Jun 152013
 
Disain Pesawat IFX PT DI (photo by detik.com)

Disain Pesawat IFX PT DI (photo by detik.com)

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali melanjutkan pengembangan jet tempur hasil kerjasama antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Korea Selatan. Pada pengembangan tahap I telah dihasilkan 2 konsep jet tempur yang siap dikembangkan untuk tahap selanjutnya.

Berikut ini gambar konsep jet tempur karya putra-putri Indonesia yang diberi nama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX). Tampak ada sedikit perbedaan di ekor pesawat di antara dua konsep IFX.

Manager Komunikasi Dirgantara Indonesia Sonny S Ibrahim menjelaskan, technology development atau pengembangan teknologi yang berada di tahap I telah tuntas dilakukan. Pada tahap ini dihasilkan dua model.

Pada tahap berikutnya, hanya dipilih salah satu model yang akan dikembangkan untuk kemudian bisa diproduksi secara massal. “Kalau programnya jalan lagi hanya dipilih satu model saja, sebab satu model juga sudah besar biaya dan resources yang akan digunakan,” ucap Sonny, Jumat (14/6/2013).

Sebelumnya, tim dari Indonesia yang terdiri dari Balitbang Kementerian Pertahanan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, PTDI dan Institut Teknologi Bandung (ITB) terbang ke Korea Selatan untuk perencanaan KFX/IFX tahap pertama. Program ini, telah dilaksanakan selama 18 bulan dan berakhir bulan Desember 2012 lalu. Nantinya untuk versi Indonesia, PTDI akan memproduksi tipe IFX.  Jet tempur ini merupakan pesawat generasi 4,5. Pesawat ini lebih canggih dari jet tempur F-16 namun masih di bawah F-35.

Rencananya jet tempur Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) mulai diproduksi pada 2020. Jet tempur ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Indonesia dan Korea Selatan.

Saat ini pengembangan KFX/IFX akan masuk fase engineering manufacturing development. Proses yang dimulai tahun 2013 dan berakhir tahun 2020 ini, akan dilakukan di pabrik PTDI di Bandung Jawa Barat.  “Fase kedua adalah mulai detail desain persiapan produksi, pengerjaan prototyping, testing dan sertifikasi. Itu butuh 8 tahun, selesai 2020,” ucap Sonny.

Nantinya akan dipilih 1 konsep untuk dikembangkan dan diuji coba, hingga siap diproduksi massal. Pesawat ini, hanya dikonsep untuk 1 orang pilot tempur. Setelah selesai tahap engineering manufacturing development pada tahun 2020, kemudian dilanjutkan fase produksi dan perawatan. Kemenhan Indonesia, akan mengalokasikan 50 unit IFX untuk Tentara Nasional Indonesia. (detik.com)

  38 Responses to “Jet Tempur Indonesia Masuk Fase 2”

  1. Mantab… Jayalah NKRI

  2. Secara bentuk fisiknya memang bagusan yang tidak memakai canard designnya mengacu ke model F-35.
    Tetapi bila melihat kebutuhan Pespur yang bisa mencover wilayah udara Indonesia yang luas ini model kedua yang menggunakan canard lebih realistis untuk diwujudkan .,
    Menggunakan canard kelebihannya payloadnya lebih besar dan combat rangenya lebih jauh..
    Kelemahannya RCS nya lebih besar jadi lebih mudah dideteksi dan kelincahannya berkurang sedikit.

    Bila untuk menggantikan F-16 dan F-5 juga Ska HS Hawk sebagai pesawat interceptor, multi role dan Air superiority medium Fighter memang yang tidak memakai canard lebih unggul.

    Bila Untuk menggantikan ska sukhoi sebagai Airsuperiority Heavy Fighter maka pemilihan model yang memakai canard adalah yang terbaik.

    Solusinya produksi dulu yang tidak memakai canard saja untuk menggantikan ska medium fighter kita yang sudah tua tua dan perlu diadakan penggantian.
    Suatu saat bisa dikembangkan dengan yang memakai canard untuk menggantikan ska sukhoi yang tergolong relatif masih baru.

    Semoga cepat terwujud kemandirian Industri militer bangsa ini .amien

  3. bentuk jangan seperti Tejas negri bollywood punya,karena ndeso bentuknya…sudah film dan sinetron dikuasai orang babuje masak pesawat tempurnya ngikutin bentuk tejas…?

