Dec 192014
 
su-34-f-35

Su-35 dan F-35

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Salam sejahtera.

Pendahuluan
JKGR tercinta telah menampilkan artikel-artikel tentang Su-35, dan menimbulkan komentar pro dan kontra yang ramai secara sehat. Mengapa begitu? Tentu saja terkait antara lain dengan keputusan TNI AU dalam memilih Su-35 sebagai pilihan nomor 1 pengganti F-5, dan antisipasi ancaman kedaulatan udara kita jangka waktu 5 – 10 tahun ke depan, terutama menghadapi F-35. Sebagaimana diketahui Australia telah memesan sampai dengan 78 pesawat tempur F-35, dan Singapura juga sedang menjajaki untuk membelinya. Pada kesempatan ini penulis mencoba untuk membandingkan SU-35 vs F-35 dengan cara melakukan skenario penyerangan udara Australia ke sarang The Thunders di Makassar.

Beberapa singkatan kata
AMRAAM – Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile
JDAM – joint defence air munition
TVC – thrust vector control
MRTT – Multi Role Tanker Transport
VLO – very low observables (siluman/ stealth)
LO – low observables (siluman/ stealth)
ARH – active radar homing seeker rudal
SARH – semi-active radar homing seeker rudal
DL – datalink for midcourse guidance corrections rudal
IMU – inertial package for midcourse guidance rudal
IRH – heatseeking, single or dual colour scanning seeker rudal
RF – passive radio frequency anti-radiation seeker rudal
WVR – within visual range
BVR – beyond visual range
DRFM – digital radio frequency memory
AAR – air-to-air refuelling
SEAD – suppression of enemy air defences
AEW&C – airborne early warning & control
CAP – combat air patrol

Skenario
Gambar 1 menunjukan pandangan Australia tentang kemampuan aksi radius F-35, tanpa atau dengan satu kali AAR. Dari gambar tampak bahwa diperlukan 1 x AAR untuk mencapai Makassar. Tetapi perlu diingat bahwa MRTT harus menunggu di posisi tersebut untuk mengisi kembali bahan bakar F-35 guna perjalanan pulang ke pangkalannya (Darwin, Curtin dan/ atau Learmouth).

Gambar 1

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 2

Kabar terakhir menyebutkan bahwa aksi radius F-35A adalah 584 nm atau 1000 km. Pada radius ini dari sasaran (Makassar) F-35A akan mengisi bahan bakar untuk terakhir kali sebelum menyerang. Namun MRTT harus tetap berada pada posisi ini menunggu kembalinya F-35A, untuk pengisian bahan bakar lagi sebelum kembali ke pangkalannya. Bila tidak, karena misalnya MRTT telah diusir atau ditembak jatuh oleh SU-35, maka F-35A akan jatuh ke laut kehabisan bahan bakar. Formasi F-35A diasumsikan terdiri dari 24 pesawat sebagai sweeper dipersenjatai 2 AMRAAM C dan 2 AIM-9., dan 24 pesawat sebagai bomber dipersenjatai 2 JDAM dan 2 AIM-9. Ini sesuai dengan data terakhir kapasitas internal weapons load dari F-35A. Mengapa tidak semuanya 78 pesawat dikerahkan, karena ada yang dalam perawatan dan sebagai cadangan.

Serangan ini ditangkal oleh kita menggunakan SU-35, sebuah pesawat multi role fighter yang istimewa, karena mempunyai fuel fraction yang besar (0,40) disamping dapat mengusung banyak persenjataan di 12 hardpoints. Mengingat sesuai data yang dipublikasikan SU-35 mempunyai jarak tempuh 3600 km dengan bahan bakar maksimum di ketinggian, adalah aman untuk mengatakan bahwa aksi radius SU-35 adalah sebesar 1500 km (50% bahan bakar + persenjataan).

Semua tersebut di atas ditunjukan pada Gambar 2.

