May 212017
 

Jet tempur legendaris Sukhoi Su-27 Angkatan Udara Rusia. © anapet.info

Tepat 40 tahun yang lalu, pada tanggal 20 Mei 1977, prototipe jet tempur generasi keempat legendaris Sukhoi Su-27, melakukan penerbangan perdananya. Prototipe pertama memiliki kode T-10-1. Berikut ini adalah ulasan sejarah perkembangan dan modernisasi jet tempur Su-27 yang menunjukkan bahwa pesawat ini masih yang terbaik dalam pertempuran jarak dekat dan pesawat ini masih belum ketinggalan zaman, seperti dilansir dari Sputnik News.

Su-27 Rusia benar-benar berperan sebagai simbol industri pertahanan Rusia di paruh kedua abad ke-20, setara dengan tank T-72 dan senapan serbu Kalashnikov. Khusus pada pesawat ini, Uni Soviet menerapkan semua teknologi paling canggih dari rekayasa pesawat terbang Soviet, berkat pesawat yang dapat dimodifikasi hampir tanpa batasan.

Jet tempur Su-27 dirancang untuk menandingi F-15 AS. © Sukhoi Company

Puluhan jet tempur Su-27 yang dimodifikasi saat ini berpatroli di langit lebih dari 20 negara, desain dan dukungan teknik yang konstan berarti masa kerja burung besi ini masih jauh dari selesai.

Semuanya berawal di Biro Desain Sukhoi pada akhir tahun 1969. Uni Soviet membutuhkan jet tempur superioritas untuk mengejar ketinggalan dengan jet tempur F-15 AS yang sedang dikembangkan berdasarkan program FX sejak tahun 1966.

Prototipe Su-27 dengan kode T-10 dipajang di Museum Pusat Angkatan Udara Monino. © Mike 1979

Prototipe dengan kode T-10 selesai pada bulan September 1971. Setelah konsep jet tempur tersebut dipresentasikan, Kepala Staff Angkatan Udara Soviet memutuskan untuk bergerak maju dengan dua desain secara paralel. Versi ringan adalah Mikoyan yang sekarang dikenal sebagai MiG-29 Fulcrum dan versi yang lebih berat dikenal sebagai Sukhoi Su-27 Flanker.

Pada tahun 1976, Sukhoi mulai membangun tiga unit prototipe T-10 pertamanya, dua untuk pengujian penerbangan dan satu untuk pengujian struktural. Dua unit prototipe terbang dari Su-27 dilengkapi dengan mesin AL-21FZAI.

Jet tempur taktis bermesin ganda F-15 Eagle buatan McDonnell Douglas, AS. © Grigoriy Sisoev

Pembangunan prototipe pertama T-10-1 selesai pada bulan April 1977 dan pada tanggal 20 Mei 1977 pesawat ini melakukan uji terbang perdananya.

Pada bulan Mei 1978, program pengujian diperluas pada prototipe kedua, yaitu T-10-2, dan setahun setelahnya, pada tahun 1979 prototipe T-10-3 dan T-10-4 dilengkapi dengan mesin AL -31F.

Namun jet tempur tersebut memiliki kekurangan dalam hal sistem fly-by-wire (FBW) yang menggantikan kendali penerbangan manual jet tempur dengan antarmuka elektronika.

Desain ulang yang ekstensif mulai dari T-10-3 hingga T-10-15 dan versi revisi T-10-7, yang menandai lahirnya T-10S, melakukan penerbangan perdananya pada tanggal 20 April 1981.

Jet tempur multiperan Su-27. © Flickr / Rob Schleiffert

T-10S musnah dalam kecelakaan pada tanggal 3 September 1981. T-10S kedua berasal dari jalur produksi dengan berkode T-10-12 dan bodi pesawat baru. Prototipe itu juga musnah tanggal 23 Desember 1981.

Akhirnya demonstran T-10-15, berevolusi menjadi T-10S-3, akhirnya menjadi konfigurasi pasti Su-27.

T-10S-3 telah dimodifikasi dan resmi disebut sebagai P-42, sebuah angka yang menunjukan rekor dunia untuk waktu dan ketinggian, mengalahkan hasil yang diperoleh oleh F-15 tahun 1975 yang dimodifikasi dan disebut sebagai “Streak Eagle”.

Jet tempur Su-27SM mendarat dalam sebuah latihan penerbangan taktis di landasan udara Tsentralnaya Uglavoya. © Vitaly Ankov

Untuk rekaman pencapaiannya, P-42 melucuti seluruh persenjataan, radar dan peralatan operasional. Ujung sirip, tiang ekor dan rel peluncuran ujung sayap juga dilepas. Radome komposit diganti dengan logam yang lebih ringan. Pesawat itu kelupas catnya, dipoles dan semua celah yang menghasilkan drag dan sambungan disegel. Mesin dimodifikasi agar bisa menghasilkan peningkatan daya dorong 1.000 kg (2.200 lb), menghasilkan rasio hampir 2:1 untuk daya dorong dan beratnya.

