May 152017
 

Jet tempur FA-50 Angkatan Udara Filipina. © Youtube

Sedikitnya 20 teroris terbunuh saat jet tempur FA-50 Angkatan Udara Filipina yang baru di akuisisi menyerang dan menghancurkan sebuah markas Kelompok Abu Sayyaf (ASG) yang ada di Sumisip, provinsi Basilan, menurut Letkol Andrew Bacala Jr., komandan Batalion Pasukan Khusus ke-4, seperti dilansir dari Update Philippines.

“Hari Jumat, jet tempur FA-50 Angkatan Udara Filipina memberi serangan mematikan yang menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar dipihak ASG. Mereka terkejut dan tinggalkan sebagian besar perlengkapan dan makanan mereka yang belum selesai di markas mereka”, kata Bacala yang memimpin serangan militer.

“Suara raungan jet tempur supersonik itu mungkin terdengar sebagai bisikan kematian bagi personil teroris Abu Sayyaf”, tambah Bacala. Tembakan senjata artileri dan mortir segera di dilakukan setelah serangan udara dari jet tempur FA-50 Angkatan Udara Filipina.

Jet tempur FA-50 “Fighting Eagle” Angkatan Udara Filipina

Kolonel Juvymax Uy, Komandan Pasukan Gabungan Basilan, menyebut pasukan gabungan telah melancarkan sebuah serangan terhadap kelompok teroris Abu Sayyaf pimpinan Furuji Indama di Barangay Pamatsaken, Sumisip.

“Pasukan kami dapat membuyarkan musuh karena tembakan mereka tak terarah ditambah adanya dukungan dari artileri dan jet tempur Angkatan Udara Filipina. Selain itu, informasi yang diberikan secara sukarela oleh masyarakat dan aparat di daerah sangat penting untuk memvalidasi data intelijen yang ada di tangan” tambah Uy.

Bacala mengatakan bahwa pasukan gabungan Angkatan Bersejata Filipina berhasil merebut markas Abu Sayyaf yang duduk di puncak bukit sebelum pukul 10 pagi pada hari Kamis. Ada 12 tenda darurat yang bisa menampung sekitar 40 orang.

“Darah berceceran disekitar tempat itu, berdasarkan laporan intelijen yang diperoleh, setidaknya lebih dari 20 anggota ASG terbunuh oleh serangan pasukan gabungan”, menurut laporan militer.

Pasukan telah menemukan persediaan makanan dan komponen pembuat bom yang mampu membuat 30 alat peledak improvisasi (IED).

“Bandit Abu Sayyaf, kali ini tidak seperti pada baku tembak sebelumnya. Kami tidak lagi mengalami baku tembak berkepanjangan dengan kelompok ASG. Ini menunjukkan bahwa mereka kehabisan amunisi dan perlengkapan lainnya yang diperlukan untuk menyerang pasukan pemerintah. Lebih dari sekadar sumber daya, mereka tidak lagi memiliki basis massa yang pernah mereka nikmati”, menurut Uy menjelaskan.

Guguas tugas Angkatan Laut Basilan juga melakukan operasi interdiksi maritim, mencegah pelarian bandit ASG lewat jalur laut saat pasukan darat melancarkan serangan tersebut. Kini militer telah mengintensifkan operasinya menyusul perintah dari Presiden Rodrigo Duterte untuk segera menangani masalah ASG dalam enam bulan, yang dimulai pada bulan Januari.

Sejauh ini militer Filipina telah membunuh setidaknya 60 teroris Abu Sayyaf Group (ASG) di seluruh provinsi mulai dari pulau Basilan, Sulu dan Tawi-Tawi.

  26 Responses to “Jet Tempur FA-50 Filipina Gempur Markas Abu Sayyaf”

  1. Habisin….titik (baksonya) !!!

  2. Apakah efektif, Bung TN, PhD?

    • Maaf ki patih…itu kenapa kedua belah tangan nya selalu ada didepan, kayak lagi megangin apa gitu?

    • Lihat saja hasilnya… Battle proven untuk serang darat.

      • Soalnya saya teringat Hornet nyerang pengganas…
        (ngeles, padahal tadi komen duluan sebelum baca. hehehihi..)

      • Bung TN, kira TNI AU mau borong nih baby falcon ga ya?
        Apalagi pake JDAM makin moncer nih barang

        • Bung DC,
          Bung TN belum mandi.
          Biar saya tebak jawabannya:
          Borong itu kalo belinya banyak.
          Beli sedikit nggak bisa dikatakan borong.
          Baby Falcon sangat mungkin dibeli Indonesia.
          Buat nggantiin Hawk mungkin.
          Bisa juga untuk skuadron baru.
          Begitu jawaban saya nebak-nebak saja bung.
          Benar atau tidak nanti tunggu bung TN.
          Biasanya bung TN akan kasih jawaban lebih detil.

          Bener-bener maksa diawali pake B semua. hihihii

          Bye bye bung..

        • FA-50 pada periode lalu dibeli dengan seri TA-50 dan FA-50 sejumlah 24 unit (diberitakan 16 unit) hanya saja belum lengkap dan upgrade diserahkan ke PTDI supaya lengkap speknya.

          24 unit ini sebagai pengganti Hawk Mk.53.

          Lalu jatuh 1 unit di Yogya.

          24 – 1 = 23 unit.

          Pada periode ini PASTI dibeli 12 unit.

          Pada periode 2019 – 2024 akan ditambah lagi 28 unit.

          12 + 28 = 40 unit

          40 unit ini sebagai pengganti Hawk 109/209.

          Jadi jumlah FA-50 pada 2024 akan jadi 23 + 40 = 63.

          Namun kebutuhan ideal light fighter kita jika dibagi 8 posisi x 14 unit = 112 unit.

          112 – 63 = 49 unit lagi kekurangannya.

          Kekurangan ini belakangan akan diisi oleh 50 unit IFX pada 2028 – 2034.

  3. borong bomb pt dahana

  4. masih g akurat,. klo yg “hornet’ bisa tepat bgt bidikannya.. hancur leburr,.. pisangnya, boomm!!!

  5. laris manis …ayo terus di action terus pinoy.. jg lupa borong bakso pl 100 kami..biar josss

  6. Ternyata cuma latihan gabungan.. ?

  7. Perlu waspada ..mereka nanti ada yg berenang ngungsi ke wilayah RI, intensipkan patroli2…lah.

  8. Kayak perang vietnam ya…. Amerika vs Vietkong

  9. Hadew…. 20 Tentara Abu Sayyaf tewas Termasuk Tetangga” nya…

  10. knpa yg d papua (gerombolan bersenjata) nggk d giniin ya.. nnti ada yg blg ham hem hom.. dah d bom aja tu ky filipina waktu upacara kmrn kan slsI tu..

  11. koq Filipina tak kena embargo ya? padahal menyerang musuh yang tak punya ranpur 😛 xixixix

  12. Di foto kedua kok FA50-nya bercanard ya?
    Apa ada spec khusus untuk PAF sehingga ada penambahan canard.
    Seharusnya tipe FA50 yang single dihidupkan kembali, lumayan buat penambahan tangki bahan bakar jadi bisa menambah radius tempur dan amunisi yang dibawa

 Leave a Reply