Gambar 3

Gambar 3

Di atas telah disebutkan bahwa MRTT harus tetap berada pada posisi radius 1000 km dari sasaran, menunggu kembalinya F-35A, untuk pengisian bahan bakar lagi. Bila tidak, maka F-35A akan jatuh ke laut kehabisan bahan bakar. Inilah kelemahan dari serangan ini. Bila ditarik garis lurus dari posisi ini ke Makassar, maka kita dapat memprediksikan bahwa di sepanjang garis tersebut akan terdapat F-35A, terlepas pesawat siluman atau tidak. Apalagi ada SatRad Saumlaki (jangkauan 440 km) dan SatRad Buraen (jangkauan 620 km) yang overlap satu sama lain pada radius 1000 km ini. Kedua SatRad ini, mungkin agak susah mendeteksi F-35A (siluman?), tetapi gampang mendeteksi MRTT yang sudah in position. Dengan demikian jalur serangan lewat Tenggara ini sudah tertutup. Masih ada tersisa satu lagi jalur serangan lewat Barat Daya (Lombok) karena sayangnya masih ada Radar Gap di situ. Namun demikian, tanpa SatRadpun, kita masih bisa prediksi dengan keakuratan cukup tinggi posisi MRTT, dan dimana kira-kira posisi F-35A, sesuai dengan garis lurus dari posisi ini ke Makassar, tinggal kita kirim SU-35 untuk menghancurkannya. Kuncinya adalah rontokkan MRTT, dan Australia sudah kalah.

Semua tersebut di atas ditunjukan pada Gambar 3..

Sifat siluman F-35A
Semua pakar dan komentator, di luar USAF dan pabrik pembuatnya Lockheed, telah menganalisanya dan sampai sekarang telah sampai pada kesimpulan bahwa sesungguhnya F-35A adalah bukan VLO (seperti F-22) melainkan hanya LO. Salah satu kesimpulannya adalah bahwa sifat silumannya hanya baik pada aspek sudut 30º (hijau) dilihat dari depan, kurang (kuning) pada sudut 30º-120 º dari depan dan 60º belakang, serta lemah (merah) pada kurang lebih sudut 90 º dari samping kiri dan kanan. Lihat Gambar 4. Demikian pula lemah apabila dipandang dari sebelah atas atau bawah.

Selain itu, semua pesawat jet, siluman atau tidak, bila terbang pada ketinggian akan menghasilkan panas dari gesekan dengan udara, dan panas dari gas buang mesin jet. Panas ini dapat dideteksi oleh IRST seperti yang dipunyai oleh SU-35.

Gambar 4

Gambar 4

Taktik
Di bagian atas telah disebutkan Formasi F-35A diasumsikan terdiri dari 24 pesawat sebagai sweeper dipersenjatai 2 AMRAAM C dan 2 AIM-9., dan 24 pesawat sebagai bomber dipersenjatai 2 JDAM dan 2 AIM-9. Pesawat F-35A sendiri digembar-gemborkan sebagai pesawat siluman VLO, dan dengan sifat silumannya saja akan dapat mengalahkan semua pesawat lain (kecuali saudara tuanya, F-22). Apa benar demikian, dan bagaimana cara kita menghadapinya?

Kelemahan sifat silumannya sudah dibahas di atas. Kinematiknyapun tidak menjanjikan, belum pernah terbang lebih tinggi dari 43.000 ft, dan kecepatannya belum pernah diuji sampai Mach 1,6 seperti tertulis di brosurnya. Untuk tidak menghilangkan fitur silumannya, persenjataannya dibatasi hanya yang dapat diangkut oleh internal weapons bay-nya, yang untuk pesawat sekelas ini kapasitasnya sangat sedikit (lihat di atas).

Taktik SU-35 kita menghadapi F-35A diusulkan menggunakan formasi tembok (wall formation). 32 pesawat SU-35 dibagi dalam 3 kelompok, yang terhubung dengan data link, sehingga posisi masing-masing kelompok relatif dengan posisi F-35A dapat diketahui oleh masing-masing anggota.

Kelompok 1 di tengah berjumlah 8 buah SU-35, total senjata 48 rudal BVR/ R-77 dan16 rudal WVR/ R-73.