Jet tempur Su-27 Flanker mulai memasuki layanan operasional pada tahun 1985, akan tetapi akibat mengalami kesulitan manufaktur membuatnya tidak muncul sampai tahun 1990.

Jet tempur Su-27 tampil dalam pameran Dirgantara Internasional MAKS 2015 didekat Moskow. © Mikhail Voskresenskiy

Su-27 adalah jet tempur bersirip kembar yang sangat terintegrasi. Badan pesawat terbuat dari titanium dan paduan aluminium berkekuatan tinggi. Sirip dan konsol ekor horizontal dilekatkan pada beam ekor.

Bagian beam pusat antara nacelles mesin terdiri dari kompartemen peralatan, tangki bahan bakar dan wadah rem parasut. Kepala pesawat merupakan konstruksi semi-monocoque dan mencakup kokpit, kompartemen radar dan avionik.

Jet tempur multiperan ini dilengkapi dengan meriam GSh-301 kaliber 30 mm dengan 150 butir amunisi dan berbagai jenis rudal, roket dan bom yang terpasang secara eksternal pada 10 cantelan.

Dilengkapi sistem pencarian dan pelacakan inframerah, laser pengukur jarak, radar beserta HMD yang memberikan kemampuan deteksi, pelacakan dan serangan.

Su-27 dilengkapi dengan alat penanggulangan elektronika baru untuk jet tempur individu, dan untuk perlindungan kelompok di bagian depan dan belakang.

Su-27 dilengkapi dengan radar Pulse Doppler Phazotron N001 Zhuk yang koheren dengan kemampuan track-while-scan dan look-down/shoot-down.

Jangkauan radar terhadap target dengan radar cross section (RCS) 3m² lebih dari 100 km di bagian depan dan 40 km di bagian belakang. Radar ini memiliki kemampuan untuk mencari, mendeteksi dan melacak hingga 10 target secara bersamaan dengan penilaian ancaman dan prioritas secara otomatis.

Pesawat ini dilengkapi sistem elektro-optik OEPS-27, mencakup sensor Infra-Red-Search and Track (IRST) yang dengan lensa laser penentu jarak. Jangkauan sistem elektro-optik adalah 40-100 km, tergantung pada target yang terlihat.

Jet tempur Su-27 Flanker China. © Flickr

Su-27 dioperasikan dengan Rusia, Ukraina, Belarus, Kazakhstan, Indonesia, Uzbekistan dan Vietnam. Su-27 juga dibangun dengan lisensi di China sebagai jet tempur F-11. Varian Su-27, yang dikenal sebagai Su-30MK, telah dijual ke India dengan produksi lokal berlisensi.

Pada bulan Mei 2006, Su-27 dipilih oleh Angkatan Laut Meksiko. Mereka memesan 10 unit, 8 pesawat berkursi ganda dan 2 unit sebagai jet tempur pelatih dua kursi Su-27UB.

Pada bulan Agustus 2007, Indonesia memesan 3 unit jet tempur Su-27SKM dan 3 unit jet tempur Su-30MK2.

Versi terbaru adalah Su-27SMM, sebuah upgrade untuk Angkatan Udara Rusia yang telah memperkuat airframe untuk memuat senjata tambahan, upgrade radar N001, kokpit kaca dengan tampilan multi-fungsi 3 warna dan peningkatan avionik. Yang pertama disampaikan pada bulan Desember 2003.

Balik pada bulan Agustus 1992, sekelompok jet tempur multiperan Su-27 Angkatan Udara Rusia melakukan kunjungan persahabatan ke pangkalan Angkatan Udara Langley. Selama kunjungan tersebut, sebuah tawaran diajukan pihak Rusia kepada pihak Amerika Serikat untuk melakukan demonstrasi pertempuran udara antara Su-27 dan F-15. Penerbangan itu melibatkan 1 unit Su-27UB, 1 unit F-15C dan 1 unit F-15D.

Su-27 memberikan tantangan dan menang

Jet tempur F-15D AS tidak mampu menggoyahkan Su-27 dari belakang, jet tempur Su-27 Rusia hanya perlu menggunakan sedikit usaha untuk bisa berada dibelakang ekor F-15D.

Selama pengejaran tersebut, Su-27 tidak pernah melebihi 18 derajat dari sasaran. Pada saat yang sama Su-27 dihadapkan dengan tugas yang sama yaitu untuk menghindari dari kejaran F-15C dan segera berada di ekornya, hal ini dilakukan silih berganti dengan mengunci F-15C dan F-15 AS satu per satu.

Selanjutnya pada tahun 2015, pilot Angkatan Udara India yang menerbangkan jet tempur Sukhoi Su-30 MKI secara garis besar unggul 12-0 dari jet tempur Typhoon Angkatan Udara Inggris pada pertarungan jarak dekat dalam latihan udara gabungan.

