militer AS di korea juga akan di terus diperbesar.
    80 kapal selam baru akan ditambahkan di inventory negara-negara pasifik barat.
    Fighter generasi 4 china (J-10, J-11, J-15, Su-27, Su-30, Su-35) akan mencapai jumlah hampir 1000 unit, sekarang sudah 500-an.
    Operasional Jet tempur Siluman China J-20, J-31 full combat ready.
    Gesekan china dengan AS akan melibatkan Australia, militer australia akan lebih aktif di pasific barat, dan Indonesia mungkin akan terseret dan harus memilih di pihak mana.

    S-300 mutlak diperlukan, dengan kill ratio ranging from 0.8 to 0.93 against aircraft and from 0.8 to 0.98 against Tomahawk-class cruise missiles, ini akan jadi kartu as mengunci wilayah udara kita jika jumlahnya memadai.

    S-300 naval version diperlukan untuk mengantisipasi luasnya wilayah yang harus dicover. Su-35 dapat mengcover wilayah-wilayah yang belum terpayungi S-300..

  24. Sebenarnya Rusia secara khusus tidak bermaksud menjadikan T-50 sebagai pesaing langsung dari F-22 atau F-35 karena pesawat Rusia ini tidak begitu stealthy (bersifat siluman). Tetapi jika manuver dan elektronik canggih telah diterapkan sesuai dengan janji-janji Rusia, maka pesawat ini akan menjadi raja dari seluruh jet tempur diluar sana kecuali F-22. Dan jika T-50 dijual di bawah harga 100 juta dolar, dipastikan akan laris manis bak kacang goreng.Untuk saat ini, T-50 dan J-20/30 China layak disandingkan sebagai pesaing potensial dari F-22. Seperti halnya F-22 yang biaya pembangunannya membengkak, ini juga terjadi pada program T-50, setidaknya harga T-50 ada di kisaran 120 juta dolar, namun harga ini bila T-50 diproduksi hanya dibawah 500 unit. Rusia berharap untuk membangun seribu T-50 untuk Angkatan Bersenjatanya.

  25. Kemunculan sukhoi SU-35S kemungkinan memang telah mendapat perhatian dari Kementrian Pertahanan dan Angkatan Udara, di masa mendatang pembelian SU-35S bakal menjadi sebuah counter-attack bagi 2 negara tetangga Singapura dan Australia yang akan membeli jet tempur generasi ke 5 F35 Lightning II. Di masa sekarang jika salah satu Negara Asia Tenggara berhasil memiliki Super Flanker akan terjadi efek ketidakseimbangan kekuatan udara yang akan makin memanaskan gejolak perlombaan senjata dikawasan (Arm Race). Katakanlah TNI AU sekarang berminat membeli 1 skuadron Su-35S, berita ini otomatis segera menyebar dan menjadi buah bibir bagi kalangan militer di kawasan, terutama Negara tetangga Indonesia, Malaysia-Singapura-Australia. Berita pembelian Su 35S TNI AU bisa jadi efek deterens bagi ketiga Negara tetangga ini sehingga memaksa para petinggi militernya melakukan analisis dan kajian tentang kemampuan TNI AU dengan adanya SU-35S dalam arsenal persenjataanya.

  26. beli 1 skuadron pak…

  27. betewe, kalaulah SU-35 ini dibeli sama indonesia
    apakah akan ada penyesuaian lagi? atau ada fitur-fitur khusus yang akan di instal sesuai maunya penerbang kita, sehingga namanya jadi berubah SU-35 RI atau SU-35 Revolution (halah….ngikut2 leo hehehe)

    • Nama Leo RI udah dari sono-nya gan, bukan karena kita beli.
      Su-35 bisa disebut Su-27 RI/Revolution 😀 , Su-35BM (Bolshaya Modernizatsiya/big modernization) adalah nama dagang untuk Su27 upgraded versi import. Untuk angkatan udara Russia sendiri namanya tetap Su27. Jadi sederhananya Su35 dibanding Su27 adalah seperti Leopard RI dengan Leopard 2A4.

      Untuk Sukhoi tergantung pembeli mau spek seperti apa, urusannya balik ke budget pembeli.

  28. su-35 maneuvers pelahan gerakan cobar dan frolov chakra hanya guna maneuvers tvc,,gerakan su-30mki india pantas apabila di bantu tvc dan canard gerakan meneuvers lebih baik su-35 cobar dan frolov chakra,, dari teknologi su-35 baik dari 30mki,, tapi kamu lupa rusia dan keluarkan versi upgrade su-30mki jadi su-30 super sukhoi

  29. Trus kenapa mas kalau dia dari malaysia? Sampeyan jangan berpikiran sempitlah

  30. borong jg rudal supersonicnya n bukan hanya itu ToT sklian g kan rugi g wlau mahal

  31. aku rela dipotong tc ku setahun untuk s400

  32. ayo bungkus aja si sukhoi 35 iini..mumpung australia dan singapura belom dateng f 35 nya..

 Leave a Reply