Mar 012018
 

Pesawat pengintai taktis Sukhoi Su-24MR Rusia. ©Alex Beltyukov (CC BY-SA 3.0) via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Jet tempur Angkatan Udara Jepang pada hari Selasa, 27 Februari mencegat dan mengawal pesawat pengintai taktis Su-24MR Rusia, sebuut pernyataan markas besar Pasukan Bela Diri Jepang seperti dilansir dari laman InterFax.

Menurut keterangan, pesawat pengintai Rusia tersebut terbang menuju wilayah udara Jepang dari arah Laut Jepang. Pesawat pengintai Su-24MR bergerak ke semenanjung Noto di pulau Honshu, dan kemudian kembali ke jalur sebelumnya.

Tidak ada pelanggaran terhadap wilayah udara Jepang, menurut catatan militer Jepang.

Selain itu, di hari yang sama, Pasukan Bela Diri Jepang mencatat penerbangan pesawat pengintai Y-9 China di dekat perbatasan negara tersebut. Jet tempur Angkatan Udara Jepang juga melakukan pencegatan dan mengawalnya.

Menurut informasi militer Jepang, pesawat pengintai Y-9 China itu terbang dari daerah semenanjung Korea ke kepulauan Jepang Tsushima dan kembali. Pada saat yang sama, juga tidak terjadi pelanggaran atas wilayah udara Jepang.

Bagikan Artikel :

  18 Responses to “Jet Tempur Jepang Kawal Pengintai Taktis Su-24 Rusia”

  1.  

    Semenanjung Noto.

    Seperti pernah dengar..

  2.  

    Ada apa sebenarnya dengan 27 Februari 2018…dihari yang sama hina menerbangkan sebuah pesawat militer ke zona identifikasi pertahanan udara Korea Selatan (KADIZ).

    kok rusia kaya udah janjian sama cino….yang disasar sekutu ASU pula. hheee

    •  

      Tepat sekali bro dan Korsel yang sekutu ASU itu memberikan Indoensia banyak TOT yg bermanfaat u/ dunia militer Indonsia. Tanpa sekutu ASU itu Indonesia tdk akan pernah jualan LPD ke negara yang sekutu ASU juga….

      Dari Russian strong dapat barang Ya, soal dapat ilmu NOL besar

      •  

        .. jgn baper om hehe.. beda kelas nya.. untuk teknologi kelas satu memang sulit tot, beli dari USA pun gak akan dapet teknologi nya.. beli karena butuh, bukan beli karena ingin dapet ilmu, bedalah

      •  

        @marpuah, pasti dapetlah….cuma blm nongol aja wujudnya di Indonesia. Rusia jg ga pelit2 amat soal ToT, china & korut tdk akan sebesar skg tanpa bantuan Teknologi rusia/soviet….

        •  

          Hhhhhhhhhh, itu yg 35% katanya ToT kok cuman Offset aja??? Pelit banget ya Rusia. Ente koar2 4 teknologi inti gak dikasih di IFX padahal kalo mau tau yg 20 dikasih dan itu didasarkan pada F-35 karena LM yg terlibat. Lah Rusia ngasih apa?? Perawatan pesawat aja??? Hhhhhhhhhh

          •  

            Hla memang LM yang dipilih oleh Korea menjadi mitra pengembangan KFX/IFX… hla terus apa hubunganya dengan Russia??? beli pespur 11 Unit sudah sesuai persyaratan dimana mendapatkan ToT secara bertahap hingga total 85%, atau kalau belum bisa di dapatkan 35% Offset dan 50% dengan imbal dagang… lalu salahny Russia dimana??? justru pembelian pespur ini sudah mengikuti ketentuan perundangan di Indonesia, dan besaran 35% itu apa saja ya tanya saja sama pemangku kepentingan… kalau mereka sudah mau menerima berarti sudah sesuai dengan harapan dan keinginan…
            Justru kisah LM membuat project KFX/IFX mengalami kendala karena adanya 4 teknologi inti yang mesti dicari ulang ke pemasok lain… dan ini tidak ada hubunganya apapun atau tidak bisa diperbandingkan dengan pengadaan pespur Su-35, karena Su-35 itu beli… sedangkan KFX/IFX itu membuat pespur dari nol dan terpilihnya LM sebagai mitra memberikan kewajiban bagi LM untuk memberikan teknologinya untuk pengembangan KFX, jelas saja berbeda karena memang LM sebagai mitra pendukung… kenapa selalu disangkut pautkan, itu jelas dua sistem dan dua project yang berbeda…

          •  

            Jawab aja, Rusia ngasih ToT gak??

            Kalo LM jelas udah sepakat ngasih ToT 20 teknologi inti dan hanya 4 yg gak dikasih. Padahal F-16V belum secara resmi dibeli Indonesia loh. Malah kemarin kita yg telat nyetor dana buat pengembangan KFX/IFX ke Korsel dari kesepakatan pengembangan USD 2 Billions dari Indonesia.

            Coba, Indonesia dapet gak tuh ToT dari Rusia???

      •  

        dan korsel yg teRmasuk sekutu ASU aja dikadalin , udh beli sigembul mahal2 ternyata 4 teknologi inti untuk proyek KFX/IFX gk jadi dikasih , duh kasian nya,
        sama sekutunya aja gitu , apalagi kepada negara yg bukan sekutunya.

      •  

        Tpi iran,tiongkok india dpt tuch lisensi dari rusia

  3.  

    Sukhoi Su-24 (Fencer) Long Range Strike / Attack Aircraft

  4.  

    Indonesia belum perlu di intai karena belum ada alutsista yang menggetarkan tetangga.

 Leave a Reply