Mar 012018
 

Mesin turbofan M88-2 baru buatan Safran, Prancis. © Milgorth (CC BY-SA 3.0) via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – India mungkin akan meminta kesepakatan dengan Safran Prancis untuk menggunakan mesin M88 yang memperkuat jet tempur Rafale, di Light Combat Aircraft (LCA) Tejas, seperti dilansir dari La Tribune.

Kesepakatan untuk ini diharapkan akan ditandatangani pada saat kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke New Delhi pada tanggal 10 Maret 2018 mendatang.

Laporan tersebut tidak menjelaskan apakah mesin M88 akan digunakan sebagai mesin dasar untuk digunakan pada program LCA Tejas ataukah merupakan pengembangan baru yang sama berbeda namun dengan mempergunakan teknologi dari Safran.

LCA Tejas, yang pada saat ini dalam tahap produksi massal oleh Hindustan Aeronautics Limited (HAL) akan dilengkapi dengan mesin General Electric F404-IN20 yang memiliki daya dorong maksimal 20.200 pon dan berat 1.035 kg.

Sebagai perbandingan, mesin turbofan M88-2 ini mampu menghasilkan daya dorong maksimal 16.620 pon. Mesin ini telah dilengkapi dengan Full Authority Digital Engine Control (FADEC), yang menyediakan penanganan mesin bebas perawatan di manapun dalam penerbangan, katup dapat berubah dari mode tempur menjadi idle dan kembali ke mode tempur lagi, bisa berubah mode dari idle ke afterburner penuh hanya dalam waktu kurang dari tiga detik.

Gagasan untuk menggunakan mesin M88 pada LCA Tejas berawal dari keinginan India untuk menghidupkan kembali program mesin Kaveri yang awalnya dimulai pada 1990-an untuk mengembangkan mesin domestik pada program jet tempur India.

Program mesin Kaveri sendiri telah ditinggalkan karena pengembangannya tidak dapat memenuhi persyaratan untuk dijadikan mesin LCA Tejas saat memasuki tahap produksi.

Selama kesepakatan pembelian Rafale, ada laporan yang menyebut bahwa Prancis telah menawarkan untuk berkolaborasi dengan DRDO India dalam program mesin Kaverinya sebagai bagian dari paket 50% offset untuk pembelian Rafale.

Badan Pengembangan Aeronautika India (ADA) telah memberi kontrak kepada General Electric senilai $ 105 juta pada bulan Februari 2004 atas pengembangan, rekayasa dan produksi 17 mesin F404-GE-IN20 untuk mentenagai purwarupa LCA Tejas serta untuk produksi tahap awal.

Selanjutnya, ada laporan bahwa India akan membeli lebih dari 100 mesin GE 414 untuk dipasang pada LCA Tejas Mk. II, yang merupakan tahapan upgrade dari LCA Tejas Mk I saat ini.

Bagikan :

  8 Responses to “Jet Tempur Tejas India Akan Gunakan Mesin M88 Rafale?”

  1.  

    Hebat India… selalu berusaha terus untuk penyempurnaan pesawat tempur buatan anak negeri nya..

  2.  

    Make in India, semangat yg patut dicontoh!

  3.  

    Tejas dan Rafale berbau Prancis…jadi wajarnya selera India pake tuhh mesin….

  4.  

    KFX/IFX dulu juga ditawarin mesin eropa, tpi yg kepilih malah buatan amerika.

    dulu india juga pingin pakai mesin buatan ge atau pw, tpi kemudian ditolak sama pemerintah tejasnya.

    jadi walau ganti mesin apa masih diterima, kita lihat saja nantinya.

  5.  

    LCA Tejas, yang pada saat ini dilengkapi dengan mesin General Electric F404-IN20 yang memiliki daya dorong maksimal 20.200 pon.

    Sebagai perbandingan, mesin turbofan M88-2 ini mampu menghasilkan daya dorong maksimal 16.620 pon.

    Loh kok malah mudun??? Indihe ki piye too….

  6.  

    sudah kuduga…

 Leave a Reply