Mar 302018
 

Jet tempur multiperan JF-17 buatan Pakistan. © Shimin Gu via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – China akan melakukan upgrade jet tempur JF-17 Angkatan Udara Pakistan dengan sistem radar kelas dunia yang secara substansial akan meningkatkan kemampuan tempur pesawat itu, menurut seorang peneliti radar China yang dilansir dari laman China News.

Hu Mingchun, pimpinan Institut Riset Teknologi Elektronik Nanjing di provinsi Jiangsu, mengatakan bahwa radar active phased array KLJ-7A akan memberikan JF-17 banyak keuntungan dalam pertempuran udara.

“Produk kami akan sangat memperluas jangkauan deteksi jet tempur ini, memberikannya pandangan yang jauh lebih lama yang akan membantu mendeteksi pesawat musuh sebelum mereka, dan ini sangatlah penting karena dalam pertempuran nyata jika Anda melihat pertama, Anda berpeluang menembak duluan”, kata Hu Mingchun.

Hu menambahkan bahwa radar AESA KLJ-7A itu mampu melacak lusinan target dan melibatkan beberapa dari mereka secara bersamaan. Radar juga memiliki kapasitas anti jamming yang cukup baik dan membuat pesawat mampu menjauh dari gangguan elektronika musuh.

Radar KLJ-7A dapat dipasang pada jet tempur ringan atau pun jet tempur menengah. Ini adalah salah satu yang terbaik di dunia dalam hal teknologi dan kemampuan, kata Hu.

Institut Riset Teknologi Elektronik Nanjing, adalah bagian dari raksasa pertahanan milik China Electronics Technology Group Corp, adalah pengembang radar militer terbesar dan terkuat di China. Produknya telah dijual ke lebih dari 20 negara di Afrika dan Asia.

Jet tempur JF-17 Thunder, juga dikenal sebagai jet tempur FC-1 di Cina, itu merupakan jet tempur multiperan ringan yang dikembangkan oleh Aviation Industry Corp of China dan Pakistan Aeronautical Complex.

Pesawat ini telah dikerahkan secara luas oleh Angkatan Udara Pakistan dan beberapa dilaporkan telah dibeli oleh Angkatan Udara Myanmar. Sementara Cina dan Pakistan tidak berusaha mencari pembeli baru.

Wu Peixin, analis industri dirgantara di Beijing, mengatakan bahwa peningkatan dengan jenis radar mutakhir tidak diragukan lagi akan bisa meningkatkan daya tarik jet tempur JF-17/FC-1 kepada calon pembeli dari negara-negara berkembang.

“Radal KLJ-7A akan memungkinkan JF-17 dan variannya untuk memiliki kemampuan bertarung yang lebih kuat namun dengan biaya yang wajar, memungkinkan itu untuk bersaing atau menghadapi jet tempur malah buatan Barat atau Rusia”, katanya.

Hu menyarankan bahwa China harus lebih mendorong dan memberikan lebih banyak dukungan kepada upaya para produsen alutsista China untuk mengekspor itu karena dengan demikian teknologi dan produk pertahanan negara akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk menampilkan keunggulan mereka kepada pembeli dan juga untuk memverifikasi desain dan kemampuan demi peningkatan lebih lanjut.

Lembaga penelitian tersebut telah mempromosikan serangkaian radar generasi terbaru yang mampu untuk mendeteksi pesawat siluman tercanggih di dunia, F-22 Raptor AS.

Jenis-jenis radar baru ini, seperti YLC-8B, SLC-7 dan SLC-12, mengintegrasikan metode deteksi pemindaian mekanis tradisional dengan teknologi array aktif AESA dua-dimensi, sehingga mereka mampu menangani tidak hanya jet tempur siluman tapi juga pesawat tanpa awak, dan bahkan rudal jelajah atau balistik, menurut institut itu.

Semua jenis radar tersebut dapat dipasang pada kendaraan, katanya.

Hu mengatakan bahwa institut itu tidak hanya menjual radar tetapi juga menyediakan paket solusi pertahanan udara kepada klien dan membantu mereka dalam penelitian dan pengembangan kemampuan klien itu sendiri.

“Di masa lalu, radar kami masih tertinggal sehingga kami harus mengikuti aturan orang lain baik di pasar maupun di medan perang. Sekarang kami telah mulai berubah menjadi pemain terkemuka di bidang ini. Oleh karena itu, kami menjadi pembuat aturan dan membuat yang lain agar mengikuti aturan kami”, jelas Hu.