Aug 192018
 

Mig-31 Rusia (Fedor Leukhin via commons.wikipedia.org)

Lukhovisty, Jakartagreater.com – MiG Aircraft Corporation Rusia sedang mengerjakan pesawat tempur generasi kelima MiG-41, ujar CEO MiG, Ilya Tarasenko kepada TASS pada hari Jumat 17-8-2018.

“Tidak, ini bukan proyek mitos, ini adalah proyek lama untuk MiG dan sekarang kami melakukan pekerjaan intensif di bawah naungan UAC [United Aircraft Corporation] dan akan segera menyajikannya kepada publik,” kata kepala eksekutif MiG, menjawab pertanyaan tentang pekerjaan di pesawat MiG-41.

Seperti diberitakan sebelumnya, MiG-31 pencegat akhirnya akan digantikan oleh pesawat MiG-41, yang juga dikenal sebagai PAK DP (Prospective Aviation Complex of Long-Range Interception).

Sebagai mantan Panglima Angkatan Udara Rusia, Ketua Komite Pertahanan Dewan Federasi, Viktor Bondarev, sebelumnya mengatakan, desain eksperimental yang dikerjakan pada pengembangan PAK DP diharapkan mulai tahun 2018.

Sementara itu, MiG CEO Tarasenko mengatakan bahwa R & D dan desain eksperimental bekerja pada pencegat Rusia mutakhir direncanakan akan dimulai “dalam waktu dekat” dan pengirimannya ke Angkatan Bersenjata Rusia diperkirakan akan dimulai pada pertengahan 2020-an.

Selain dari versi yang diawaki, varian unpiloted dari pesawat pencegat juga sedang dipertimbangkan.

  9 Responses to “Jet Tempur Generasi 5, MiG-41 Bukan Mitos”

  1.  

    Karakteristiknya sluman slumun jg ya.? Waaahhhh…jarak jauh lagi. Klo B-2 Spirit ketemu dijalan, bisa keringetan pilotnya donk…hmmmm

  2.  

    yang jelas tu pesawat belum dadi dan bukan buatan indonesia,
    jadi bangun pagi itu berfiqir jangan ngahayal melulu.
    jadi siang hari kita bisa berkerja dengan perencanaan dan skema yang sudah kita fiqirkan.
    na kalo sore hari baru ngahayal sapa satu malam hari ada bidadari yang turun dari pespur.

  3.  

    MIG31 dan SU27/30….ibarat pinang di belah dua….

    •  

      sangat beda bung Fajr, dari backbone frame udah beda, body frame mig biasanya lurus dari depan sampe buntut, body frame sukhoi tidak terpisah dibelakang sayap utama, makanya su-27 dst disebut si hidung bengkok, karena posisi kokpit agak melandai kebawah.

      inilah yang menyebabkan ketika sedang terbang datar, posisi badan sukhoi seperti agak miring ke atas (bukan mendatar) dengan kokpit yang mendatar sehingga silhouete nya mirip burung elang yang sedang terbang (kepala dan paruh elang itu tidak pernah lurus dengan badan dan buntut karena memperhatikan mangsa di bawah, tapi buntut harus sedikit miring ke atas untuk mendapatkan kestabilan dan dorongan angin buritan) 🙂

 Leave a Reply