Kelompok 2 sejumlah 12 SU-35 dan kelompok 3 dengan jumlah yang sama di kiri dan kanan berjarak 40 -100 km, masing-masing dibagi lagi sesuai tugasnya, yaitu (1) merontokan MRTT, dan (2) menyerang F-35A dari arah sisi kiri dan kanan yang lemah fitur silumannya.

Total senjata kelompok yang bertugas merontokan MRTT adalah 16 rudal BVR/ Kh-31P ARH atau 8 rudal R-172 ARH/DL/IMU, dan 16 rudal BVR/ R-77 serta 16 rudal WVR/ R-73.

Total senjata kelompok yang bertugas menyerang F-35A dari arah sisi kiri dan kanan tugas adalah 96 rudal BVR/ R-77 dan 32 rudal WVR/ R-73.

Semua SU-35 kelompok 1, 2 dan 3 ada pada ketinggian 59.000 ft, sedangkan F-35A ada di ketinggian 43.000 ft. Hal ini menguntungkan SU-35 karena dengan demikian jangkauan rudal SU-35 akan lebih besar dari normalnya, sebaliknya kerugian pada F-35A, jangkauan rudalnya akan lebih kecil dari normalnya. Analognya seperti melempar lembing dari bawah ke atas bukit atau sebaliknya.

Semua kelompok dengan moda pasif, radar Irbis-E dimatikan, tetapi KNIRTI SAP-14 Support Jammer DRFM ECM dan/ atau KNIRTI SAP-518 ECM pod serta IRST OLS 35 diaktifkan.

Bagian dari kelompok 2 dan 3 (8 pesawat tempur SU-35) yang bertugas merontokan MRTT, lebih dahulu dan harus secara agresif kalau perlu supersonik mengejar dan merontokan MRTT karena ini adalah misi utama skenario ini. Posisi MRTT mudah diprediksi karena pasti berada secara resiprokal baringan arah F-35A. Dengan menggunakan radar Irbis-E, MRTT dapat dideteksi pada jarak 400 km, dan dapat ditembak pada jarak 200 km menggunakan rudal R-172, atau pada jarak 80 – 100 km menggunakan rudal R-77. Untuk lebih memastikan diteruskan dengan merge WVR merontokkan sisanya menggunakan rudal R-73 dan/ atau kanon 30 mm. Pada skenario ini MRTT tidak dikawal oleh CAP.

Kelompok 2 & 3 (16 pesawat tempur SU-35) secara agresif melambung maju kedepan, dan secara intermittent menyapu bagian sisi kiri/ kanan F-35A yang lemah silumannya dengan radarnya, dan pada waktu yang tepat menyerang dengan 30 targets tracking 8 targets simultaneous attack. Demikian juga kelompok 1 (8 pesawat tempur SU-35) mengincar dari atas bagian atas F-35A yang lemah silumannya. Sebaiknya kedua serangan ini dilakukan pada waktu yang sama atau hampir bersamaan. Diteruskan dengan pertempuran WVR merge menghajar F-35A yang masih tersisa. Ini soal gampang karena kinematik F-35A kalah total dari SU-35 yang mempunyai TVC 3D, dan kecepatan lebih tinggi. Istilahnya Sitting duck, Can’t turn, can’t climb, can’t run .

Semua tersebut di atas ditunjukan secara grafis pada Gambar 5, 6, 7

image013dan 8.

Gambar 6

Gambar 6

Gambar 7

Gambar 7

Gambar 8

Gambar 8

Hasil
BVR : Asumsinya, dalam BVR, Pk rudal SU-35 adalah 0,50 dan Pk. Rudal F-35A adalah 0,40 karena menembak dari bawah ke atas. Jumlah rudal yang ditembakan oleh SU-35 adalah 48 + 96 rudal BVR/ R-77 sama dengan 144 rudal. Karena doktrin Rusia, yang juga dipakai kita, adalah penembakan salvo rudal ARH + IR seeker untuk satu sasaran maka hasilnya adalah (144/2)*0,50 = 36 F-35A rontok kena ditembak. Sisanya tinggal 12 F-35A.

