Nov 062014
 
Mock Up Jet Tempur KFX / IFX (gambar: Rafly)

Mock Up Jet Tempur KFX / IFX (photo: Rafly)

Spesisikasi pesawat tempur generasi 4,5 hasil kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan, KFX/IFX, bisa jadi akan berbeda antara yang dimiliki Indonesia dan Korea Selatan, walau rancang bangun fisiknya telah final.

“Serangkaian pembicaraan tetap dilakukan walau rancang bangun fisiknya telah ditetapkan. Modelnya bisa dilihat seperti pada Indo Defence 2014 ini,” kata Deputi Manajer Program KFX/IFX Korea Aerospace Industry, Hwang Sungho, di sela pameran industri pertahanan Indo Defence 2014, di Jakarta, Rabu.

Dia juga tidak mengungkap jenis-jenis teknologi –yang dikatakan akan menjadi teknologi “masa depan”– yang akan dibagi kepada Indonesia. Tentang ini, ahli teknologi penerbangan, Dr Mulyo Widodo, akhir 2013 lalu, menyatakan, “Meski sebagian lagi (teknologi) masih dicari, kami percaya Korea bisa meraihnya. Mereka punya peta jalan yang jelas dalam proyek pengembangan jet tempur,” katanya. “Mereka sudah memulainya dengan KT-1, lalu T-50, TA-50 dan setelah itu: FA-50. Lebih dari itu mereka juga punya belasan veteran NASA dan USAF yang jadi tempat bertanya. Mereka kini dosen di sejumlah perguruan tinggi,” kata dia.

Program KFX/IFX yang digagas Presiden Korea Selatan (saat itu), Kim Dae-jung, pada 2001, masih dalam tahap pengembangan walau kesepakatan komposisi pembiayaan antara Indonesia dan Korea Selatan sudah ditentukan, yaitu 20 berbanding 80.

Secara total, berdasarkan perundingan kedua pemerintahan, akan dibuat 120 unit KFX/IFX ini. Hwang juga tidak bersedia menjawab, apakah komposisi “kontribusi” pembiayaan 20:80 itu akan menentukan spesifikasi teknis KFX/IFX yang akan dimiliki Indonesia dan Korea Selatan.

Sempat berkembang “teka-teki” tentang rupa pasti fisik KFX/IFX ini, namun rancangan pasti fisiknya belakangan sudah dipastikan dan model skalanya dipajang di gerai KAI pada Indo Defence 2014 ini. Secara kasat mata, bentuk fisiknya sangat mirip dengan F-22 Raptor; bermesin dua dengan sayap tegak ganda dan rancangan kokpit serta bagian depan fuselage serupa, pun pada kompartemen bomb bay-nya yang tersembunyi.

Dengan begitu, arsenal yang bisa dia bawa disembunyikan sedemikian rupa di dalam ruang bom itu. Ini juga yang menolong tangkap radar cross section-nya menjadi sangat minimal. Teknologi serupa lazim dijumpai pada F-22 Raptor dan F-35 Lighting II.

Perbedaan spesifikasi itu, bisa pada beberapa hal tergantung pada keperluan masing-masing pemilik unit pesawat tempur generasi tercanggih yang digadang-gadang berteknologi stealth dan melongkapi capaian kemampuan Dassault Rafale (Prancis), Eurofighter Typhoon (konsorsium Eropa Barat), walau masih di bawah Lockheed Martin F-35 Lighting II.

Dia katakan, penentuan macam dan sumber piranti avionika, masih belum diputuskan. Banyak ambisi yang ingin ditanamkan pada tubuh KFX/IFX ini, di antaranya penguasaan teknologi stealth, yang pada beberapa tipe pesawat tempur secara terbatas bisa dientaskan dengan aplikasi cat tertentu yang bisa menyerap paparan gelombang radar.

Hwang sangat yakin bahwa Indonesia tetap pada pendiriannya yaitu mewujudkan KFX/IFX ini hingga operasional penuh. Saat ditanya mengapa perwujudannya sejak ide digulirkan memakan waktu lama, dia berujar, “Eurofighter Typhoon juga memerlukan waktu cukup lama untuk bisa beroperasi penuh.” (Antara News).

