Des 192014
 
su-34-f-35

Su-35 dan F-35

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Salam sejahtera.

Pendahuluan
JKGR tercinta telah menampilkan artikel-artikel tentang Su-35, dan menimbulkan komentar pro dan kontra yang ramai secara sehat. Mengapa begitu? Tentu saja terkait antara lain dengan keputusan TNI AU dalam memilih Su-35 sebagai pilihan nomor 1 pengganti F-5, dan antisipasi ancaman kedaulatan udara kita jangka waktu 5 – 10 tahun ke depan, terutama menghadapi F-35. Sebagaimana diketahui Australia telah memesan sampai dengan 78 pesawat tempur F-35, dan Singapura juga sedang menjajaki untuk membelinya. Pada kesempatan ini penulis mencoba untuk membandingkan SU-35 vs F-35 dengan cara melakukan skenario penyerangan udara Australia ke sarang The Thunders di Makassar.

Beberapa singkatan kata
AMRAAM – Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile
JDAM – joint defence air munition
TVC – thrust vector control
MRTT – Multi Role Tanker Transport
VLO – very low observables (siluman/ stealth)
LO – low observables (siluman/ stealth)
ARH – active radar homing seeker rudal
SARH – semi-active radar homing seeker rudal
DL – datalink for midcourse guidance corrections rudal
IMU – inertial package for midcourse guidance rudal
IRH – heatseeking, single or dual colour scanning seeker rudal
RF – passive radio frequency anti-radiation seeker rudal
WVR – within visual range
BVR – beyond visual range
DRFM – digital radio frequency memory
AAR – air-to-air refuelling
SEAD – suppression of enemy air defences
AEW&C – airborne early warning & control
CAP – combat air patrol

Skenario
Gambar 1 menunjukan pandangan Australia tentang kemampuan aksi radius F-35, tanpa atau dengan satu kali AAR. Dari gambar tampak bahwa diperlukan 1 x AAR untuk mencapai Makassar. Tetapi perlu diingat bahwa MRTT harus menunggu di posisi tersebut untuk mengisi kembali bahan bakar F-35 guna perjalanan pulang ke pangkalannya (Darwin, Curtin dan/ atau Learmouth).

Gambar 1

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 2

Kabar terakhir menyebutkan bahwa aksi radius F-35A adalah 584 nm atau 1000 km. Pada radius ini dari sasaran (Makassar) F-35A akan mengisi bahan bakar untuk terakhir kali sebelum menyerang. Namun MRTT harus tetap berada pada posisi ini menunggu kembalinya F-35A, untuk pengisian bahan bakar lagi sebelum kembali ke pangkalannya. Bila tidak, karena misalnya MRTT telah diusir atau ditembak jatuh oleh SU-35, maka F-35A akan jatuh ke laut kehabisan bahan bakar. Formasi F-35A diasumsikan terdiri dari 24 pesawat sebagai sweeper dipersenjatai 2 AMRAAM C dan 2 AIM-9., dan 24 pesawat sebagai bomber dipersenjatai 2 JDAM dan 2 AIM-9. Ini sesuai dengan data terakhir kapasitas internal weapons load dari F-35A. Mengapa tidak semuanya 78 pesawat dikerahkan, karena ada yang dalam perawatan dan sebagai cadangan.

Serangan ini ditangkal oleh kita menggunakan SU-35, sebuah pesawat multi role fighter yang istimewa, karena mempunyai fuel fraction yang besar (0,40) disamping dapat mengusung banyak persenjataan di 12 hardpoints. Mengingat sesuai data yang dipublikasikan SU-35 mempunyai jarak tempuh 3600 km dengan bahan bakar maksimum di ketinggian, adalah aman untuk mengatakan bahwa aksi radius SU-35 adalah sebesar 1500 km (50% bahan bakar + persenjataan).

Semua tersebut di atas ditunjukan pada Gambar 2.

Gambar 3

Gambar 3

Di atas telah disebutkan bahwa MRTT harus tetap berada pada posisi radius 1000 km dari sasaran, menunggu kembalinya F-35A, untuk pengisian bahan bakar lagi. Bila tidak, maka F-35A akan jatuh ke laut kehabisan bahan bakar. Inilah kelemahan dari serangan ini. Bila ditarik garis lurus dari posisi ini ke Makassar, maka kita dapat memprediksikan bahwa di sepanjang garis tersebut akan terdapat F-35A, terlepas pesawat siluman atau tidak. Apalagi ada SatRad Saumlaki (jangkauan 440 km) dan SatRad Buraen (jangkauan 620 km) yang overlap satu sama lain pada radius 1000 km ini. Kedua SatRad ini, mungkin agak susah mendeteksi F-35A (siluman?), tetapi gampang mendeteksi MRTT yang sudah in position. Dengan demikian jalur serangan lewat Tenggara ini sudah tertutup. Masih ada tersisa satu lagi jalur serangan lewat Barat Daya (Lombok) karena sayangnya masih ada Radar Gap di situ. Namun demikian, tanpa SatRadpun, kita masih bisa prediksi dengan keakuratan cukup tinggi posisi MRTT, dan dimana kira-kira posisi F-35A, sesuai dengan garis lurus dari posisi ini ke Makassar, tinggal kita kirim SU-35 untuk menghancurkannya. Kuncinya adalah rontokkan MRTT, dan Australia sudah kalah.

Semua tersebut di atas ditunjukan pada Gambar 3..

Sifat siluman F-35A
Semua pakar dan komentator, di luar USAF dan pabrik pembuatnya Lockheed, telah menganalisanya dan sampai sekarang telah sampai pada kesimpulan bahwa sesungguhnya F-35A adalah bukan VLO (seperti F-22) melainkan hanya LO. Salah satu kesimpulannya adalah bahwa sifat silumannya hanya baik pada aspek sudut 30º (hijau) dilihat dari depan, kurang (kuning) pada sudut 30º-120 º dari depan dan 60º belakang, serta lemah (merah) pada kurang lebih sudut 90 º dari samping kiri dan kanan. Lihat Gambar 4. Demikian pula lemah apabila dipandang dari sebelah atas atau bawah.

Selain itu, semua pesawat jet, siluman atau tidak, bila terbang pada ketinggian akan menghasilkan panas dari gesekan dengan udara, dan panas dari gas buang mesin jet. Panas ini dapat dideteksi oleh IRST seperti yang dipunyai oleh SU-35.

Gambar 4

Gambar 4

Taktik
Di bagian atas telah disebutkan Formasi F-35A diasumsikan terdiri dari 24 pesawat sebagai sweeper dipersenjatai 2 AMRAAM C dan 2 AIM-9., dan 24 pesawat sebagai bomber dipersenjatai 2 JDAM dan 2 AIM-9. Pesawat F-35A sendiri digembar-gemborkan sebagai pesawat siluman VLO, dan dengan sifat silumannya saja akan dapat mengalahkan semua pesawat lain (kecuali saudara tuanya, F-22). Apa benar demikian, dan bagaimana cara kita menghadapinya?

Kelemahan sifat silumannya sudah dibahas di atas. Kinematiknyapun tidak menjanjikan, belum pernah terbang lebih tinggi dari 43.000 ft, dan kecepatannya belum pernah diuji sampai Mach 1,6 seperti tertulis di brosurnya. Untuk tidak menghilangkan fitur silumannya, persenjataannya dibatasi hanya yang dapat diangkut oleh internal weapons bay-nya, yang untuk pesawat sekelas ini kapasitasnya sangat sedikit (lihat di atas).

Taktik SU-35 kita menghadapi F-35A diusulkan menggunakan formasi tembok (wall formation). 32 pesawat SU-35 dibagi dalam 3 kelompok, yang terhubung dengan data link, sehingga posisi masing-masing kelompok relatif dengan posisi F-35A dapat diketahui oleh masing-masing anggota.

Kelompok 1 di tengah berjumlah 8 buah SU-35, total senjata 48 rudal BVR/ R-77 dan16 rudal WVR/ R-73.

Kelompok 2 sejumlah 12 SU-35 dan kelompok 3 dengan jumlah yang sama di kiri dan kanan berjarak 40 -100 km, masing-masing dibagi lagi sesuai tugasnya, yaitu (1) merontokan MRTT, dan (2) menyerang F-35A dari arah sisi kiri dan kanan yang lemah fitur silumannya.

Total senjata kelompok yang bertugas merontokan MRTT adalah 16 rudal BVR/ Kh-31P ARH atau 8 rudal R-172 ARH/DL/IMU, dan 16 rudal BVR/ R-77 serta 16 rudal WVR/ R-73.

Total senjata kelompok yang bertugas menyerang F-35A dari arah sisi kiri dan kanan tugas adalah 96 rudal BVR/ R-77 dan 32 rudal WVR/ R-73.

Semua SU-35 kelompok 1, 2 dan 3 ada pada ketinggian 59.000 ft, sedangkan F-35A ada di ketinggian 43.000 ft. Hal ini menguntungkan SU-35 karena dengan demikian jangkauan rudal SU-35 akan lebih besar dari normalnya, sebaliknya kerugian pada F-35A, jangkauan rudalnya akan lebih kecil dari normalnya. Analognya seperti melempar lembing dari bawah ke atas bukit atau sebaliknya.