Sedangkan jumlah rudal yang ditembakan oleh F-35A adalah 48 rudal BVR/ AMRAAM dengan hasilnya adalah 48*0,40 = 20 SU-35 kena ditembak. Sisanya tinggal 12 SU-35.

WVR : 12 SU-35 melawan 12 F-35A, 24 rudal WVR/ R-73 melawan 24 rudal AIM-9. Menurut data statistik Pk rudal WVR adalah 0,73, sehingga dengan demikian tinggal 3 SU-35 melawan 3 F-35A. Tidak masalah, dengan kanon 30 mm, yang konon dapat dipandu oleh IRST, sisa F-35A dihabisi.

Diskusi Dan Kesimpulan
Variasi-variasi dari skenario di atas tentunya bisa saja dibuat, namanya juga teoritis. Tetapi jangan lupa bahwa kuncinya adalah merontokkan MRTT, pertempuran sudah selesai. Jadi bisa dibuat skenario dimana jumlah SU-35 yang ditugaskan mengejar MRTT ditambah untuk memastikan hal ini. BTW, skenario di atas penulis buat supaya lebih ramai.

Mengapa MRTT tidak diproteksi oleh CAP? Jawabannya adalah jumlah F-35A Australia tidak cukup untuk mendukung operasi SEAD + CAP.

Australia juga punya Super Hornet dan Growler, mengapa tidak diikutsertakan? Jawabannya adalah mereka hanya punya aksi radius kecil tidak cocok untuk operasi jarak jauh sehingga akan sangat membebani MRTT.

Mengapa skenario tidak melibatkan AEW&C Wedgetail yang juga dipunyai Australia? Penulis ingin skenario paling sederhana dan minimum yang nantinya dapat dikembangkan menuju yang lebih kompleks. Wedgetail ini radarnya punya jarak jangkau maksimum 600 km look up mode dan lebih dari 370 km look down mode. Supaya kinerjanya optimum, Wedgetail harus ikut dekat di belakang F-35A. Untuk menghadapinya, perlu ditambah kelompok/ jumlah SU-35.

Apakah SU-27SKM/30MK2 mampu menggantikan peran SU-35? Menurut penulis tidak bisa karena radarnya tidak cukup kuat dibandingkan dengan Irbis-E, dan fuel fraction-nya sebesar 0,34 lebih kecil, sehingga mengakibatkan combat persistence-nya masih di bawah SU-35.

Sebagai kesimpulan, adalah sebagai berikut :

  1. Skenario di atas membuktikan bahwa kita butuh SU-35 dengan jumlah minimum yang kita perlukan untuk menjaga keunggulan udara adalah 2 skadron @ 16 pesawat, total 32 pesawat. Kurang dari itu tidak mungkin.
  2. Masih ada Radar Gap yang perlu ditutup, dapat diatasi dengan memasang SatRad di Selatan P. Lombok atau Sumbawa dengan jangkauan sama seperti SatRad Buraen.

Eurofighter Dan Gripen
Pendapat yang berbeda banyak dilontarkan di JKGR dan warung sebelah bahwa sebaiknya dibeli Eurofighter/ Gripen daripada SU-35, terutama dengan alasan ToT. Kita lupa bahwa ToT adalah hanya salah satu kriteria yang harus dikaji bila kita ingin membeli alutsista utama. Banyak lagi kriteria lainnya seperti antara lain doktrin pertahanan, kondisi geografis operasional di Indonesia sebagai negara kepulauan dengan jarak antara pulau yang sangat besar, dan lain-lain, serta last but not least adalah ancaman embargo dan harganya. Dari sudut ancaman embargo dan harganya saja SU-35 sudah menang dibandingkan dengan yang lain.

Mari kita lihat kriteria-kriteria penting yaitu combat persistence, yang terkait dengan fuel fraction serta aksi radius dan lain-lain pada Tabel berikut.

image022

Pada akhirnya ternyata bahwa SU-35 adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan kita.