Bagikan Artikel :

  46 Responses to “Jet Tempur KFX Berbeda dengan IFX”

  1. horee… absen

  2. Maju terus PT DI

    • Aminn… Harus optimis se optimis jajaran direksi PT DI dalam menjelaskan pada KASAU Marsekal Ida Bagus Putu Dunia tentang progres IFX di booth PT DI kemarin, sayang foto tidak disertakan bung diego.

  3. Semoga dapat benar2 terwujud, pesawat tempur impian buatan dalam negeri…

  4. absen

  5. SEMANGAT !!!

  6. bagusnya sihh klo buat ifx kembangin aja sesuai keinginan dan kebutuhan kita..

    • Memang bung, kita semua setuju dan mungkin arah pengembangan alutsista dalam negeri mengarah ke sana, namun untuk saat ini sepertinya agak susah bung, sedangkan kerja sama dengan korsel saja masih ada beberapa core technology yang masih harus dicari… Makanya Korsel membeli f-35, salah satu alasannya adalah korsel harus dibantu untuk memenuhi kfx nya…

    • alasan lainnya adalah penyertaan modal yang hanya 20 persen dari Indonesia menyebabkan kita hanya bisa ‘manut wae’ hehehe…
      selain itu, desain memang dipegang oleh Korsel bung.

  7. Kalaupun Euro Typhoon diakuisisi untuk menggantikan armada tempur f-5 maka alasan yang paling pas menurut saya adalah TOT beberapa komponen pesawat seperti mesin dan avionik untuk dicangkokan pada IFX. Di samping itu PT. DI memang kesengsem sama EuroTypoon… tapi di angkasa (edisi nya lupa) saya baca bahwa Eurotypoon memang sudah tidak termasuk disebutkan untuk menggantikan f-5, malah yang disebutkan adalah Su 35, saab grippen, dan f-16.
    Namun melihat agresifnya langkah euro thypoon akhir2 ini sepertinya mengarah pada replacement armada f-5 TNI AU

  8. untuk benar benar mandiri indonesia harus menguasai teknologi pembuatan mesin pesawat.kerjasama alih tehnologi harus sampai pd pembuatan mesin pesawat.

  9. Bung Zero mana yah , pengen ngobroL yg Hoax Hoexs he he he :mrgreen: gimana nih perkembangan Jiseries , kok ada yg Non deLta dan yang deLta atau Canard , bung Zero hadirLah 🙂

  10. apanya ya kira2 yg beda

  11. Bakar menyan

  12. klo gtu munkin jln lainnya adalah seperti yg di lakukan pemerintah sekarang ini ya bung lamberth.
    dgn mndapatkan tot pembelian jet tempur dari luar kemudian pt DI coba mengembangkanya. seperti yg sekarang sedang ramai jdi pembicaraan.

  13. yahh kok loncat sihh..

  14. patungan cuma 20% minta beda boleh,beda kebutuhan atau spek yg menyesuaikan indonesia,tapi kalo minta ini itu yg lebih wow ahhh sudahhhlahhh

  15. tot yg ditawarkan EF tidak lebih baik dari Saab , apalagi sukhoi , walaupun cuma 1 skuadron.
    mamfaat tot dari Saab bisa langsung diterapkan ke ifx . dengan KIA ?sayang sekali alot seperti daging bebek.

  16. Basic mungkin sama tp Avionik & Mesin mungkin akan BEDA..kalau KorSel mengacu ke F35..kalau kita mungkin mengacu ke Tipun atau Gripen..:)

  17. Wes ojok angel- Angel .. ambil aja SU35 and TOT.. bru gahar.

  18. Pesawat tempuku mendarat mulus di dalam sanubariku.

  19. haha udah kebayang di mata saya bagaimana Indonesia 2030 Bisa jadi penguasa Asean haha 😀

