Des 232018
 

Pesawat tempur Su-57 Rusia. (@ UAC Russia)

Jakartagreater.com   –    Pesawat tempur Sukhoi Su-57 adalah pesawat tempur siluman generasi ke-5 multi-peran single-seat, twin engine yang dikembangkan untuk keunggulan udara dan operasi serangan darat. Pesawat ini adalah produk dari PAK FA, program tempur Angkatan Udara Rusia.

Nama internal Sukhoi untuk pesawat adalah T-50. Su-57 adalah pesawat pertama dalam dinas militer Rusia yang menggunakan teknologi siluman dan dimaksudkan untuk menggantikan MiG-29 dan Su-27 di Angkatan Udara Rusia, dirilis Flightjournal.com.

Prototipe dan produksi batch awal akan dikirim dengan varian mesin yang diuprade dari Lyulka AL-31 yang digunakan oleh keluarga Su-27 dan pesawat diharapkan memiliki masa kerja hingga 35 tahun. Penerbangan pertamanya berlangsung pada 29 Januari 2010.

Proyek ini ditunjuk sebagai I-90 dan mengharuskan pesawat tempur untuk memiliki kemampuan serangan darat yang substansial dan akhirnya akan menggantikan MiG-29 dan Su-27 di layanan penerbangan taktis garis depan. Pengembangannya dimaksudkan untuk mencerminkan kemampuan pesawat tempur Barat, seperti Eurofighter Typhoon dan F-22 Raptor.

Angkatan Udara Rusia diperkirakan akan mendapatkan lebih dari 150 pesawat tempur PAK FA dengan pesawat tempur pertama yang dikirim pada 2016. Pada 2011, Kementerian Pertahanan Rusia berencana membeli 10 pesawat pertama setelah 2012 dan kemudian 60 pesawat standar produksi setelah 2016.

Pada bulan Desember 2014, Angkatan Udara Rusia merencanakan untuk menerima 55 pesawat tempur pada tahun 2020. Panglima Angkatan Udara Rusia saat itu, Viktor Bondarev menyatakan, bahwa pesawat tempur itu memasuki serial produksi pada tahun 2017, setelah semua uji coba akan selesai.

Pada 2017, Wakil Menteri Yury Borisov menyatakan bahwa Su-57 kemungkinan besar akan mulai beroperasi pada 2018, karena penerapan mesin yang lebih canggih, dan pengujian lebih lanjut. Dia juga menyatakan bahwa itu akan menjadi bagian dari program persenjataan baru negara tahun 2018-2027. Jumlah aktual pesawat yang akan dikirim belum diketahui.

Pada 30 Juni 2018, dilaporkan bahwa pesanan untuk 12 pesawat disetujui, dengan pengiriman ke jajaran Angkatan Bersenjata Rusia mulai tahun 2019. Pesawat pertama akan bergabung dengan resimen tempur di Pusat Udara Lipetsk.

Pada saat yang sama, Wakil Perdana Menteri untuk Pertahanan dan Industri Luar Angkasa Yury Borisov menyatakan bahwa “Hari ini, Su-35 adalah salah satu Jet tempur terbaik di dunia, jadi tidak ada alasan bagi kita untuk mempercepat pekerjaan produksi massal terhadap Jet tempur generasi kelima.

Pada 22 Agustus 2018, selama Forum Teknis-Militer Internasional “ARMY-2018”, Kementerian Pertahanan Rusia dan JSC Sukhoi menandatangani kontrak pertama untuk pengiriman 2 seri Su-57. Kontrak harus diselesaikan antara 2018 dan 2020.

Pesawat tempur Su-57 Rusia. (@ UAC Russia)

Teknologi Pesawat tempur Sukhoi Su-57 terus dikembangkan Rusia. Industri pertahanan Rusia, KRET, mengaku telah mengembangkan prototipe sistem radar radio fotonik atau radio-photonic radar. Saat ini mereka sedang membangun sistem tersebut dalam skala penuh.

KRET menyebutkan bahwa radar ini akan dipasang di Jet tempur siluman, Su-57 dan pesawat tanpa awak atau drone pada 2020. Radar fotonik mampu menyediakan pencitraan gelombang radio ketika sebuah gambar memiliki detail yang lebih besar. “Radio-fotonik pada radar mampu ‘melihat’ lebih jauh dari radar yang ada sekarang,” ujar Mikheyev, seperti dikutip dari situs Military Aerospace.

Pesawat tempur Su-57 Rusia. (@ UAC Russia)

Demikian juga dengan persenjataannya. Pesawat Jet tempur siluman generasi kelima Rusia Su-57, akan dipersenjatai dengan Rudal air-to-surface Hipersonik yang karakteristiknya dilaporkan mirip dengan Kinzhal Kh-47M2, Rudal balistik yang diluncurkan dari udara (ALBM).

“Sesuai dengan Program Persenjataan Negara Rusia untuk 2018-2027, pesawat tempur Su-57 akan dilengkapi dengan Rudal Hipersonik. Jet-Jet tempur itu akan menerima Rudal dengan karakteristik yang mirip dengan misil Kinzhal, tetapi dengan penempatan inter-body dan ukuran yang lebih kecil,” ujar sumber di industri pesawat militer Rusia kepada kantor berita TASS, 6-12-2018.

Mengingat ukuran misil Kinzhal yang relatif besar, ALBM hipersonik baru itu kemungkinan akan lebih kecil untuk bisa masuk ke dalam internal weapon bay dari pesawat Su-57. Sekadar diketahui, Kh-47M2 ALBM yang dianggap berkemampuan nuklir sejatinya adalah varian dari Rudal balistik jarak pendek Iskander-M.

Misil Iskander memiliki jangkauan sekitar 500 kilometer dan mampu mencapai kecepatan tertinggi hingga Mach 5.9 dalam fase penerbangan terminalnya.

Bagikan: