Feb 282019
 

Kendaraan peluncur rudal BrahMos dalam parade militer Januari 2018 di India © Dephan India via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – CEO dan MD perusahaan gabungan India-Rusia BrahMos Aerospace, Sudhir Mishra, telah mengungkapkan bahwa versi “NG” alias “Next Generation” yang lebih baru dan lebih ringan dari rudal jelajah supersonik BrahMos kemungkinan siap untuk diuji dalam dua tahun ke depan dan dapat diintegrasikan di Light Combat Aircraft (LCA) dalam waktu empat tahun, seperti dilansir dari laman Economic Times.

Dia meyakini bahwa integrasi dengan LCA akan sangat meningkatkan daya tariknya untuk pelanggan asing, karena sistem senjata asli tersebut akan memungkinkan para pejuang yang dilengkapi dengannya untuk mengeliminasi target di laut, darat dan udara dari jarak lebih dari 300 km.

“BrahMos NG akan menjadi sistem masa depan angkatan bersenjata kita. Kami sebelumnya telah mendesainnya untuk Angkatan Laut dan kali ini kami sedang mengembangkan versi udara-ke-udara”, kata Mishra.

Perbandingan ukuran rudal BrahMos dan BrahMos-M. © Anirvan Shukla via Wikimedia Commons

Mishra mengatakan bahwa gagasan untuk mengintegrasikan versi rudal baru dengan LCA Tejas diajukan oleh Menteri Pertahanan Sanjay Mitra. Dia menambahkan bahwa studi dan analisis telah dilakukan menunjukkan modifikasi apa yang akan diperlukan pada pesawat tempur untuk memungkinkan dapat dilengkapi dengan rudal BrahMos NG.

Versi rudal ini juga akan dipasang pada pesawat tempur Su 30 MKI. BrahMos NG sedang dikembangkan dengan fokus khusus untuk menetralkan “pengganda kekuatan” yang kini bergerak jauh di dalam wilayah musuh.

Pengembangan BrahMos NG tersebut akan menghasilkan rudal dengan judul “pembunuh AWACS” karena dapat menghancurkan sistem peringatan dini dan kontrol musuh bahkan setelah ditembakkan dari sisi perbatasan India. Rudal itu juga akan dapat menghancurkan pesawat tanker pengisi bahan bakar di udara.

Versi BrahMos NG akan memainkan peran di medan perang darat dan laut di masa depan juga. Untuk yang terakhir, itu berarti bahwa rudal akan diintegrasikan dengan kapal selam dalam tabung torpedo.