  20. smoga kita pnjang umur bs liat ni pespur kbnggaan trbang dilangit indonesia

  21. pagi

  22. Ya semoga secepatnya sudah jdi…dan terbang..

  23. Mantabbb

  24. lanjutkan…..kami bangga…jayalah NKRI……

  25. SEmoga cepat jadi dan menjadi bagian dari pengawal angkasa NKRI.

  26. Met Pagi Gan, numpang koment dikit. Kelihatannya baik Korea maupun indonesia masih kesulitan dalam menanamkan beberapa piranti penting, mungkin radar, avionik, mesin dan persenjataannya terutama rudalnya.
    Kalau boleh beri masukan, sebaiknya dan kalu anggaran memungkinkan kita akuisisi tiga jenis pesawat tempur yang ditawarkan ke kita seperti SU-35, Typhoon dan gripen dengan catatan masing-masing mau memberikan TOT yang diperlukan.
    Misalnya dari SU-35 kita dapat TOT menbuat radar, dari Typhoon kita dapat TOT membuat mesin dan dari Grripen kita dapat TOT membuat rudal.
    Jadi lengkaplah IFX versi Indonesia.

  27. IFX terlalu lama, kita harus mencontoh tiongkok “Liat, Analisa & jiplak n modifikasi.

  28. Kalo untuk IFX bolehlah beli Euro Fighter Typoon yang dapat mengisi Pespur F5 sekalian alih teknologi tetapi …. doktrin pertahanan kita supaya daya gentar dan daya pengaruh di tingkat Kawasan dan Asia … Mau atau tidk mau .. Suka Atau Tidak Suka … TNI khususnya TNI AU harus mengakuisisi SU 35 S sebagai Pespur Kelas Berat dalam mengcover Kedaulatan Udara NKRI … Karena ancaman sudah didepan mata macam negara yang suka pamer dan belagu kayak Australia, Singapura, Malaysia, Amerika dan China …

    SU 35 S paling mantap dan yahuuudd vertikal take off nya …..

  29. Artikel tidak menjelaskan bedanya dimana, dan mengapa bisa beda.
    Imho :
    Fuselage, dan kelengkapan fuselage, sayap, mesin , fitur stealth, engine lebih untung kalau kita ikut saja Korsel, sehingga diperoleh pesawat yg utuh.

    Isinya seperti radar, avionik, dan cantelan senjata yang mungkin bisa beda, bisa dipilih dari berbagai sumber/ negara.

  30. wow. gue suka dengan desainnya. semoga hasilnya sekeren penampilannya. 🙂

  31. mau tanya nih pada para sesepuh, bung nar, bung satrio, bung PR, klo dipesawat komersil kan ada AC supaya tidak kepanasan dan kekurangan oksigen, nah klo di pespur ada ga AC nya di kokpit? klo kekurangan oksigenya kan ada liquid oksigennya? tp klo ga ada AC apa ga kepanasan tuh pilotnya? maaf oot….. awam

    • semakin tinggi semakin adem mas..
      1000 feet +/-2’C perbedaannya
      kemampuan pesawat di stratosfer smp stratospse suhu bisa minus 54 ‘C.
      lbh jelas bung satrio kl mau nambahin.

    • @arrsy08:semakin tinggi semakin adem mas..
      1000 feet +/-2’C perbedaannya
      kemampuan pesawat di stratosfer smp stratospse suhu bisa minus 54 ‘C.
      lbh jelas bung satrio kl mau nambahin.

  32. hahhahahhahaha

  33. Susah ya buat pswt, kalo tahu apayg sesungguhnya terjadi bakalan ngelus dada kali dan harus optimis

  34. 25 tahun berlalu…., ketika seseorang membongkar gudang, dia tampak menemukan sesuatu. sebuah mockup pesawat tempur. sempat bingung melihat jenisnya, selidik punya selidik. ternyata dulu indonesia punya cita cita membuat pesawat. diapun tersenyum kemudian menyimpan kembali kedalam barang tersebut ke dalam gudang.

  35. 25 tahun berlalu…., ketika seseorang membongkar gudang, dia tampak menemukan sesuatu. sebuah mockup pesawat tempur. sempat bingung melihat jenisnya, selidik punya selidik. ternyata dulu indonesia punya cita cita membuat pesawat. diapun tersenyum kemudian menyimpan kembali barang tersebut ke dalam gudang.

  36. Lanjutkan, buat kejayaan dimasa depan

 Leave a Reply