    • nah kan perancangnya saja masih meraba bayangan bagaimana bentuk aslinya jangan* panggil tukang las tetangga sebelah enginernya buat rapiin sayapnya bisa* dempol sana sini tuh pesawat…enggak jadi IFX malah jadi xo..xo..xo..

  4. Saya tidak yakin proyek IFX ini bisa terwujud, orang bodoh saja bisa ngerti

  5. iya jayalah mbahmu jaman dulu….

  6. mudah-mudahan proyek IFX bisa rampung&produksi masal,atau ga kita beli sukhoi 35bm aja :D,tapi Indonesia juga perlu pesawat tempur ringan krn pengoperasian’y tdk terlalu bnyk makan dana tdk sperti SU27/30.

  7. Maaf bro.. Emang pesawat siluman diliat dari apa bro..
    Kebanyakan liat film di indosiar yag bro.. Orang bisa brubah jd naga.. Kasian deh bro..

    Pesawat siluman bukan mesinnya bro.. Pesawat siluman tuw dari bodynya bro.. Misal catnya.. Mengunakan bahan yang menyerap signal radar.. Katanya sih.. Hheeh

    Terus.. Bodynya pake bahan komposit bro.. Biar lage2 radar tuw ga mantul bro..

    Dari desain bodi juga bro sangat berpengarih tuw bentuknya..

    kalu mesin juga bisa dkbn siluman.. Tp duite ra cukup bro..

    Maknnya kita bkin pesawat generasi 4,5++ bro.. Kalu bisa jd siluman alhamdulillah..

    Katanya om melectech mesinnya beli bro ga bkin..

    Maknnya jgn kebanyakan liat indosiar bro..

    Kalu lage jaga warung.. Jaga warung aj bro.. Jgn kbnyakan liat sinetron indosiar..

    Heheheh..
    Piss bro..

    • Mas Jitak Gondol Lu: saya spendapat dengan anda, Israel saja yang udah lama eksperimen masih gagal buat stealth siluman apalagi kita yang barusan coba-coba, tapi diambil positifnya saja siapa tahu Ahli2 Indonesia nantinya bisa menemukan dan bisa bikin sendiri pesawat siluman 🙂

      Mas kin: Kok kayak tukang cat saja hehehe, kalau cuma bodinya saja yang di cat dengan zat anti radar gitu, terus ngapain bikin IFX segala, F-16/sukhoi aja yang dicat atau dirombak bodinya kan beres. hehehe

      • bung John Nando, yag mungkin kalu anda tukang cat langsung berpikiran knapa ga sukhoi aj di cat pake Radar Absorbent Material.. mungkin kalau anda tukang cat anda akan berpikiran seperti itu..

        untuk mewujudkan IFX itu menjadi semi stealth lebih mudah ketimbang sukro karena dari desain bodi sangat berpengaruh pespur tuw bsa jd stealth ap ngga, ngga cuma dari dilapisi pake Radar Absorbent Material terus langsung jd stealth..

        kalu kita mau rubah sukro apa f 16 jd stealth akan lebih sulit karena kita ga punya hak bwat rubah2 struktur tuw pesawat..

        kalu dari IFX bisa karena skarang dalam tahap desain untuk pesawat, jd untuk mengaplikasikan stealth di IFX masih bisa..

        terus gini mas IFX tuw ngga murni stealth, hanya semi stealth, jd diharapkan IFX tuw memiliki Radar Cross Section yag kecil itu aj biar lebih sip gitu. kalu di radar kelihatan,, ow itu mah layangan gowangan.. jd ga perlu di intercept.. hehehehe

        terus ada kekurangan bila stuatu pesawat bner2 stealth contoh nie yag, B-2 spirit tuw dya ga ada komunikasi dengan pangkalan, jd sebelum terbang dya dibrifing, sekali brangkat misi ga bisa di cancle.. karena ap, pada pespur stealth tuw bentuk komunikasi dikurangi karena bisa kedetect sama radar kalu perpur yang stealth berkomikasi dengan pangkalan..