Semua kelompok dengan moda pasif, radar Irbis-E dimatikan, tetapi KNIRTI SAP-14 Support Jammer DRFM ECM dan/ atau KNIRTI SAP-518 ECM pod serta IRST OLS 35 diaktifkan.

Bagian dari kelompok 2 dan 3 (8 pesawat tempur SU-35) yang bertugas merontokan MRTT, lebih dahulu dan harus secara agresif kalau perlu supersonik mengejar dan merontokan MRTT karena ini adalah misi utama skenario ini. Posisi MRTT mudah diprediksi karena pasti berada secara resiprokal baringan arah F-35A. Dengan menggunakan radar Irbis-E, MRTT dapat dideteksi pada jarak 400 km, dan dapat ditembak pada jarak 200 km menggunakan rudal R-172, atau pada jarak 80 – 100 km menggunakan rudal R-77. Untuk lebih memastikan diteruskan dengan merge WVR merontokkan sisanya menggunakan rudal R-73 dan/ atau kanon 30 mm. Pada skenario ini MRTT tidak dikawal oleh CAP.

Kelompok 2 & 3 (16 pesawat tempur SU-35) secara agresif melambung maju kedepan, dan secara intermittent menyapu bagian sisi kiri/ kanan F-35A yang lemah silumannya dengan radarnya, dan pada waktu yang tepat menyerang dengan 30 targets tracking 8 targets simultaneous attack. Demikian juga kelompok 1 (8 pesawat tempur SU-35) mengincar dari atas bagian atas F-35A yang lemah silumannya. Sebaiknya kedua serangan ini dilakukan pada waktu yang sama atau hampir bersamaan. Diteruskan dengan pertempuran WVR merge menghajar F-35A yang masih tersisa. Ini soal gampang karena kinematik F-35A kalah total dari SU-35 yang mempunyai TVC 3D, dan kecepatan lebih tinggi. Istilahnya Sitting duck, Can’t turn, can’t climb, can’t run .

Semua tersebut di atas ditunjukan secara grafis pada Gambar 5, 6, 7

image013dan 8.

Gambar 6

Gambar 6

Gambar 7

Gambar 7

Gambar 8

Gambar 8

Hasil
BVR : Asumsinya, dalam BVR, Pk rudal SU-35 adalah 0,50 dan Pk. Rudal F-35A adalah 0,40 karena menembak dari bawah ke atas. Jumlah rudal yang ditembakan oleh SU-35 adalah 48 + 96 rudal BVR/ R-77 sama dengan 144 rudal. Karena doktrin Rusia, yang juga dipakai kita, adalah penembakan salvo rudal ARH + IR seeker untuk satu sasaran maka hasilnya adalah (144/2)*0,50 = 36 F-35A rontok kena ditembak. Sisanya tinggal 12 F-35A.

Sedangkan jumlah rudal yang ditembakan oleh F-35A adalah 48 rudal BVR/ AMRAAM dengan hasilnya adalah 48*0,40 = 20 SU-35 kena ditembak. Sisanya tinggal 12 SU-35.

WVR : 12 SU-35 melawan 12 F-35A, 24 rudal WVR/ R-73 melawan 24 rudal AIM-9. Menurut data statistik Pk rudal WVR adalah 0,73, sehingga dengan demikian tinggal 3 SU-35 melawan 3 F-35A. Tidak masalah, dengan kanon 30 mm, yang konon dapat dipandu oleh IRST, sisa F-35A dihabisi.

Diskusi Dan Kesimpulan
Variasi-variasi dari skenario di atas tentunya bisa saja dibuat, namanya juga teoritis. Tetapi jangan lupa bahwa kuncinya adalah merontokkan MRTT, pertempuran sudah selesai. Jadi bisa dibuat skenario dimana jumlah SU-35 yang ditugaskan mengejar MRTT ditambah untuk memastikan hal ini. BTW, skenario di atas penulis buat supaya lebih ramai.

Mengapa MRTT tidak diproteksi oleh CAP? Jawabannya adalah jumlah F-35A Australia tidak cukup untuk mendukung operasi SEAD + CAP.

Australia juga punya Super Hornet dan Growler, mengapa tidak diikutsertakan? Jawabannya adalah mereka hanya punya aksi radius kecil tidak cocok untuk operasi jarak jauh sehingga akan sangat membebani MRTT.

Mengapa skenario tidak melibatkan AEW&C Wedgetail yang juga dipunyai Australia? Penulis ingin skenario paling sederhana dan minimum yang nantinya dapat dikembangkan menuju yang lebih kompleks. Wedgetail ini radarnya punya jarak jangkau maksimum 600 km look up mode dan lebih dari 370 km look down mode. Supaya kinerjanya optimum, Wedgetail harus ikut dekat di belakang F-35A. Untuk menghadapinya, perlu ditambah kelompok/ jumlah SU-35.

Apakah SU-27SKM/30MK2 mampu menggantikan peran SU-35? Menurut penulis tidak bisa karena radarnya tidak cukup kuat dibandingkan dengan Irbis-E, dan fuel fraction-nya sebesar 0,34 lebih kecil, sehingga mengakibatkan combat persistence-nya masih di bawah SU-35.

Sebagai kesimpulan, adalah sebagai berikut :

  1. Skenario di atas membuktikan bahwa kita butuh SU-35 dengan jumlah minimum yang kita perlukan untuk menjaga keunggulan udara adalah 2 skadron @ 16 pesawat, total 32 pesawat. Kurang dari itu tidak mungkin.
  2. Masih ada Radar Gap yang perlu ditutup, dapat diatasi dengan memasang SatRad di Selatan P. Lombok atau Sumbawa dengan jangkauan sama seperti SatRad Buraen.

Eurofighter Dan Gripen
Pendapat yang berbeda banyak dilontarkan di JKGR dan warung sebelah bahwa sebaiknya dibeli Eurofighter/ Gripen daripada SU-35, terutama dengan alasan ToT. Kita lupa bahwa ToT adalah hanya salah satu kriteria yang harus dikaji bila kita ingin membeli alutsista utama. Banyak lagi kriteria lainnya seperti antara lain doktrin pertahanan, kondisi geografis operasional di Indonesia sebagai negara kepulauan dengan jarak antara pulau yang sangat besar, dan lain-lain, serta last but not least adalah ancaman embargo dan harganya. Dari sudut ancaman embargo dan harganya saja SU-35 sudah menang dibandingkan dengan yang lain.

Mari kita lihat kriteria-kriteria penting yaitu combat persistence, yang terkait dengan fuel fraction serta aksi radius dan lain-lain pada Tabel berikut.

image022

Pada akhirnya ternyata bahwa SU-35 adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan kita.

Bagi mereka yang memilih Eurofighter atau Gripen, diharapkan akan mengerti setelah membaca artikel ini.

Skenario Serangan Lain
Dalam artikel ini dipilih serangan terhadap Makassar, namun serangan ke sasaran lain seperti misalnya pusat pemerintahan dan komunikasi Jakarta, dan Lanud Utama Iswahyudi, dapat terjadi, seperti dahulu pernah direncanakan oleh Australia pada waktu lepasnya Timor Timur menjadi Timor Leste. Untuk menghadapinya dapat digunakan taktik yang sama, akan tetapi kesulitan kita akan lebih besar karena kita tidak mempunyai radar di pantai Selatan P. Jawa yang dapat menjangkau paling tidak 600 – 750 km ke Lautan Hindia.

Penutup
Dipersilahkan bahkan diharapkan dari pembaca untuk memberikan komentar dan kritik atas artikel ini. Tetapi, please, mohon hindari komentar yang sama sekali tidak terkait dengan isi artikel, macam komentar dari nickname @mbah bowo.

Sebagai penutup, mohon maaf bila ada kesalahan disengaja maupun tidak, dan diucapkan terima kasih kepada para pembaca. Wasalammu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

* by Antonov

Bagikan:

  180 Responses to “Jet Tempur SU-35 vs F-35”

  1.  

    Nice

    •  

      bung antonov, ada sedikit pertanyaan,,
      secara logika mereka tidak akan menempatkan f 35 di australia, klo mau menyerang indonesia,,
      mereka punya perkumpulan PFDA,, ada kemungkinan f 35 australia bisa di tempatkan di sabah yang jangkauan nya lebih dekat ke kalimantan atau ke makasar,, sehingga tidak memerlukan pesawat MRTT..

      klo mau nyerang ke jawa mereka menggunakan LHD nya,,
      mungkin hali itu mesti di pikirkan juga,,

      karena klo misalkan perang dgn australia bukan tidak mungkin si malon ikut ikutan, setidak nya menyediakan landasan pacu nya,,,

      •  

        Bung andri cahyadi
        di artikel sdh sy tulis kebutuhan MINIMAL adalah 2 skadron, utk antisipasi seperti komen anda.

        Tapi BTW kalo Ossie mau tempatkan F-35 di Sabah dll kan harus terbang lewat wilayah kita/ izin? Jadi ketahuan duluan bisa kita antisipasi.

      •  

        itu adalah serangan udara dengan udara jadi SU-35 lebih mumpuni, namun apabila target penyerangan ke makasar kita cukup pasangi rudal S-300, S-400 di NTT dan kalau perlu kita punya satelit yang ada lasernya…jadi nggak perlu masuk didaratan, sebelum dia nyerang kita serang dulu ke wilayahnya….he…he..he angan-angan orang pedalaman.