Presiden Rusia Vladimir Putin duduk dalam kokpit jet tempur Su-27. © Vladimir Rodionov

Diharapkan bahwa keluarga jet tempur Su-27 akan terus mempertahankan kehadirannya di medan tempur modern selama beberapa dekade yang akan datang, terutama hingga Sukhoi T-50 PAK-FA tampil dalam jumlah yang sesuai untuk Angkatan Udara Rusia.

  30 Responses to “Jet Tempur Legendaris Su-27 Rusia Masih Yang Terbaik”

  1.  

    great

    •  

      Artikel cap opooo iki
      Su-27 belum pernah masuk medan perang, jadi macan kertas aja
      F-15 berkali kali menang di medan perang merontokkan semua pesawat Rusia, tanpa kalah sedikitpun

      •  

        Artikel cap getah karet, wkwkwk

      •  

        Artikelnya penuh propaganda ini bung, kalo air superiority jelas F-15 lah udah betel prupen selalu hadir di setiap medan laga

      •  

        SU 27 pernah turun laga dalam perang antara Eritrea vs Ethiopia tahun 1998-2000. SU 27 mencetak hit dengan korban 4 MiG 29. Walau yang mengawaki masing masing pesawat adalah mercenaries, tetap saja terhitung ‘pernah masuk medan perang’, bukan?

      •  

        cap kampak Konkam Silent Eagle

      •  

        masalahnya F-15 blm pernah batle sama Su-27 d medan laga bung
        wong musuhnya kelas dibawahnya trus barang down grade jg
        emang pernah ada cerita F-15 amrik dogfight ma Su-27 dr negara mana aja ???
        tuh singapore aja ndak mau jd tim lawan TNI AU pas pitc black gara2 yg d bawa su-27/30, kurang canggih apa coba F-15 SG

  2.  

    Test

  3.  

    Test1

  4.  

    Test2

  5.  

    itt pesawat tempur klo mau landing kok kyk ada jendelanya yg membuka dibelakang kokpit itu apa ya????

  6.  

    akan berdatangan SU27 minimal 1 Ska. dan SU35 tetap 8 Unit. mudah2an impian bukan hanya imajinasi bergumam AKAN.

  7.  

    saya lebih seneng kalo foto yg duduk di kokpit pespur itu bung JEF xaxaxaaaa

  8.  

    Wuaaahhh….walau SU27 type lawas… Tapi masih mampu memberikan perlawanan terhadap Pesawat type baru…

  9.  

    apapun alutsista Russie di muat di Sputnik news takkan pernah lawas

    xaxaxa

    colek sales brondong

    •  

      Yela…tapi pertanyaannya cuma satu, berapa kali merontokkan lawan dalam pertempuran udara yg sebenarnya?

      Jawabannya mudah ditebak : Akan, Segera, Tertarik, Sedang dirundingkan…maupun istilah lain yang memiliki kesamaan arti

  10.  

    Yup, diawali dengan memeras getah karet !!!!

  11.  

    Yup anda betul..
    Sama halnya USA..

  12.  

    Aneh, F35 beritanya masalah melulu tapi Su27 yang notabene… Ya kau tau sendirilah. Kalau F35 merontokkan 1 skuadron Su27 baru tau rasa tuh. Eh boro2 F35 pake F15 aja deh…

    •  

      Aneh, F35 beritanya masalah melulu tapi Su27 yang notabene… Ya kau tau sendirilah. Kalau Su27 merontokkan 1 skuadron F35 baru tau rasa tuh. Eh boro2 Su27 pake Su15 aja deh…

  13.  

    wahhh tk kira yg ada rem tangan cma mobil dan truk, ternyata pespur jga ada to

  14.  

    Coba Rusia seperti AS menciptakan perang dmn2, baru percaya botol Pulpen nih pespur bagi pemuja AS. Tapikan Rusia gak maniak seperti AS!

  15.  

    Ya jelas mencekik lah bung wong tiap maintenance ringan aja harus dikirim ke rosiyah hahaha

  16.  

    HUAHAHA !!! KAGAK MONCER NI BARANG !!!

  17.  

    Wah Si Sales SAAB Gripik Singkong Dah Mulai Kumat. Dan Sialnya Kumatnya Lebih Parah Dari Sales Dassault… Sales SAAB (SeAkan-Akan Beli) Cuma Bisa Merendahkan Produk Milik Pesaing Tapi Yg Di Banggain Tentang Produknya Itu Gk Benar Sama Sekali Atau Lebih Enak Di Sebut Propajanda…

  18.  

    Yonhap…Klau Kagak Moncer Ngapain AS Sampe Ngasih Julukan Flanker (Pengapit) Dan Sampe2 AS Beli SU-27 Milik Negara Pecahan USSR Untuk Di Teliti Dan Di Bandingin Sama Pesawatnya Di Area 51…