        terus niw dari B-2 spirit kenapa dari beberapa puluh peswat yang dbkin skarang udah pada di pensiunin pertama buat ngerawat cat yang Radar Absorbent Material biaya mahal, sampe ameriki aj ga mampu apa lagi kita terus hanggarnya B-2 Spirit ga bisa cuma ditutupin seng atasnya, hanggar nya khusus..

        terus dari mesinnya, untuk pespur stealth, biasanya mengunakan mesin dan desain exhaust yang khusus, coba mungkin bung John Nando dah pernah denger di F-35, sebelum gas buang keluar dari exhaust, gas buag terlebih dahulu diproses dicampur mengunakan udara sekitar supaya ga buang sampe luar udah dingin biar lage2 untuk supaya ga kedetek sama musuh.. heheheh

        jd serba ribet deh kalu pesawat stealth, nah makanya IFX dibikin semi stealth..

        gitu bung John Nando… kalu bung jhon nando bangga sama israel knapa ga pindah kewarga negaraan aj bung, ngapain di indonesia, kalu tiap hari cuma mencemooh bangsa sendiri..

        mungkin kalu ada salah2 kata mohon dikoreksi para sesepuh..

        • Pangkalan masih bisa memerintahkan abort mission / return to base, pilot B2 dapat menerima perintah tsb tapi tak akan mengkonfirmasi karena akan ketahuan, khususnya ketika telah memasuki wilayah negara sasaran…

    • Kalo mau jadi siluman gampang kok brow. Ntar kalo udah jadi, pilot ma pesawatnya kungkum di kali progo malem jumat kliwon pake kembang setaman, trus tapa brata 40 hari-40 malam. syukur-syukur ada siluman kelelawar mampir, kalo kena gigit akan mempercepat prosesi silumanisasi….

      Nah kalo udah berhasil, dijamin brow, tuh pesawat akan tampak siluman, secara visual gak berwujud pespur lagi karena bodi berkarat, tetanus, lumut dimana mana …..

  8. Orang yang coment selalu pesimis dan menganggap rendah negaranya sendiri ini yg sebenarnya pantas di binasakan,,

    • Maka dari itu bung orang pesimis itulah yang bikin kita jadi optimis. Biar intropeksi diri apa sih kekurangan dari negeri ini biar gak angkuh, sok pintar, sok tau & ujung2nya malah menyengsarakan rakyat sendiri nantinya, duit cuman dihambur-hamburkan mulu tapi gak dapet apa-apa. Orang Berkomentar terkadang gk sekedar ngetik tapi didasari dengan fakta yang ada.

  9. Ini penyakit masyarakat yang lagi digalakkan”” PESIMIS””

    Belum tentu PINTER dan pernah berjasa pada bangsa dan negaranya
    Tapi komentnya selalu PESIMIS dan Menjelekan bangsa sendiri.
    Kalau warga negara asing yang koment sih saya maklum
    Tapi bila Warga negara Indonesia apalagi yang dibayar oleh asing …waduhhh

    Saya sangat PRIHATIN melihat warga negara yang macam begitu…kok nggak Malu njelek njelekin bangsanya sendiri????
    Bagaimana perasaannya bila diri kita dijelek jelekan oleh anak kita sendiri ???
    Apa karmanya nanti menyusul?? akan dijelek jelekan oleh anaknya sendiri???

  10. Inilah indahnya perbedaan debat pendapat ada yang pro dan kontra, semoga bisa dijadikan motifasi. Saya disini hanya ingin menanyakan suatu hal yang membuat saya bingung klepek-klepek, yang saya tanyakan dari saudara-saudara itu ? dari mana lisensi IFX/KFK ? Dari Korea kah? Atau mungkin dari Amerika??, atau mungkin Indonesia akan mengembangkan sendiri Protoypnya? atau lisensi dari negara lain kah? mungkin ada yang tau ?, Terima Kasih.