      •  

        kalau kita melihat pada pendapat bung Antonov dan bung Adri, sangat bagus dan pengetahuan kami org awam bertambah, tetapi mari kita kilihat latarbelakang kedua negara baru kita ukur teknologinya. kedua pesawat tempur ini, buatan satu negara yg terpisa, satu ada di AS satu lagi ada Rusia, keduanya mempunyai kelemahan khusus sesuai dengan rancangan masing-masing dan itu hanya diketahui oleh perancangnya, sesudah kedua pesawat itu hadir dinegara pembeli maka sumberdaya negara itu akan memodifikasi kelemahan tertentu dari kedua produk itu sesuai kebutuhan dan keahlihan sumberdaya negara tersebuat. dan ini tidak diketahui oleh negara lawan. saya berikan Contoh pesawat Mic 29 “dibeli” oleh negara Israel (kata dibeli saya memberikan tanda “) sesampai pesawat itu di Israel maka paling utama yang akan mereka lakukan adalah navigasinya diangkat dan diganti dengan buatan dalam negeri dimana rancangannya jauh lebih canggih dari yang dibuat di negara tempat produksi. dan memodivikasi cameranya, protectornya, keacuratan manuvernya, kecepatan mesinnya, tangki bahan bakar dan kita tidak akan bisa menganalisa seperti yang dilakukan bung Antonov diatas. sebelum F35 di “beli” oleh Israel pasti ada perjanjian perubahan navigasi pesawatnya kalau tidak ia tidak “membeli”. saya berterima kasih buat bung Antonov dengan paparannya yg membuat kita sedikit mengerti keunggulan masin-masing dari ke 2 Jet tempur itu. yang kedua adalah sumberdaya pengguna (Pilot tempur) dari jet tempur masing-masing. dididik dimana? ini keunggulannya. maaf saya orang awam bukan militer.

    •  

      saya suka bung artikelnya mantap.

    •  

      Kalau saya sih serangan dilakukan terpadu… serangan awal adalah melumpuhkan seluruh stasiun Radar dengan Rudal HARM (Anti Radiation Missiles) serta rudal jelajah sekelas tomahawk. Kemudian meluncurkan pesawat jammer, F/A-18. Setelah itu, serangan gencar dilakukan menjelang dinihari, terhadap instalasi vital, menyusul serangan JDM dengan F-35 secara terbatas, masing masing berperan sbg bomber dan jammer, terbang beriringan (on-pair). Jumlah nggak perlu banyak, paling 12 pesawat (6 bomber, 6 Jammer) – dengan target Lanud Hasanudin. Serta 12 pesawat pengawal (Fungsi pencegat) di sekitar Lombok.

  2.  

    Second mantab

    *0minzero@gmail.com: Anda diBanned satu minggu karena pakai nama orang dan sudah diperingatkan sebelumnya- Admin

  3.  

    Canggih bung – kalo smua di bungkus IFX jadi gimana gitu

    •  

      Bung Antonov, ulasan yang mantaf sesuai janji bung antonov akan mengulas kemampuan Su-35.
      Seperti yg diulas bung antonov , Su-35 kandidat pilihan pertama pengganti F-5, seperti berita terdahulu ” Jenderal Moeldoko menyatakan, terdapat tiga opsi sebagai pengganti F-5 Tiger, yaitu pesawat buatan Rusia, Swedia, dan AS. “Untuk udara, ada pengajuan penggantian F-5. Sukhoi Su-35 menjadi pilihan pertama, Saab JAS 39 Gripen pilihan kedua, dan pesawat F-16 pilihan ketiga,”

      Insyaallah semoga menjadi kenyataan , dan bisa beli minimal 1 skuadron SU-35 sekaligus, dan siapa tau langsung bisa beli 2 skuadron seperti diulas bung antonov he he he , amin 3x yra.

      Apalagi pemerintah skrg sudah menjanjikan Anggaran Pertahanan Naik Tiga Kali Lipat .
      “Untuk anggaran pertahanan, Pak Jokowi berjanji akan meningkatkan dua sampai tiga kali lipat dari anggaran Pemerintah SBY, saya jamin akan naik,” ujar Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu setelah memimpin rapat pimpinan (rapim) Kementerian Pertahanan (Kemhan) tahun 2015 di Kantor Kemhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2014).

      Oya bung antonov , artikel diatas dibatasi head to head antara SU-35 vs F-35 . Dulu bung antonov pernah memasukkan analis dari Andi Widjajanto artikel GELAR PERTAHANAN INDONESIA ttg pembagian zona-zona Pertahanan. Untuk SU-35 bersama frigat /destroyer/KS masuk Zona Pertahanan I: zona penyangga : berada di luar batas Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia hingga wilayah musuh.

      Karena klo terjadi perang sesungguhnya pembagian zona-zona pertahanan tsb lebih masuk akal.

      Terima Kasih Bung Antonov.
      Salam Hangat

      •  

        setuju bung, gue,, artikel nya keren bgt,, logis,, thxs bung antonov

        awal nya , saya pikir lebih baik pesan T 50. pak fa,, tp setelah tau berita nya, bahwa pakfa utk rusia sendiri baru terpenuhi 50 unit thn 2020,, apalagi buat kita ,, entah kapan jadi nya..

        cuma su 35 sbagai salah satu penyeimbang kawasan,, yang bs di andalkan sambil menunggu pespur stealth,IFX di buat, meski pun IFX banyak yg meragukan jadi atau tidak, tp saya optimis aja,, dgn memberi doa,, mudah2an JADI

      •  

        Salam hangat kembali Bung gue, kok masih ingat artikel saya yg dulu2 ya he he he

  4.  

    siji ????…ulasan yg mantapsss

  5.  

    😎

  6.  

    cakep

  7.  

    su 35 antidot f 35
    bungkus
    Salam bung antonov

    kenapa arhanud kita tidak diikut serta kan mengingat kita dalam posisi bertahan , kalau kita beli 2 skuadron su 35 bukan hal mustahil beserta s family

  8.  

    mantap,, saya sangat setuju sekali dgn skenario yg anda bikin, sangat logis sekali bung Antonov,,memang benar sekali su-35 adalah jawaban dari ancaman negara2 tetangga, terutama sonotan yg memiliki f-35,,menurut saya anda pantas jadi staf ahli strategi perang TNI-AU,,,

  9.  

    Bila terjadi skenario demikian, dilihat dari sisi efektifitas pertahanan udara kita, Opsi manakah yang terbaik untuk kebutuhan TNI yg harus didahulukan pertama kali, apakah misalnya:
    1. Pengadaan 2 skuadron Pespur SU-35, ataukah;
    2. Sistem Pertahanan Udara SAM yang Terintegrasi seperti S-300 atau S-400

    Mohon infonya bung Antonov, tks?

    •  

      Ikut Nimbrung Bang 🙂
      Menurut sy No1 dulu , selanjutnya No.2
      alasannya: Calon Threat berkekuatan penuh(75) diperkirakan 10 Tahun lagi baru muncul, nah masa2 itu dipergunakan TNI-AU untuk adaptasi dan meningkatkan Flying Hour Pilot2 Su-35 minimal 1000 jam combat Training di Su-35 nya, bila threat sdh berkekuatan penuh, baru opsi no.2 bisa di lakukan + tambah skuadron Flanker + Baby Raptor.
      opsi no.2 menurut saya hanya alutsista pendukung setelah alutsista utama sdh lebih Kuat.
      :bingung:

    •  

      Bung Commander ,
      SEADS – Suppression of Enemy Air Defence System
      IADS – Integrated Air Defence System
      Dari dulu sampai terakhir perang Serbia SEADS ditangkal dengan IADS yg komponennya adalah pesawat tempur interceptor, SAM jarak jauh & menengah & pendek, dan meriam AAA.
      Untuk efektifnya semua komponen IADS diperlukan.
      Mana yg lebih dahulu, saya cenderung setuju dengan Bung BromoCorah666, dan lebih terekspos ke publik.

    •  

      kalo dlm skenario musuh di umpamakan ausssie akan lebih dulu menyerang/melumpuhkan radar2 kita dengan rudal anti radiasi, bagaimana menghadapinya ya?

  10.  

    Kira-kira berapa jam terbang dibutuhkan utk berlatih menerapkan teori-teori di atas?

  11.  

    Nah tuh… mbah bowo sudah diperingatkan spy jgn berkomentar di artikel ini.

  12.  

    Wiiiihh…Gila,komplit gini skenarionya,beserta rincian kemampuan masing2 pesawat dan taksiran strateginya…Coba dong bikin skenario penyerangan ke wilayah pulau jawa,plus masukin Arhanud juga k sketsa

  13.  

    kalau misal sukoi kita 2 skuadron, kira” berapa berapa pespur yg ikut menyusui bung? secara f35 lbh bnyk yg keluar sarang.

  14.  

    manteb skenarionya :mrgreen:

  15.  

    Ok, Keren Bgtz.. :rate
    -.Nunggu dibahas R77 Vs AIM120, Jarak jangkaunya..?
    -.Nunggu di Bahas kemampuan Deteksi Radar masing2 , F35 Vs Su35..
    siapa yg duluan Bisa Ngelihat di radar (analisa RCS) dan siapa yg duluan bisa Nge Lock Target?