Bagi mereka yang memilih Eurofighter atau Gripen, diharapkan akan mengerti setelah membaca artikel ini.

Skenario Serangan Lain
Dalam artikel ini dipilih serangan terhadap Makassar, namun serangan ke sasaran lain seperti misalnya pusat pemerintahan dan komunikasi Jakarta, dan Lanud Utama Iswahyudi, dapat terjadi, seperti dahulu pernah direncanakan oleh Australia pada waktu lepasnya Timor Timur menjadi Timor Leste. Untuk menghadapinya dapat digunakan taktik yang sama, akan tetapi kesulitan kita akan lebih besar karena kita tidak mempunyai radar di pantai Selatan P. Jawa yang dapat menjangkau paling tidak 600 – 750 km ke Lautan Hindia.

Penutup
Dipersilahkan bahkan diharapkan dari pembaca untuk memberikan komentar dan kritik atas artikel ini. Tetapi, please, mohon hindari komentar yang sama sekali tidak terkait dengan isi artikel, macam komentar dari nickname @mbah bowo.

Sebagai penutup, mohon maaf bila ada kesalahan disengaja maupun tidak, dan diucapkan terima kasih kepada para pembaca. Wasalammu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

* by Antonov

  180 Responses to “Jet Tempur SU-35 vs F-35”

  1.  

    Welcome back Bung Antonov …
    Nyimak aja ….
    Back to SR …

  2.  

    BISA DI TUKAR BERAS MURAH NGAK BARANG INI ?

    KALAU BISA MENIDNG DI TUKAR BERAS SAJA PAK,

    KASIAN PAK PEMULUNG DAN TUKANG TAMBAL BAN, KERJANYA KEPANASAN.

    KASIAN PAK TUKANG PENJUAL IKAN
    KASIAN PAK TUKANG NASI GORENG
    KASIAN PAK TUKANG PENJA CONTER PULSA
    KASIAN PAK KULI BANGUNAN
    KASIAN PAK IBU IBU PENJUAL RUJAK
    KASIAN PAK NELAYAN MISKIN
    KASIAN PAK PETANI MISKIN

    KAMI BUTUH BERAS DAN BBM MURAH PAK,

    MOHON PAK, MOHON,
    RAKYAT NGAK TAU APA APA TENTANG PESAWAT
    RAKYAT TAUNYA MAKAN NASI DENGAN LAUK YANG ENAK
    BBM MURAH DAN SEKOLAH GRATIS, DAN BERAS MURAH.

  3.  

    Ini cuman mohon pencerahan saja: Sebelum terjadi perang sama aussie yang mana malon pasti bantu aussie, ntah malon ikut perangi kita atau hanya sediakan pangkalan untuk aussie… apakah ada baiknya kalau kita serang kasih pelajaran duluan ke malon mumpung malon masih suka ng-klaim pulau2 kita jadikan alasan kuat untuk hancur-in fasilitas vital malon.
    Dan itu pun mumpung aussie sekarang ini masih berusaha meningkatkan hubungan baik dan hati2 sama kita jadi kalo kita hancur-in beberapa fasilitas vital malon, aussie enggan untuk bantu malon.

  4.  

    Mantab….SU 35 wajib dibeli ….untuk NKRI…

  5.  

    hallo bung Antonov,
    untuk skenario diatas minimal kita butuh 3 skadron su-35 (bukan 2) karena kita tidak mungkin bisa (spt penjelasan bung Antonov utk kekuatan Australia) mengerahkan 100% kekuatan yg ada. maximal 2/3 dari kekuatan bergerak dan 1/3 bertahan (pemeliharaan dan bertahan).