    • Tidak ada lisensi… ini mengembangkan pesawat tempur baru Korea Selatan dan Indonesia… Mungkin basicnya dari F 16 yang dipelajari korsel untuk membuat T 50…T50…mereka kembangkan jadi pesawat tempur ringan….dan sekarang akan masuk ke pesawat tempur generasi 4,5 kfx/ifx….jadi benar benar brand new

  11. Comment yg jelek2 pun nggak pengaruh, tu tanya mr. diego ….. hi hi hi, entar khan ketahuan maksud dan tujuannya apa hi hi hi hi….
    Klo comment temen2 yg lama juga banyak pro dan kontra tapi dgn didasari pemikiran akademis dan dasar pengalaman yg jelas.
    Yang penting blog JKGR ini bisa terus up to date dan update berita terbaru.
    Klo Gue, dukung program pembuatan pesawat IFX dan pembuatan kapal selam sendiri, lanjutkan hi hi hi siapun pemimpin di masa depan pokoknya lanjutkan!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  12. Sebenernya spek yg diinginkan RI itu apa sih, ada yg tau nggak? Trus nanti spek punya kita beda nggak dengan spek-nya Korea, fungsi multirole-nya untuk misi apa aja, soalnya selama ini yg ane tau dari baca2 cuman “Gen 4++, lebih sakti dari F-16 seri terbaru, multirole, stealth/semi stealth”. Pemahaman ane sampai sekarang adalah kita cuman ngikut program-nya Korsel yg berarti spek-nya mereka yang menentukan termasuk pemilihan mesin, radar dan senjata yg digunakan (tim kita masuk saat fase customer requirement dan conseptual design udah rampug, ini juga denger2 lho ya). Bisa dijamin nggak punya kita nanti spek-nya setara punya Korsel dan nggak ada pembatasan teknologi dari US/Inggris (kita bukan US ally/British ally). Soalnya ada selentingan kabar kita nggak boleh pake ini dan itu, cuman Korsel yg boleh make.. Terimakasih bagi yg sudi menjawab..

    • cara gampangnya, F-16 itu barang lama (Th.1970-an), sering di upgrade, akhirnya MENTOK, sehingga ngak mungkin lagi diupgrade, sekarang aja udah aneh dengan tambahan tangki bahan bakar di atas sayapnya (conformal tank)

      nah dibutuhkan pesawat baru yang FRESH, dengan teknologi serba baru, sehingga besok masih dapat diupgrade lagi.

      sama dengan HP kita, ngak mungkin kita tetep pakai HP tahun 2005, meski diupgrade macam apa. Nah sudah waktunya beli HP baru macam Andro**, sehingga masih bisa diupgrade misal OS-nya

    • Sorry ada yang lupa,

      Kalau Spec, itulah nikmatnya BUAT SENDIRI, sehingga kita bisa memilih komponen apa yang kita mau i, jika ada komponen yang misalnya di EMBARGO, kita bisa dengan mudah menggantinya, soalnya kita sendiri yang membuat SYSTEM nya. itulah bedanya kalau kita beli jadi, kita hanya bisa pasrah atau bekerja sangat/super keras untuk membongkar sistem orang lain (hacker), dan kalau beli jadi kemungkinan akan disusupi ALAT PENGUNCI (LOCK-DISABLE)

      Masalah beda spec dengan pihak Korea, itu udah jelas, karena kita pasti punya spec sendiri, contohnya CN-235 punya kita dan Spanyol, namun biasanya hanya sedikit dan tidak penting (mungkin), makanya setelah proses manufacturing maka Korsel-Indonesia akan berjalan sendiri-sendiri meski tetap bekerjasama

    • Thanks gan.. Nah ini yg ane pingin tau, Spec kita itu gimana nanti jika asumsi kita nggak dikasih radar Aesa dan daleman lain gara2 kita bukan US/British ally (atas rekomendasi tetangga atas bawah kita tentunya) itu terbukti. Apa untuk radar kita nanti minta dikasih Ericsson-nya Swedia (erieye)? apa ada opsi lain? Mesin dan daleman lain juga gitu kayaknya. Klo Korsel kan sedikit jelas klo mereka bakal disupport teknologi klo nggak BAE ya LM tergantung pilihan kerjasama mereka plus pesawat apa yg jadi diakuisisi mereka. Nggak ada teknology yg gratis, klo mau spec gen 4++ pasti ada imbal balik untuk pemilik teknologi-nya. Kasarannya mereka bilang ” Klo ente mau yg canggih, ya ente kudu beli ane punya barang, klo ente beli banyak ntar ane kasih teknologi yg ente mau di IFX ente”. Jadi kedepan menurut ane menarik, pesawat mana yg mau diakuisisi kita klo emang mau IFX kita setara punya Korsel. Apa kita mau beli Tipun, Rafale apa Gripen NG?.. Gitu kira2 apa yah..