    •  

      @bung bromocoro
      dari rudal masih unggul R77
      dari radar jika tidak ada perubahan juga unggul su-35
      konsep f35 adalah first look first kill artinya ya harus di dukung radar yg lebih jauh dan rudal yang juga lebih jauh jangkauan nya.

      untuk yang nge lock duluan.. 50-50..perang jamming akan menentukan
      adu monuver dan aksi menghindar radar juga akan terjadi.
      tingal keahlian pilot akan menentukan, apakah sang pilot bisa memaksimal kan kelebihan dari pesawat yang di kemudikan nya atau tidak

      salam..pendapat pribadi OB kantoran

  16.  

    nyimak aja bang..

  17.  

    :sup: bungkus buat MEF II 2015-2019 …..Buat nemenin EsTeh 300 sukur sukur brahmos versi sukhoi nya juga di bungkus klop dah :beer: :2thumbup

  18.  

    Mantap

  19.  

    Kalau saya jadi australi, nggak akan saya lepas f35 ke makasar cukup berkeliaran d australi aj, lebih mudah growler, mrrt & f18 langsung hajar ke jakarta aj dan juga di back up setengah dari total kekuatan armada laut australi

  20.  

    si MRRT dilock SAM dengan makhluk ghoib tengah laut :siul

  21.  

    Bagaimana kalau serangannya dari Timor Leste… ??? armada udaranya di tempatkan oleh mereka dl sina.. ???

  22.  

    Ini nih masukan saya gan: 2 Skuadron Su 35, 50 ifx, s300 dan brahmos mantap tuh gan tandem nya

  23.  

    bungkus su35 & gripen / thypoon untk TOT

  24.  

    Kalo F-35 lawan SU-35 no hope…… Lawan pesawat 4++ aja gw ragu kalo bisa menang. Udah lemot (1,6 mach), nggak bawa ASRAAM (cuma 4 AMRAAM), nozzle terlalu panas, cuma mampu 5,5g, dan kekurangan lainnya.
    Cocoknya cuma buat serang darat, fighter kayak gini mah.

  25.  

    Untuk Bung BromoCorah666
    Konon jangkauan Irbis-E 400 km untuk RCS 3 m2. Secara teoritis menurut classical radar equation, dapat dihitung jangkauan untuk RCS yg lebih keci sbb.:

    RCS m2 Akar 4 dari RCS Km Nm
    0,0001 0,10 30 16
    0,001 0,18 54 29
    0,01 0,32 96 52
    0,1 0,56 171 92
    0,5 0,84 256 138
    1 1,00 304 164
    2 1,19 361 195
    3 1,32 400 216

    Diasumsikan dari depan RCS F-35 adalah 0,001-0,01, maka SU-35 secara teoritis dapat mendeteksinya pada jarak 54-96 km.

    Diasumsikan dari samping/atas RCS F-35 adalah 0,01-0,1, maka SU-35 secara teoritis dapat mendeteksinya pada jarak 96-171 km.

    Demikian seterusnya.

    Note: inilah kelebihan SU-35 dibandingkan dngan pespur lain macam Eurofighter/ Gripen punya aperture dan power radarnya yg sangat besar

    •  

      Hehehe..Keren Bgtz Datanya, Klo di buat plot Chart Manteb Tuh.. :hn
      trus, apa Krn Pengaruh versi L-Band Kali ya Bung Antonov? , Atau Power transmitter nya IRBIS ya? sehingga bila counter melawan VLO fighter lebih unggul dibanding fighter sejenis,
      diisisi lain fighter yang menggunakan versi S-Band dan X-Band kok performancenya kurang menonjolnya tuk -menghadapi VLO fighter? :ngacir:

    •  

      Daya jangkau radar F-35 nggak ditulis mas ?

      Kalau dari data saya. F-35 itu bisa mendeteksi Su-35 dari jarak 179 Km. (Asumsi RCS Su-35 itu 2 meter persegi)

      Jadi ya sama saja.

  26.  

    Sayangnya penulis membandingkan head to head antara pespur heavy dgn pespur light. jelas gak se imbang dong? semua org tau SU35 lbh strong dibanding gripen. sebenarnya opsi gripen bkn utk menggantikan SU35. tp utk opsi workhorse sebagai air patrol yg lbh hemat dan pendukung pespur heavy dgn menjadi pespur lapis pertama dan pespur kelas light sprt f16, T50i mwpn jk gripen jd diakuisisi akan menjadi pespur lapis kedua. jk msh ada pespur musuh yg lepas dari sergapan SU35 maka pespur lapis kedua yg menghadang sblm baterei rudal SAM yg menjadi lapis terakhir.
    btw. nice artikelnya.. bung antonov. 😉

    Salam..

    •  

      kalau utk opsi workhorse sebagai air patrol yg lbh hemat seperti nya gripen dan typoon nggak bakalan di ambil sama user sebab sudah di isi sama f16 sebelum kedatangan 50 ifx. jadi sudah pasti su 35 yg akan ngisi gudang tni au. yg lain lewat…

  27.  

    sarapan yang maknyus ini
    makasih bung @antonov ditunggu artikel berikutnya

  28.  

    mantap artikelnya bung@antonov :2thumbup

  29.  

    pilihan yang tepat bwt su35… s7

  30.  

    mantap.mudah”an saja terlaksana.aamiin

  31.  

    Tulisan yg mantap….udh lama sekali perasaan blm ada lg tulisan segar lgs dari penulisnya di tuangkan di JKGR.
    Makasih infonya bung antonov

  32.  

    Ditunggu lagi paparan2 yang lain bung Antonov..

  33.  

    Artikel yg bagus..terimakasih bung@antonov

  34.  

    waalaikumsalam,thanks bung,untuk ilmunya

  35.  

    Dahsyat artikel bung Antonov..nyimak dipojokkan sj sambil tangan dilipat dan goyang goyang kaki..trims bung antonov welcomeback..
    UPPSS..
    :salahkamar

    •  

      Bung antonov., beberapa kali sy bc klo SU35 “skdr” untuk melompat ke pesawat generasi berikutnya yg lebih canggih..nahhh yg sy masih bingung umpama skrg kita ambil SU35 mjd “cepat usang” ndak ya..??

      Nuwun bung Antonov..happy weekend..

  36.  

    Keren skenario tempur, indonesia harus beli su 35 jangan gripen atau euro typhoon lah karena saya curiga ada yang ingin lemahkan kekuatan indonesia dan bisa jadi menjegal su 35

    MENDING PILIH SU 35
    MENDING PILIH SU 35

  37.  

    Sangar banget bung strateginya, bisa sampe mendetail seperti itu.. TOP bwt bung Antonov

  38.  

    Mantappppp…..

  39.  

    Untuk mengamankan wilayah udara NKRI dari serangan udara musuh masih dapat dicounter sama F16, Eurogighter, Rafale,SU27/30, IFX dan untuk head to head dgn F35 ataupun F22 saya mendukung TNI AU mengakuisisi minimal 2 skadron dgn total 32 SU35 plus 1 skadron SU34 untuk menohok australia seperti waktu konfrontasi TRIKORA dulu pembom Tupolev berhasil menyusup ke negeri penjajah aborigin itu. Bayangkan angkasa raya NKRI dijaga bersliweran Super Tucano, Golden Eagle, F16, Eurofighter,Rafale, IFX, SU 27, SU30,SU 34, SU 35 dan mudah2an juga bisa beli PAKFA

  40.  

    Pilihan heavy fighter Su35 memang tepat namun yg menjadi pertanyaan sederhana kapan deleverynya ? Krn konon pesanan neg pembuat dan China saja masih antri, malah bbrp neg Amerika Latin malah sdh deal. Semoga pembicaraan RI-Rusia sdh ada jadi tinggal penyerahan saja. Imho

  41.  

    hebat analisisnya.
    bisa di angkat nih jadi menteri pertahanan si penulis he he.. 😉

  42.  

    Artikel yang Gurih,…. Bikin lagi yang banyak Bung Antonov,… Trima Kasih Artikelnya…!

  43.  

    bagaimana kalau armada ke 7 ikut campur ?, karena bagaimanapun kalau anggota fda akan ofensif ke kita pasti ngobrol dulu sama bos besarnya?

  44.  

    Luar biasa ulasanya Bung Antonov. Kalau hemat sayaereka akan lebih memilih kombain F35& growler. Dimana growler akan maju terlebih dulu untuk melakukan pernika ketika s35 sibuk baru f35 mereka melakukan serangan . tapi sekali luar biasa analisanya Bung. Mungkin klo ada waktu bisa di buat lebih lenhkap lagi dg melibatkan LHD mereka & si hobart yang konon mereka sebut sbg penyapu udara
    .

  45.  

    Mantap sekali ulasannya.

    Makanya indonesia harus beli sukhoi 35 minimal 2 atau 3 skuadron….

    mudah2 an presiden yang sekarang ini lebih sensitive lagi dari presiden yang kemarin.

    NKRI Adalah harga mati…………!!!!!!

  46.  

    artikel diatas memiliki kualifikasi REFERENS..!!

    pas gue liat penulisnya..pantesan z..bung Antonov., salah satu sesepuh JKGR.
    bravo.

