Jul 252017
 

ilustrasi : F-A-18F Super Hornet (U.S. Navy – Mass Communication Specialist 3rd Class Paul J. Perkins)

Damaskus – Tak kurang dari 30 warga sipil tewas pada Senin 24 Juli 2017, sewaktu serangan udara pimpinan AS mengenai satu Penjara yang dioperasikan oleh ISIS di Kota Ar-Raqqa di bagian Utara Suriah, demikian laporan radio lokal, Sham FM.

Serangan oleh koalisi pimpinan AS tersebut mengenai Penjara itu, tempat warga sipil ditahan oleh kelompok gerilyawan ISIS di bagian tengah Kota Ar-Raqqa, ujar laporan tersebut.

Serangan itu dilancarkan beberapa jam setelah koalisi pimpinan AS menyerang beberapa deerah di Kota Mayadeen di Provinsi Deir Az-Zour di Suriah Timur, demikian laporan Xinhua, yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa 25 Juli 2017 pagi. Sepuluh orang tewas dalam peristiwa itu, kata stasiun televisi Al-Mayadeen.

Sejak memasuki Suriah untuk memerangi ISIS pada tahun 2014, koalisi pimpinan AS sudah menewaskan puluhan warga sipil di berbagai daerah yang dikuasai oleh ISIS dan Suriah Timur dan Utara.

AS belum lama ini sudah menyokong Pasukan Demokratis Suriah, pimpinan suku Kurdi, dalam desakan mereka untuk merebut Ar-Raqqa, Ibu Kota de Faktor ISIS di Suriah.

Pada Minggu 23 Juli 2017, Al-Mayadeen melaporkan sebanyak 50 orang gerilyawan Front An-Nusra, yang mempunyai hubungan dengan Al-Qaida, tewas dalam ledakan di Kota Idlib, Suriah Utara.

Beberapa mobil, yang berisi amunisi, meledak di dekat satu pertemuan gerilyawan Front An-Nusra, dan tidak ada petunjuk lebih lanjut yang menunjukkan apakah pemboman itu direncanakan atau tidak sengaja.

Mobil tersebut kepunyaan gerakan pesaing Front An-Nusra, Ahrar Ash-Sham, yang kalah dominasi di Idlib pada Minggu pagi dari Front An-Nusra, atau Front bagi Pembebasan Levant, sesudah pertempuran antara kedua kelompok itu.

Pertempuran antar-kelompok gerilyawan tersebut sudah terjadi baru-baru ini di Idlib, yang sebagian besar dikuasai oleh Front An-Nusra. Sementara itu Ahrar Ash-Sham melaporkan penarikan diri dari kota tersebut.

Front An-Nusra, yang dimasukkan sebagai kelompok teror oleh masyarakat internasional dan PBB dan dikeluarkan dari setiap kesepakatan bersama dengan kelompok ISIS.

Perang melawan Front An-Nusra sudah mendorong beberapa kelompok gerilyawan yang bersekutu dengannya agar mundur di tengah laporan bahwa Ahrar Ash-Sham telah bersekutu dengan Tentara Suriah Bebas,yang didukung oleh Turki. Antara/Xinhua-OANA

Bagikan:

  4 Responses to “Jet Tempur Pimpinan AS Tewaskan 30 Warga Sipil di Suriah”

  1.  

    Bosen dengarnya… sdh brp kali pasukan koalisi mami rika menyasar rakyat sipil… tdk hanya d syuriah… d negara laen jg… bahkan orang hajatan jg d sasar…. dunia bungkam dg kejadian itu…

  2.  

    Teknologi canggih ditujukan untuk membunuh rakyat sipil…!!! .amerika ohh amerika!!
    Harusnya mereka tau kalo di penjara itu isinya rakyat sipil biasa!! Bilangnya intelenjen mereka akurat kalo ngasi info!!!

 Leave a Reply