    • Kalau spec pasti belum ada yang tahu karena model resmi KFX/IFX belum dipublikasikan, perjalanan masih sangat jauh.

      yang jelas nego ke negara pendonor Korea dan Indonesia pasti berbeda, karena negara pendonor maunya jelas G to G, sama dengan membuat CN-235, peralatan yang terintegrasi negonya juga melibatkan negara pendonor

    • O gitu ya bang.. Ya udah berarti harus nunggu dong kita jadi G to G ama negara mana, baru bisa tau spek resmi kita kek gimana.. Harapan ane sih radar dan mesin bisa setara Rafale minimal. Eh bang klo misal kita minta teknologi Rafale mereka sebagai imbalan kta borong Airbus kemaren bisa apa nggak yah, tanpa kita beli Rafale-nya mereka.. Kan jadi irit nggak berat di ongkos..

  13. Program F-35 memang terseok2, tapi kurang tepat jika disebut AS kalang kabut membuat pesawat siluman. Estafet dari F-117 yang subsonik dan telah pensiun berlangsung mulus kepada F-22 yang kemampuan supercruise dan super maneuverability-nya mungkin sudah berada di batas kemampuan fisik manusia untuk mengawaki. B-2 juga sudah operasional.

    Beberapa waktu lalu dikabarkan sistem OBOGS (on board oxygen generation system) F-22 bermasalah sehingga pilot mengalami gejala mirip hipoksia (dan jatuh -di Alaska).
    Penyelidikan yang dilakukan mengerucut pada dua kemungkinan; high operating altitudes dan intense maneuvering pada ketinggian tersebut mengakibatkan zat beracun rembes ke sistem suplai oksigen atau mengakibatkan terhambatnya pasokan oksigen yang memadai kepada pilot.

    (Sudah lama diketahui bahwa pilot pesawat jet tempur menderita gejala batuk2 yang bersifat sementara setelah melakukan manuver ekstrim di udara akibat suatu kondisi yang disebut ‘acceleration atelectasis’. Gejala ini lebih parah pada pilot F-22, dan disebut Raptor Cough).

    September 2012 jenderal Gilmary M. Hostage III, panglima US Air Combat Command tiba2 menyatakan bahwa sebagian masalah yang dihadapi pilot F-22 sesungguhnya merupakan batas2 kemampuan tubuh manusia. Hostage lalu mengajukan konsep ‘Combat cloud’ tentang kerjasama antara manned and unmanned systems pada AU AS masa depan.

    Fitur stealth KFX sendiri akan sangat terbatas mengingat seluruh persenjataan ditenteng di luar, pada hardpoints.

    • Terseok seok bukan karena gak mampu bikin. Tapi karena pusing mikirin skala ekonomisnya. Yang superb kayak B 2 dan Raptor bisa mereka buat. Tapi harganya gila gilaan. Lha mereka sendiri gak mampu beli banyak, apalagi negara lain. JSF dibuat lebih “ekonomis” supaya banyak negara lain (sekutunya) bisa beli. Tentunya setelah teknologi LO nya , yang bikin harga meroket, dipangkas banyak. Ini dia yang bikin seok seok, buat pesawat kategori LO ato malah VLO dengan harga yang bikin lega, susahnya setengah mati.

  14. tapi sayang buatan kita locationya gampang di device…

  15. @jitak, komen somplak, beginilah kalo loe kebanyakan nonton sinetron lantas komen di blog teknologi militer yg nota bene teknologi tinggi. PESIMISTIS LOE GANN…!!

  16. POOR DESIGN….!!!

  17. PT DI payah, miskin desain..! desainnya ngikut seperti yang ada dtsini saja http://haryopanji.deviantart.com/gallery/

  18. menurut saya bukan proyeknya yang bakal gagal “tapi kebanyakan dari kita merasa tidak sabar untuk melihat pespur buatan sendirg”

    takut keburu mati kali…ciyuss

  19. Melihat sejarah ke belakang dimana di tahun 80 an PT DI berhasil membuat pesawat CN 235…adalah sesuatu yg dianggap mustahil saat itu indonesia yg dianggap terkebelang ipteknya mampu membuat pesawat sendiri…adalah hal yg tidak mustahil PT DI mampu membuat pesawat tempur…

 Leave a Reply