    •  

      Pelajaran tidak langsung dari artikel diatas yg gue tangkep adalah sbb :

      1. Karena luas wilayahnya NKRI seharusnya fokus pada pespur yg berkualifikasi basic sbb :
      – Daya jelajah maksimal 5000 KM ke atas.flight dari sabang ke merauke tanpa harus melakukan refueling.
      – Manuverable superior (dlm semua level speed)
      – Speed diatas 2,5 mach.
      – Memiliki cantelan senjata (termasuk jumlah cantelan dlm weaponbay) lebih banyak diatas pespur negara tetangga.
      – Jangkauan radar yg mumpuni dlm semua band.
      2.Pertimbangkan kembali tradisi klasifikasi heavy – medium – light menjadi :
      a. Main Fighter (konvensional maupun ucav), berbasis twin engine.
      b. Second Fighter, (konvensional maupun ucav), berbasis single engine.
      dgn komposisi dominan main fighter secara kuantitas.
      keperluan latih lanjut-coin dimasukan kedalam kelompok second fighter. sementara workhorse tergantung kondisi kasus.
      pengelompokan fungsi seperti air superiority, maritim strike, semua berbasis dari main fighter.
      3.Kecukupan Jumlah Main fighter.
      dasar perhitungan normal tentunya adalah jumlah pespur utama kita sebanding dgn gabungan jumlah pespur pfda.

      * Jika kita kaitkan dgn duel superioritas udara antara nkri vs australia, bagi kedua pihak sulit melaksanakan doktrin masing2 tanpa bantuan kapal induk selain tentunya MRTT + aew&c

  47.  

    Mantep.. ditunggu ulasannya dengan skenario memanfaatkan pulau terluar sebagai benteng pertahanannya..

  48.  

    Artikel Mantap, jadi ga bisa coment apa2 lg..d’tunggu artikel selanjutnya bung @Antonov

  49.  

    SADARLAH PARA PETINGGI INDONESIA. BAHWA F-35 DAN RADAR AUSHIT, PANGKALAN MILITER DI DARWIN & P. COCOS SUDAH SANGAT JELAS DI TUJUKAN KE INDONESIA, ARTINYA INI LAH ANCAMAN YANG NYATA BUAT NKRI disamping malonsial dan singaporno…………….Hoooiii Banguuuun !!!

  50.  

    Artikel yg mantappp….
    Thanks n salam bung antonov.
    Ijin nyimak n belajar2 dlu… :thanks2

  51.  

    minimal lima tahun kedepan RI mampu mengakuisisi 1 skuadron su35, lima tahun kedua, 2 skuadron sambil menunggu hasil pt DI, 3×5 tahun berikutnya harus ada lompatan dengan pespur yg lebih canggih dengan penggandaan skuadron skuadron tersebut. dan jika tidak.. tamatlah

    •  

      Kelamaan bung !

      •  

        maaf bukan pesimis, melihat situasi Rusia sekarang dlm keadaan kesulitan, terkecuali RI bayar lunas dulu, brapa skuadron pun mungkin bisa cepat terlealisiskan. tentu saja sya berharap lebih bahkan kalo bisa dalam 5 thn, 5 skuadron su 35 kalo bisa, blm termasuk pertahanan dll

    •  

      kalo ga salah… tni au sudah memesan sejak pertengahan 2013, karena semua kontrak mef-1 harus segera selesai sebelum thn 2014, dulu ada yg upload dokumen mentah nya sebelum jadi permintaan resmi.

      •  

        semoga semua berjalan sesuai yg kita harapkan..
        untuk publik cukup minimumnya saja, dan faktanya ttp rahasia
        kekhawatiran sya sekarang dgn runtuhnya ekonomi Rusia, dan itu tentu menyiltkan bukan saja Rusia mealinkan imbasnya sampai k RI.
        dlm waktu cepat sya berharap Rusia mampu mengeblaikan keadaan, sehingga mampu menopang segala hal kebutuannya tak terkecuali ekonomi dan militer.
        sya menunggu berita besar yg mengagumkan.. salam hangat

  52.  

    Bung antonov.. harus dipikirkan recovery setelah serangan bagaimana secara misil sdh digunakan dam pswt ada yg hancur serta pengganti pilot yg gugur.. kalau seramgan macam ini secara bersamaan pre emptive strike dilancarkan meratakan darwin dengan tanah serta menghancurkan pusat ekonomi ausshit

  53.  

    Mudah2an rudal “PETIR” bisa segera diproduksi dan bisa menjangkau australi

  54.  

    TNI AL perlu kapal selam dengan kemampuan menembakan rudal ke udara yang mampu menembak MRTT… :request

  55.  

    emang wajib hukumnya su35+s300/400..
    tp grippen juga boleh buat lapis kedua+ buat kejar pesawat pelanggar kedaulatan udara negara kita biar agak hemat biaya op..

  56.  

    sekarang nkri ini ibarat orang akan kelelep di air, jangan diberi buku petunjuk untuk berenang, modar dah, tapi yang paling urgen itu kasih ban pelampung biar selamet dulu gitu, jadi SU35 dan s300pmu atau s400 itu yang paling penting. tipon n gripen beserta tot dapat dilakukan perlahan2. thanks berat bung antonov, mantep tep tep..

  57.  

    su 35 wae gak usah liyane..sedelokngkas perang

  58.  

    setuju banget dengan pilihan SU-35, apalagi di tambah S-300,
    tapi kapan ya realisasinya,

  59.  

    artikel yg berbobot bung Antonov. Semoga kelak Su-35s dibackup oleh satrad Vostok E, pswt CN 295 AEW&C, Su-34 fullback (bs utk perang elektronik) dan…….sistem HANUD s-400. semoga

  60.  

    sampai harus baca berulang2
    sering2 bikin artikel bung antonov

  61.  

    Mantab dan salut Bung Antonov, maaf saya orang awam Bung. Klo di depan tembok SU 35 diterbang pespur lain (mohon maaf : kamikaze/pespur umpan) gimana bung? Tujuannya unt :
    1. Menguras persenjataan musuh
    2. Mengetahui keberadaan musuh (walau masih meraba-raba)
    3. Informan ke pespur SU 35
    Dukungan dr darat juga sangat diperlukan. Tinggal kriteria unt pespur umpan yg perlu dipikirkan, unt meminimal korban di pihak kita. Mohon maaf jika salah, moga sehat2 semua

  62.  

    Ulasan yang bagus mas Antonov..keren sekali. Memiliki su 35 merupakan jalan berliku yg harus dihadapi TNI dan kini tinggal 2 pesaing yang harus disingkirkan. Semoga Presiden dapat bisikan bagus dari ajudan beliau yg mantan pilot sukhoi. Disisi lain, ada su 27 yg manggrak gak bisa terbang di Makassar. Kekurangan suku cadang katanya, tp setelah melakukan pengecekan sepertinya itu lebih parah dari hanya kekuarangan suku cadang. Orang-orang Rusia dulu pernah berujar..”Indonesia sungguh kaya raya, sukhoi dipake patroli terus”.

  63.  

    wassalam…. bung antonov lam knl, artikel yg mencerahkan. semoga TNI terus berbenah terutama AU&AL baik secara kelembagaan atw personal agar terwujud keinginan rakyat indonesia yg ingin melihat TNI yg tangguh dan kredible, tentu dg dukungan SDM yg mempuni dan alutsista yg super canggih, harapan saya semoga DPR kita tdk menjadi penghambat kinerja pemerintah agar ekonomi kita kuat dan tumbuh sampai 7persen agar anggaran pertahanan bisa di tingkatkan 3 kali lipat sbgaimana yg di janjikan bpk presiden jokowi, salam bung admin dan bung antonov.

  64.  

    Kalau skenarionya kupang diserang untuk jadi pangkalan aju menguasai wilayah udara kita (air supremacy) lalu pangkalan KS Australia di Darwin mencoba mendikte dari laut dg Soryu class bagaimana bung? Apa lini ASW kita siap? 10 collins&soryu perlu mendapat antidotnya,

  65.  

    Maaf keluar topik, tadi pagi pukul 8:40 Wita sy berangkat dr bandara Hasanudin terlihat ada pesawat antonov dgn moncong terangkat lg parkir di Lanud. Ada apakah gerangan? Mohon info dr para sesepuh.. ( mau kirim foto tp nda tau caranya )

    •  

      Mo kirim mesin su 27 ke rusia bung, servis tahunan sekalian blajar nyervis

      •  

        :cystg :recsel :thanks2

        Sekalian membawa pesanan mesin yg baru, yg sdh dilengkapi TVC 3D. dan mesin yg lama dibawa ke rusia untuk diservice dan dilengkapi TVC 3D jg agar SU27 nati mempunyai kemampuan supermanuver layaknya SU35. gak dapat yg asli secepatnya, cara lain utk mendapatkan superior SU35 bisa dilakukan dgn modifikasi part dan sistem radar srt avioniknya. part SU35 kan bisa dipesan dan dicangkokan ke pespur SU27 yg entah knp mgkn sengaja dibuat mangkrak utk menjadi pespur oprekan. hal sprt itu sdh srg dan biasa dilakukan TNI dgn selalu mengimprove aluitsista lama utk dinaikan kualitas bobot tempurnya. saya yakin SU27 mutant yg bakal diaplikasikan dan dijalankan jk SU35 terlalu lama dlm daftar indent utk diakuisisi TNI.