    saya ingin bertanya, kalau boleh tahu, mengapa TNI-AU memilih 16 pesawat untuk 1 skadron? apa pertimbangannya? mengapa tidak 18 pesawat dalam 1 skadron? dari 16 pesawat dibagi berapa flight? menurut pemikiran saya utk kondisi Indonesia cocoknya 18 pesawat utk 1 skadron tempur. 1 skadron ada 4 flight (4 pesawat / flight) + 2 pesawat di maintenance atau cadangan utk tempur atau latihan. 1 flight standby utk pertahanan pangkalan (hanud titik) + 1 flight utk selalu standby pertahanan area / misi serang permukaan (udara, darat atau laut) + 1 flight utk latihan + 1 flight utk ditempatkan di pangkalan aju + 2 pesawat utk maintenance rutin atau sebagai cadangan utk mendukung misi. kita selalu butuh 1 flight fighter utk ditempatkan di pangkalan aju seperti di medan, natuna, balikpapan/tarakan, eltari, ambon dan menado (jakarta butuh 1 skadron) untuk bisa mengcover seluruh wilayah NKRI dan merespon setiap ancaman dng cepat.

    saya juga ingin tahu berapa radius tempur utk super hornet dng 2 tangki cadangan? saya rasa dng 2 tangki cadangan super hornet / growler bisa mendukung F-35.

    matur nuwun – terima kasih.

    •  

      Saya rasa tidak ada ketentuan jumlah pswt dalam satu skadron, tergantung tupoksinya. Waktu mulai berdiri TNI AU (dulu AURI) menganut Inggris dengan skadron sebagai intinya demi efisiensi.

      Skadron Udara 14 “The Eagles”, cuma terdiri dari <10 F-5. Skadron UAV Pontianak juga cuma punya 6 UAV.

      Growler : tidak punya kanon, posisi di wingtip AN/ALQ-218 detection pod (permanen), 2 bh AIM-120 AMRAAM di conformal fuselage stations, AN/ALQ-99 High Band / Low Band Jamming Pods di mid-board di under wing mounted hard points atau di centerline fuselage removable hardpoint. Combat radius: 390 nmi (449 mi, 722 km) ; for interdiction mission,

      Super Hornet : aksi radius 390 nm = 720 km.

      MRTT kira2 sanggup untuk menggelar AAR jarak 2000 km untuk 4-5 pesawat F-35 atau Super Hornet. Jadi utk 48 F-35 diperlukan 9 pswt MRTT, apalagi kalau ditambah Growler/ Super Hornet. Padahal Ossie baru punya 5 MRTT (rencana akan tambah lagi).

  6.  

    untuk mbah bowo, tolong jangan asal komen. saya juga orang miskin. saya pikir orang miskin tak sepicik pola pikir mbah bowo untuk hal yang menyangkut kedaulatan negara. dulu simbah saya di kampung purworejo jadi bagian pelaku perang mempertahankan kemerdekaan. mereka mengajari saya apa arti nasionalisme. kedaulatan lebih berharga dari sebuah rasa lapar

  7.  

    DUKUNG MBAH BOWO ….

  8.  

    Ternyata pabrik mig sdg sibuk upgrade mig 31.. tidak terbayang barang mahal dibuang sayang yo wes upgrade wae.. tetep aja nmahal…

    http://englishrussia.com/2014/12/19/this-is-how-russia-repairs-and-improves-military-aircrafts/

  9.  

    Artikel tentang SU 35 memang selalu menarik perhatian. Mungkin adapun kita mengakuisisi SU 35 pastinya tidak akan dibabar beritanya secara itu bisa menimbulkan perlombaan senjata dikawasan. Berharap SU 35 sudah disini. Aamiin….

    :mewek

  10.  

    Wah.. udah laper yah mbah.. kesian..sini tak kirimin beras segoni lewat paket cepat rudal scud.

    :hammer

    wong ini situs militer kok komen bicara perut? noh sono mbah pindah ke situs http://bulog.orgil

  11.  

    Mantap , menarik sekali..

  12.  

    artikel yang menarik untuk dibaca bung Antonov. Sangat mencerahkan!

  13.  

    Yang kita perkuat adalah radar anti siluman dan penangkis udara S-400

  14.  

    It’s just a big

    :hoax

  15.  

    INI NAMNYA ARTIKEL JKGR ASLI… trims buat bung Antonov..

    mohon untuk bung PapaAgusta, bung FA, bung Melectech untuk membahas artikel ini biar lebih ramai..