    •  

      Kadang2 malah pes antonov nogkrong d bandarai wil.timur nkri

  66.  

    SR ikutan komen, salam kenal semuanya 😀 kalau saya jadi australia, saya akan menyerang indonesia dengan cara begini. pertama tama saya akan siagakan seluruh divisi utama untuk penyerangan di pulau christmas dengan backup di pulau cocos. untuk defense di dalam negeri australia di siagakan kapal2 dan pesawat di sepanjang pantai yang berbatasan dengan indonesia. didarat di kota2 utama dan industri strategis disiagakan anti udara berlapis meliputi jarak jauh, menengah dan pendek. personel intelejen disebarkan supaya bisa mendeteksi penyusup dari indonesia. serangan pertama sasaran yang dituju industri strategis, bandara, pelabuhan dan penampungan bbm yang berada di bandung, cilacap, surabaya dan kota2 lain di jawa. sasaran kedua baru ke pangkalan militer yang berada di jakarta, magelang dan kota2 lainnya di jawa. yang ketiga baru melakukan pendaratan amfibi dan dan udara melalui banten, cilacap dan jogja untuk kemudian membangun pertahanan. sebelum melakukan serangan, kapal2 pengangkut bbm dari luar ke indonesia disabotase. di sepanjang pantai selatan disiagakan kapal untuk membantu serangan. abis itu apalagi ya 😀

  67.  

    Eyang nyimak aja belajar banyak…

  68.  

    apakah scenario di atas pasukan kita bisa dibantu KRI yang berjenis missile cruiser? (mohon bimbingannya komandan)

  69.  

    ulasan yg mantap…
    selamat datang kembali bung antonov…
    ni baru artikel JKGR yg asli…yg berbobot dan rasionaal…

  70.  

    @donie
    tu kan bung jg sependapat …
    slm knl bung

  71.  

    butuh alat penggentar bukan alat penggeli…..

    referensi bagus buat mr. presiden

  72.  

    butuh brapa banyak Mbah, sini k rumah saya aja, alhamdulillah insyaAllah cukup untuk mkn Mbah seumur hidup

  73.  

    tinggal ditunggu aja bner atau nggak artikel di atas,waktu yg menjawabnya…mdh2an bener!
    tp klo disimak sih,kayaknya indonesia seperti nggak ada yg mampu ngalahin..alutsista negri2 tetangga kalah jauh dgn alutsista kita,nggak tau alutsista kita yg mana nggak ngerti..atau cm berandai andai yah

  74.  

    bung antonov.
    apakah udah di prediksi juga kemampuan.
    radal jendela punya sonora.
    konon kabarnya kemampuan nya mpe makasar.

    •  

      Radar jindalee konon kabarnya bisa sampai Makasar, tapi juga tergantung cuaca, kalau ada awan/ hujan dll tidak presisi lagi.

      Kalau seandainya F-35A dapat informasi posisi SU-35 dari jindalee, apa yg mereka dapat perbuat selain jaga2? Ingat bahwa dari posisi terakhir AAR (pada periperal radius 1000 km) mereka terpaksa terbang lurus ke sasaran (Makasar) tidak bisa bermanuver karena nanti bensin habis untuk balik ke MRTT. Ini juga kelemahan mereka.

      Kalau misalnya posisi terakhir AAR lebih dekat lagi ke sasaran, katakanlah 700 km supaya F-35A dapat bermanuver, ini justru menguntungkan SU-35 karena bisa mengusung lebih banyak lagi rudal sampai 12 rudal BVR, dan yg mengejar MRTT jadi lebih cepat kalau perlu supersonik 1/2 jam sampai sasaran. lihat juga komen no 26 saya tentang jangkauan radar Irbis-E terhadap siluman F-35.

      Yg saya tulis adalah skenario dasar untuk pencerahan awal. Memang banyak lagi variasi2 lain. Serangan ke Makasar ini karena masalah geografis menyebabkan problim besar bagi Ossie sehingga saya tidak percaya mereka akan melakukannya. Mungkin lebih untung kalau menyerang langsung Jakarta dari Selatan.

      •  

        jika terjadi perang RI – oz, melumpuhkan elemen air superiority RI adalah sangat strategis dan menjadi prioritas tertinggi oz (asumsi seluruh armada su-27/30/35 dipusatkan di makassar), karena akan
        meniadakan peluang serbuan amfibi RI yang diluncurkan dari pulau timor sebagai staging area, seiring dengan hilangnya kekuatan payung udara untuk melindungi serbuan tsb.

        jika saya komandan misi penyerbuan f-35 tsb, pilihannya adalah memanfaatkan radar gap di sebelah barat jangkauan radar buraen, terbang rendah / sea hugging pada ketinggian 200 kaki ke utara, menghindari radar KRI jika kebetulan berada di sekitar jalur penyerbuan. bahan bakar akan lebih boros akibat terbang rendah, AAR mungkin perlu 3-4x, tapi elemen surprise adalah segalanya.

        http://4.bp.blogspot.com/-bFJsuHmL7dI/T4QEgpTzrSI/AAAAAAAAIJI/8UhfIX_dB2U/s1600/2.jpg

        dari peta coverage radar kohanudnas di atas, terlihat response time sukhoi untuk scramble praktis tidak ada, bom2 jdam-er akan dilepaskan pada jarak 60 km dari bandara hasanuddin, formasi pesawat penyerang segera berbalik arah, kali ini terbang lurus menuju darwin, melintasi pulau timor.

        karena shelter dan hanggar di hasanuddin bukan dari jenis hardened, bahkan sukhoi parkir berbaris seperti truk pemadam kebakaran di garasi, tidak diperlukan banyak bom jdam-er, satu keping kecil pecahan bom menembus kokpit sukhoi dan merusak beberapa instrumen sudah cukup untuk melumpuhkan pesawat tersebut.
        mungkin cukup 6 f-35 berperan sebagai pembom, dilindungi 12 unit f-35 lain, lebih dari cukup untuk mengeroyok jika dipergoki 1-2 sukhoi yang sedang berpatroli…

        •  

          pilihan lebih mematikan adalah bom tandan / cluster bomb AGM-154A JSOW, yang membawa 145 Combined Effects Bomblets, tiap bomblet memiliki kemampuan armour penetrating, fragmentation and incendiary element.

          AGM-154A “baseline” JSOW dirancang untuk digunakan terhadap target2 ‘soft skinned’ seperti vehicles, parked aircraft, SAM sites and radars, command posts dan personil.

          http://www.ausairpower.net/USAF/BLU-108B-Profile.jpg

        •  

          spec AGM-154

          General Characteristics
          Primary Function: Air-to-surface Standoff from Outside Point Defenses (SOPD) weapon for use against a variety of targets.
          Contractor: Raytheon Co.
          Length: 160 inches (4.1 meters).
          Diameter: Box-shaped, 13 inches (33.02 cm) on a side.
          Wingspan: 106 inches (2.69 meters).
          Weight: 1,065 pounds (approximate).
          Range: Low-altitude, 12 nautical miles; high-altitude, 63 nautical miles.
          Guidance System: GPS/INS (Global Position/Inertial),
          Platforms: Navy: F/A-18 C/D, F/A-18 E/F, AV-8B, F-35. Air Force: F-16 Block 40/50, B-1, B-2, B-52, F-15, F-117, A-10, F-35A.
          Warhead: AGM-154A/145 BLU-97 combined-effects bomblets; six P3I BLU-108 sensor-fuzed-weapon submunitions

          sebelum bom dilepaskan, formasi pesawat akan menanjak
          untuk mencapai ketinggian tertentu agar tercapai jarak luncur bom sejauh 63 nautical miles / 116 km.
          ketinggian akan terus ditambah hingga mencapai ketinggian jelajah dalam penerbangan kembali ke pangkalan.

          ilustrasi video untuk jenis submunisi BLU-108,
          https://www.youtube.com/watch?v=1URyNpiy4xA

          •  

            Jangan dilupakan jg bung, bom durandall. bom yg berspeksipasi penghancur lanud dan bunker. sekali dilepaskan lanud tsb gak akan bisa diperbaiki secepatnya. beton sekaligus besi cornya langsung terangkat menjadi kawah. bom durandall hanya US yg memiliki, gak tau apa aussie memiliki jg.
            Salam..

          •  

            atau versi stand-off (jarak luncur 60 nautical miles),
            GBU-39.
            bisa menjebol beton hingga tebal 1,5m, runway pasti jadi rentetan kawah,
            http://www.ausairpower.net/APA-SDB.html

        •  

          Bung danu, terima kasih.

          Di artikel ditulis bahwa SatRad Buraen/ Saumlaki dengan mudah mendeteksi formasi MRTT (> 5 pswt) pada periperal radius 1000 km dari Makasar. Inilah deteksi awal yg diperlukan Kohanudnas II.untuk intercept serangan.

          Ditulis pula bahwa masih ada radar gap di selatan Lombok yg dapat diatasi dengan memasang SatRad baru di selatan Lombok/ Sumbawa.yg dapat mendeteksi seperti di atas.

          Jadi pada hakekatnya dengan perbaikan minimal IADS kita, serangan msh bisa ditangkal.

          Belum lagi menambahkan S-300PMU2 di Makasar. Serangan Ossie ke Makasar pasti rugi, mungkin lebih baik serangan ke Jakarta lewat selatan.

          •  

            bung Antonov,

            penambahan satrad sehingga ‘pagar’ radar RI menutup rapat memang udah wajib hukumnya.

            selain itu setiap satrad wajib juga memiliki
            back-up radar pasif yang tak dapat dideteksi musuh karena tidak memancarkan gelombang radio sendiri tetapi memanfaatkan sinyal pihak ketiga seperti sinyal komunikasi seluler, gelombang pemancar radio komersil bahkan radio orari.

            http://worlddefensereview.blogspot.com/2012/07/radar-from-cassidian-remains-invisible.html

            dalam kondisi pantauan radar telah berkesinambungan / tidak ada gap, satrad pasti
            akan dihantam duluan (karena tidak ada lagi celah yang dapat dimanfaatkan lawan) entah dengan rudal jelajah, bom jdam atau rudal HARM, baru formasi bandit masuk.
            dengan hilangnya data dari satrad ybs kohanudnas tidak dapat mengetahui jumlah dan arah yang dituju pesawat penyerang.
            kelemahan ini dpat ditutup dengan keberadaan radar pasif.

          •  

            Iya Bung Danu
            Radar pasif bisa sebagai alternatif, tetapi kayaknya sekarang dalam pengembangan : VERA E (Ceko) dan Kolchuga (Ukrainia).

            Namun ada kelemahannya yaitu butuh input dari emitter yg dapat diexploatasi : secara tipikal mengexploatasi pulsa dari transponder secondary surveillance radar (SSR), identify friend or foe (IFF), tactical air navigation (TACAN) , dan airborne radar, distance measurement equipment (DME) beacons, digital communications signals serta pulsed jamming signals.

            Kalau F-35 dalam passive mode/ radio silence, tidak akan terdeteksi. Alternatif lain adalah macam radar Rusia P-18 yg dulu ikut merontokkan F-117 di Serbia.

            Sementara protap Kohanudnas adalah menyiapkan 1 atau lebih lokasi alternatif di masing2 Satrad sehingga bila ada intel masuk bisa pindah tempat (utk yg mobile).

  75.  

    artikel yg sangat mencerahkan,,

  76.  

    bagaimana jika pola serangan dari F35 dri pangkalan militer pulau cocos secara jarak lebih dekat dengan wilayah RI ? strategi apa yang akan di lakukan untuk mengalahkan F35 ausie? pada tahun 2008 secara diam2 amerika serikat memanfaatkan konflik rusia dan ukraina untuk membeli sukhoi 27 milik ukraina oleh salah satu perusahaan amerika.mampukah sukhoi kita menghadang musuh yg notabene pihak musuh mengetahui teknologi sukhoi yg kita miliki?….

  77.  

    izin nyinaaak

  78.  

    Sumbangan sumbangan bwat mba bowo beli beras,,

  79.  

    Australian Defence Force (ADF).

    AD, seperti AL dan AU Ossie, adalah bagian dari ADF. Ternyata masih banyak yg belum tahu kekuatannya sehingga mengusulkan skenario penyerangan ke daratan Indonesia, Kalimantan, atau bahkan p. Jawa. Jumlah personilnya cuma 47.000, 30.000 regular dan 17.000 part time.

    Mana bisa mau invasi Indonesia. Yang perlu dikuatirkan adalah bagian AU dan AL-nya yang relatif kuat dibandingkan dengan negara sekitarnya, yg bisa menghancurkan kekuatan udara/ laut kita, untuk selanjutnya bercokol di pulau2 kecil dekat Australia, Sumbawa misalnya.

    Kalau ada skenario invasi ke Jawa atau Kalimantan itu adalah nonsense. Ossie sendirian tidak punya kemampuan untuk sepert itu.

  80.  

    Wah mantap ni penjelasannya tentang su-35 nya
    Bung dalam skenario tsb bung antonov menekan kan bahwa minimal SU-35 yg hrus diakuisisi oleh TNI-AU adalah 2 skuadron ya semoga saja artikel yg bung buat dibaca oleh para petinggi Kemenhan dan TNI agar terealisasi

  81.  

    Welcome back Bung Antonov …
    Nyimak aja ….
    Back to SR …

  82.  

    BISA DI TUKAR BERAS MURAH NGAK BARANG INI ?

    KALAU BISA MENIDNG DI TUKAR BERAS SAJA PAK,

    KASIAN PAK PEMULUNG DAN TUKANG TAMBAL BAN, KERJANYA KEPANASAN.

    KASIAN PAK TUKANG PENJUAL IKAN
    KASIAN PAK TUKANG NASI GORENG
    KASIAN PAK TUKANG PENJA CONTER PULSA
    KASIAN PAK KULI BANGUNAN
    KASIAN PAK IBU IBU PENJUAL RUJAK
    KASIAN PAK NELAYAN MISKIN
    KASIAN PAK PETANI MISKIN

    KAMI BUTUH BERAS DAN BBM MURAH PAK,

    MOHON PAK, MOHON,
    RAKYAT NGAK TAU APA APA TENTANG PESAWAT
    RAKYAT TAUNYA MAKAN NASI DENGAN LAUK YANG ENAK
    BBM MURAH DAN SEKOLAH GRATIS, DAN BERAS MURAH.

  83.  

    Ini cuman mohon pencerahan saja: Sebelum terjadi perang sama aussie yang mana malon pasti bantu aussie, ntah malon ikut perangi kita atau hanya sediakan pangkalan untuk aussie… apakah ada baiknya kalau kita serang kasih pelajaran duluan ke malon mumpung malon masih suka ng-klaim pulau2 kita jadikan alasan kuat untuk hancur-in fasilitas vital malon.
    Dan itu pun mumpung aussie sekarang ini masih berusaha meningkatkan hubungan baik dan hati2 sama kita jadi kalo kita hancur-in beberapa fasilitas vital malon, aussie enggan untuk bantu malon.

  84.  

    Mantab….SU 35 wajib dibeli ….untuk NKRI…

  85.  

    hallo bung Antonov,
    untuk skenario diatas minimal kita butuh 3 skadron su-35 (bukan 2) karena kita tidak mungkin bisa (spt penjelasan bung Antonov utk kekuatan Australia) mengerahkan 100% kekuatan yg ada. maximal 2/3 dari kekuatan bergerak dan 1/3 bertahan (pemeliharaan dan bertahan).

    saya ingin bertanya, kalau boleh tahu, mengapa TNI-AU memilih 16 pesawat untuk 1 skadron? apa pertimbangannya? mengapa tidak 18 pesawat dalam 1 skadron? dari 16 pesawat dibagi berapa flight? menurut pemikiran saya utk kondisi Indonesia cocoknya 18 pesawat utk 1 skadron tempur. 1 skadron ada 4 flight (4 pesawat / flight) + 2 pesawat di maintenance atau cadangan utk tempur atau latihan. 1 flight standby utk pertahanan pangkalan (hanud titik) + 1 flight utk selalu standby pertahanan area / misi serang permukaan (udara, darat atau laut) + 1 flight utk latihan + 1 flight utk ditempatkan di pangkalan aju + 2 pesawat utk maintenance rutin atau sebagai cadangan utk mendukung misi. kita selalu butuh 1 flight fighter utk ditempatkan di pangkalan aju seperti di medan, natuna, balikpapan/tarakan, eltari, ambon dan menado (jakarta butuh 1 skadron) untuk bisa mengcover seluruh wilayah NKRI dan merespon setiap ancaman dng cepat.

    saya juga ingin tahu berapa radius tempur utk super hornet dng 2 tangki cadangan? saya rasa dng 2 tangki cadangan super hornet / growler bisa mendukung F-35.

    matur nuwun – terima kasih.

    •  

      Saya rasa tidak ada ketentuan jumlah pswt dalam satu skadron, tergantung tupoksinya. Waktu mulai berdiri TNI AU (dulu AURI) menganut Inggris dengan skadron sebagai intinya demi efisiensi.

      Skadron Udara 14 “The Eagles”, cuma terdiri dari <10 F-5. Skadron UAV Pontianak juga cuma punya 6 UAV.

      Growler : tidak punya kanon, posisi di wingtip AN/ALQ-218 detection pod (permanen), 2 bh AIM-120 AMRAAM di conformal fuselage stations, AN/ALQ-99 High Band / Low Band Jamming Pods di mid-board di under wing mounted hard points atau di centerline fuselage removable hardpoint. Combat radius: 390 nmi (449 mi, 722 km) ; for interdiction mission,

      Super Hornet : aksi radius 390 nm = 720 km.

      MRTT kira2 sanggup untuk menggelar AAR jarak 2000 km untuk 4-5 pesawat F-35 atau Super Hornet. Jadi utk 48 F-35 diperlukan 9 pswt MRTT, apalagi kalau ditambah Growler/ Super Hornet. Padahal Ossie baru punya 5 MRTT (rencana akan tambah lagi).

  86.  

    untuk mbah bowo, tolong jangan asal komen. saya juga orang miskin. saya pikir orang miskin tak sepicik pola pikir mbah bowo untuk hal yang menyangkut kedaulatan negara. dulu simbah saya di kampung purworejo jadi bagian pelaku perang mempertahankan kemerdekaan. mereka mengajari saya apa arti nasionalisme. kedaulatan lebih berharga dari sebuah rasa lapar

  87.  