  16.  

    Sy melihat artikel ini sbg perbandingan kemampuan su 35 dngn f 35 bukan sbg strategi perang. Artikel ini menunjukan bahwa su 35 jauh lbh unggul dr f 35. Jd indonesia perlu mengakuisisi sebanyak2 nya su 35 untuk menjaga keseimbabgan kekuatan dngn tetangga. Agar kedaulatan tetep terjaga. It

  17.  

    sangat setuju & wajib dimiliki NKRI.

  18.  

    sangat setuju & wajib dimiliki NKRI. SU 35

  19.  

    Artikel yang bagus dan sangat mencerahkan bung @Antonov, ada sedikit komentar:

    Bila hal ini terkait perbandingan antara dua merek pesawat adalah masuk akal. namun bila diperluas sampai pada taraf pertempuran secara massive masih menjadi tanda tanya. Dengan pertimbangan:

    1. Australia menganut paradigma “first shoot first kill”, sehingga landasan + hanggar perlu diperkuat.
    2. Jangan dilupakan rudal2 tomahawk, yang mungkin sudah tiba duluan di Makasar.

    Namun karena artikel bung @Antonov dibatasi hanya pada taraf dog fight, maka sudah lebih cari cukup :2thumbup

  20.  

    Moga dengan berjalannya waktu dan apa yang ditularkan oleh tetangga seperti Aussie yang pilih F-35 yang ber internal fuel 8350kg berbanding F-16 A block 15 dan F-16 c block 25 yang berinternal fuel 2800kg atau setengah dari F-35 semakin menyakinkan kita kalau Su-27 smk yang berinternal fuel cukup banyak (9800kg) bukanlah produk “cacat” karena bawa internal fuel tank yang rasionya lebih besar dari F-16 dan bukannya bawa drop tank terbanyak yang dianggap top dan hebat yang jadi acuan kita menilai sesuatu dimasa lalu..#bukan anti droptank

  21.  

    Artikel bung @Antonov sebuah pencerahan, saya sdh menunggu lama artikel spt ini….terutama saat kemaren org ribut dgn Typhoon, produk yg jelas mengalami cacat itu justru digadang2 sbg pilihan utama TNI AU. Ada persamaan artikel bung @Antonov dgn tulisan saya beerapa hari lalu, setidaknya kita memesan 2 skuadron Su-35 dgn hitung2-an biaya yg harus dikeluarkan.

    Saat ini Rusia sedang mengalami kesulitan ekonomi, nilai tukar Rubel jatuh thd USD, semoga ini bisa menjadi momen yg baik bagi Indonesia utk memesan Su-35, bisa jadi Rusia makin gencar menawarkannya utk medongkrak ekonominya.

  22.  

    Banyak sekali pertanyaan soal skenario ini:

    – bagaimana metode pendeteksian fleet F-35? seolah-olah di skenario ini, Indonesia punya “God’s Eye” dan bisa tau posisi pesawat Aussie. Ingat, baca sejarah pertahanan udara seperti Battle of Britain, Kammhuber line, dan Hanoi Air Defense. Mereka detail lho, dimana interceptnya, dimana AAA nya, dimana pesawatnya. Skenario anda tidak menunjukkan itu semua.
    – Bagaimana status situational awarensess Aussie vs Indonesia? Ingat, Aussie punya Growler dan AWACS. Indonesia nggak. Plus RCS nya Su-35s itu tinggi dibandingkan F-35. Mau gimanapun, Aussie lebih mudah mendeteksi kedatangan Su-35s Indonesia
    – Berapa lama waktu yang diperlukan buat Su-35 terbang dan intercept F-35 sebanyak itu? Kelemahan utama Flanker adalah interception time yang lama, karena harus menunggu 1 menit setelah previous take off sebelum bisa take off lagi. Ini permasalahan Su-30MKI di Red Flag 2008.
    – Ngapain F-35 nya balik lagi? Bablas aja ke Malaysia atau Brunei.
    – jarak 3600 km di Su-35s itu FERRY RANGE. full tank, cruise speed, cruise altitude dan clean condition (tanpa ada pylon dan senjata) Coba cari cari dong berapa sebenernya.