    DUKUNG MBAH BOWO ….

  88.  

    Ternyata pabrik mig sdg sibuk upgrade mig 31.. tidak terbayang barang mahal dibuang sayang yo wes upgrade wae.. tetep aja nmahal…

    http://englishrussia.com/2014/12/19/this-is-how-russia-repairs-and-improves-military-aircrafts/

  89.  

    Artikel tentang SU 35 memang selalu menarik perhatian. Mungkin adapun kita mengakuisisi SU 35 pastinya tidak akan dibabar beritanya secara itu bisa menimbulkan perlombaan senjata dikawasan. Berharap SU 35 sudah disini. Aamiin….

    :mewek

  90.  

    Wah.. udah laper yah mbah.. kesian..sini tak kirimin beras segoni lewat paket cepat rudal scud.

    :hammer

    wong ini situs militer kok komen bicara perut? noh sono mbah pindah ke situs http://bulog.orgil

  91.  

    Mantap , menarik sekali..

  92.  

    artikel yang menarik untuk dibaca bung Antonov. Sangat mencerahkan!

  93.  

    Yang kita perkuat adalah radar anti siluman dan penangkis udara S-400

  94.  

    It’s just a big

    :hoax

  95.  

    INI NAMNYA ARTIKEL JKGR ASLI… trims buat bung Antonov..

    mohon untuk bung PapaAgusta, bung FA, bung Melectech untuk membahas artikel ini biar lebih ramai..

  96.  

    Sy melihat artikel ini sbg perbandingan kemampuan su 35 dngn f 35 bukan sbg strategi perang. Artikel ini menunjukan bahwa su 35 jauh lbh unggul dr f 35. Jd indonesia perlu mengakuisisi sebanyak2 nya su 35 untuk menjaga keseimbabgan kekuatan dngn tetangga. Agar kedaulatan tetep terjaga. It

  97.  

    sangat setuju & wajib dimiliki NKRI.

  98.  

    sangat setuju & wajib dimiliki NKRI. SU 35

  99.  

    Artikel yang bagus dan sangat mencerahkan bung @Antonov, ada sedikit komentar:

    Bila hal ini terkait perbandingan antara dua merek pesawat adalah masuk akal. namun bila diperluas sampai pada taraf pertempuran secara massive masih menjadi tanda tanya. Dengan pertimbangan:

    1. Australia menganut paradigma “first shoot first kill”, sehingga landasan + hanggar perlu diperkuat.
    2. Jangan dilupakan rudal2 tomahawk, yang mungkin sudah tiba duluan di Makasar.

    Namun karena artikel bung @Antonov dibatasi hanya pada taraf dog fight, maka sudah lebih cari cukup :2thumbup

  100.  

    Moga dengan berjalannya waktu dan apa yang ditularkan oleh tetangga seperti Aussie yang pilih F-35 yang ber internal fuel 8350kg berbanding F-16 A block 15 dan F-16 c block 25 yang berinternal fuel 2800kg atau setengah dari F-35 semakin menyakinkan kita kalau Su-27 smk yang berinternal fuel cukup banyak (9800kg) bukanlah produk “cacat” karena bawa internal fuel tank yang rasionya lebih besar dari F-16 dan bukannya bawa drop tank terbanyak yang dianggap top dan hebat yang jadi acuan kita menilai sesuatu dimasa lalu..#bukan anti droptank

  101.  

    Artikel bung @Antonov sebuah pencerahan, saya sdh menunggu lama artikel spt ini….terutama saat kemaren org ribut dgn Typhoon, produk yg jelas mengalami cacat itu justru digadang2 sbg pilihan utama TNI AU. Ada persamaan artikel bung @Antonov dgn tulisan saya beerapa hari lalu, setidaknya kita memesan 2 skuadron Su-35 dgn hitung2-an biaya yg harus dikeluarkan.

    Saat ini Rusia sedang mengalami kesulitan ekonomi, nilai tukar Rubel jatuh thd USD, semoga ini bisa menjadi momen yg baik bagi Indonesia utk memesan Su-35, bisa jadi Rusia makin gencar menawarkannya utk medongkrak ekonominya.

  102.  

    Banyak sekali pertanyaan soal skenario ini:

    – bagaimana metode pendeteksian fleet F-35? seolah-olah di skenario ini, Indonesia punya “God’s Eye” dan bisa tau posisi pesawat Aussie. Ingat, baca sejarah pertahanan udara seperti Battle of Britain, Kammhuber line, dan Hanoi Air Defense. Mereka detail lho, dimana interceptnya, dimana AAA nya, dimana pesawatnya. Skenario anda tidak menunjukkan itu semua.
    – Bagaimana status situational awarensess Aussie vs Indonesia? Ingat, Aussie punya Growler dan AWACS. Indonesia nggak. Plus RCS nya Su-35s itu tinggi dibandingkan F-35. Mau gimanapun, Aussie lebih mudah mendeteksi kedatangan Su-35s Indonesia
    – Berapa lama waktu yang diperlukan buat Su-35 terbang dan intercept F-35 sebanyak itu? Kelemahan utama Flanker adalah interception time yang lama, karena harus menunggu 1 menit setelah previous take off sebelum bisa take off lagi. Ini permasalahan Su-30MKI di Red Flag 2008.
    – Ngapain F-35 nya balik lagi? Bablas aja ke Malaysia atau Brunei.
    – jarak 3600 km di Su-35s itu FERRY RANGE. full tank, cruise speed, cruise altitude dan clean condition (tanpa ada pylon dan senjata) Coba cari cari dong berapa sebenernya.

    •  

      Wow.. nicname agan mengingatkan saya dgn salah satu sesepuh pornmil yg didaulat sbg komandan bhassboll ranger laskar pelangi. di situs kaktus.! sesudah yg ber nickname id. Balaroes11 ikut meramaikan di thread2 sebelumnya. 😯
      bila bener nick dan orangnya sama, sdh tentu mnjd suatu kehormatan buat warjager disini utk smkn menambah bobot diskusi jkgr. hehehe..asal jgn ada sj warjager disuruh nungging nih.. kecuali ane recomended yg ber nick mbah bowo :mrgreen:

  103.  

    haaaah, akui saja kita msih lemah.. kita kuat klo kita punya NUKLIR

  104.  

    Oh ya saya pernah dengar dari orang dalam Su-27-30 Indonesia itu Mutant bisa dibilang kemampuan Mirip Dengan Su-35….

  105.  

    Kami masyarakat indonesia sangat menyayangkan dengan penjelasan secara detail & gamblang oleh TNI tercinta kita …

    Seharusnya tentang taktik & tekhnik tempur dunia militer harusnya jadi rahasia TNI demi keamanan & pertahanan negara indonesia tercinta kita …

    Dan kami berharap dalam pengadaan alutsista TNI yang terbaru kan & canggih juga dapat menjadi rahasia TNI demi keamanan & pertahanan negara , kami ingin negara RI jadi bangsa yang kuat karena negara yang kuat dimana militernya juga kuat …

    janganlah merasa puas & hebat yang sudah kita miliki karena musuh sewaktu-waktu dapat menyerang kita (indonesia) , teruslah berjuang TNI untuk tanah air kita …

    # Semoga bermanfaat & dengan adanya ini kedepanya dalam pengambilan keputusan & kebijakan bisa lebih berhati-hati ” BRAVO TNI , JAYALAH INDONESIAKU ”

    kami mohon maaf bila ada tutur kata yang kurang berkenan di hati anda , kami hanya bermaksud sharing informasi saja

  106.  

    Su-35 hanya bisa supercruise saat tidak membawa senjata external, karena f-15 yang dapat mencapai mach 2.5 hanya dapat mencapai mach 1.73 saat membawa senjata external penuh

  107.  

    KALAU PECAH PERANG , APA BEGITU STRATEGINYA ?

  108.  

    Trus yg ngusir 2 siluman, 1ship, 1sub, ama njatuhin siluman di cilacap saat bali nine itu alutsista kita yg mana?

  109.  

    Yang njatuhin di wilayah selatan banten itu makhluk goib dari negeri anggur bersayap delta dan dari masha the bear.

  110.  

    Salam kenal bung @antonov,

    Skenario bagus, optimistis. Berapa Su 35 kita yg siap terbang, apakah 100% Dari total 32? Menurut saya harusnya jg ada bantuan Dari Madiun dalam skenario dii atas, minimal untuk menghancurkan tanker.

  111.  

    Saya ada mpertanyaan. Bukankah F35 bisa Vertikal Landing dan Take Off. Ini jadi masalah bagi RI jika membuat skema seperti diatas oleh Bung Antonov saya tidak yakin. Pesawat itu bisa ditaroh di atas Frigate siluman yang anti diteksi Radar dan Apalagi jika pantai Selatan P. Jawa tidak ada radar. mereka bawa bisa sudah utuh atau di bongkar dulu. setelah sampai garis serang ke Makassar, Pesawat Tangki mereka kirim melalui garis Barat dan Timur(Mengecoh) Saat kita kejar untuk sergap Tangki mereka mereka tarik lagi dan F22 sudah dalam radius serang menuju Makassar. mereka vertikal take off dan Cusssss! Boom! Hancur lebur.

  112.  

    Mantap … sangat mencerahkan strateginya

 Leave a Reply