    •  

      Wow.. nicname agan mengingatkan saya dgn salah satu sesepuh pornmil yg didaulat sbg komandan bhassboll ranger laskar pelangi. di situs kaktus.! sesudah yg ber nickname id. Balaroes11 ikut meramaikan di thread2 sebelumnya. 😯
      bila bener nick dan orangnya sama, sdh tentu mnjd suatu kehormatan buat warjager disini utk smkn menambah bobot diskusi jkgr. hehehe..asal jgn ada sj warjager disuruh nungging nih.. kecuali ane recomended yg ber nick mbah bowo :mrgreen:

  23.  

    haaaah, akui saja kita msih lemah.. kita kuat klo kita punya NUKLIR

  24.  

    Oh ya saya pernah dengar dari orang dalam Su-27-30 Indonesia itu Mutant bisa dibilang kemampuan Mirip Dengan Su-35….

  25.  

    Kami masyarakat indonesia sangat menyayangkan dengan penjelasan secara detail & gamblang oleh TNI tercinta kita …

    Seharusnya tentang taktik & tekhnik tempur dunia militer harusnya jadi rahasia TNI demi keamanan & pertahanan negara indonesia tercinta kita …

    Dan kami berharap dalam pengadaan alutsista TNI yang terbaru kan & canggih juga dapat menjadi rahasia TNI demi keamanan & pertahanan negara , kami ingin negara RI jadi bangsa yang kuat karena negara yang kuat dimana militernya juga kuat …

    janganlah merasa puas & hebat yang sudah kita miliki karena musuh sewaktu-waktu dapat menyerang kita (indonesia) , teruslah berjuang TNI untuk tanah air kita …

    # Semoga bermanfaat & dengan adanya ini kedepanya dalam pengambilan keputusan & kebijakan bisa lebih berhati-hati ” BRAVO TNI , JAYALAH INDONESIAKU ”

    kami mohon maaf bila ada tutur kata yang kurang berkenan di hati anda , kami hanya bermaksud sharing informasi saja

  26.  

    Su-35 hanya bisa supercruise saat tidak membawa senjata external, karena f-15 yang dapat mencapai mach 2.5 hanya dapat mencapai mach 1.73 saat membawa senjata external penuh

  27.  

    KALAU PECAH PERANG , APA BEGITU STRATEGINYA ?

  28.  

    Trus yg ngusir 2 siluman, 1ship, 1sub, ama njatuhin siluman di cilacap saat bali nine itu alutsista kita yg mana?

  29.  

    Yang njatuhin di wilayah selatan banten itu makhluk goib dari negeri anggur bersayap delta dan dari masha the bear.

  30.  

    Salam kenal bung @antonov,

    Skenario bagus, optimistis. Berapa Su 35 kita yg siap terbang, apakah 100% Dari total 32? Menurut saya harusnya jg ada bantuan Dari Madiun dalam skenario dii atas, minimal untuk menghancurkan tanker.

  31.  

    Saya ada mpertanyaan. Bukankah F35 bisa Vertikal Landing dan Take Off. Ini jadi masalah bagi RI jika membuat skema seperti diatas oleh Bung Antonov saya tidak yakin. Pesawat itu bisa ditaroh di atas Frigate siluman yang anti diteksi Radar dan Apalagi jika pantai Selatan P. Jawa tidak ada radar. mereka bawa bisa sudah utuh atau di bongkar dulu. setelah sampai garis serang ke Makassar, Pesawat Tangki mereka kirim melalui garis Barat dan Timur(Mengecoh) Saat kita kejar untuk sergap Tangki mereka mereka tarik lagi dan F22 sudah dalam radius serang menuju Makassar. mereka vertikal take off dan Cusssss! Boom! Hancur lebur.

  32.  

    Mantap … sangat mencerahkan strateginya

 Leave a Reply