Mar 122019
 

Render komputer JF-17 Thunder Angkatan Udara Pakistan dipersenjatai rudal JSOW Raptor II buatan Afrika Selatan © www.PAFwallpapers.com

JakartaGreater.com – JF-17 Thunder, hasil pengembangkan bersama antara Pakistan dan China, mendapatkan beberapa peningkatan baru yang akan membuat pesawat taktis itu menjadi lebih mematikan, seperti dilansir dari laman Global Times pada hari Senin.

Kabar tersebut muncul di tengah klaim Pakistan bahwa JF-17 yang ditembak jatuh India bulan lalu, bukan F-16 buatan AS, serta uji coba rudal pintar yang berhasil oleh Angkatan Udara Pakistan menggunakan jet tersebut.

“Seluruh pekerjaan terkait saat ini sedang dilakukan pada peningkatan JF-17 Thunder Block 3”, kata Yang Wei, legislator China yang juga kepala desainer jet, dalam konferensi pers Jumat lalu.

Modernisasi akan mencakup radar array pemindai secara elektronik aktif (AESA), serta sistem tampilan dan penglihatan yang dipasangkan ke helm untuk pilot, memungkinkan mereka untuk membidik dengan melihat sekeliling, kata analis militer berbasis di Beijing Wei Dongxu.

Penambahan radar AESA akan memberikan Pakistan kemampuan untuk bersaing dengan jet tempur Tejas MK-1 yang diproduksi di India, yang juga menggunakan radar canggih, menurut laporan Sputnik.

JF-17 Thunder Angkatan Udara Pakistan menembakkan rudal anti-radiasi MAR-1 dengan jangkauan 100 km © www.PAFwallpapers.com

Dengan radar AESA, JF-17 Thunder Blok 3 akan dapat memindai langit serta darat untuk akuisisi banyak target sekaligus dan di banyak frekuensi, sedangkan radar pulse doppler sebelumnya harus diarahkan dahulu dan hanya dapat memindai pada frekuensi tunggal, membuatnya lebih mudah terkena jamming.

Pesawat Blok 3 juga akan mendapatkan peningkatan komputer dan komunikasi yang akan memungkinkan pilot untuk berbagi informasi dengan cepat, apa yang disebut Wei sebagai “peperangan informasi”.

Wei mengatakan kepada Global Times bahwa penambahan radar AESA membuat pesawat itu lebih baik dibandingkan F-16 Blok 52 yang juga digunakan Pakistan. Sementara varian terbaru F-16 yang disebut F-16V “Viper” juga akan menggunakan radar AESA.

Karena JF-17 Thunder baru pada dasarnya menggunakan airframe yang sama seperti pada model sebelumnya, Wei mengatakan bahwa tidak akan ada penundaan dalam pembuatan, dan penambahan dapat dipasangkan dengan cepat ke jet tempur baru.

Pertama kali diperkenalkan pada 2007, JF-17 Thunder juga disebut dengan FC-1 Xiaolong atau “Fierce Dragon”, karena diproduksi bersama oleh Pakistan Aeronautical Complex (PAC) dan Chengdu Aircraft Corporation (CAC) China.

Sepasang jet tempur JF-17 Thunder buatan Pakistan dalam Farnborough Airshow 2010. © Aleem Yousaf via Wikimedia Commons

Jet tempur ringan multi-peran telah melayang sebagai pesaing bagi yang lain seperti Tejas Mk-1 India, FA-50 Korea Selatan dan F-16 Amerika Serikat. Global Times mencatat bahwa Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) saat ini menimbang dengan tepat pilihan-pilihan yang ada.

The Aviationist mencatat bahwa harga JF-17 Thunder antara $ 25-32 juta, sementara itu, JF-17 tercanggih dapat bersaing dengan varian ekspor F-35 dan diproduksi dalam jumlah yang jauh lebih besar menjadikannya sangat mematikan.

Pada hari Rabu, Angkatan Udara Pakistan mengumumkan bahwa JF-17 Thunder telah berhasil melaksanakan uji coba penembakan rudal “pintar” yang dikembangkan sendiri dan untuk terlibat berbagai target dengan akurasi tepat.

  5 Responses to “JF-17 Akan Mendapatkan Upgrade Radar Beserta Senjata Mematikan”

  1.  

    Ingat bisa bersaing dengan f35 versi ekspor.. wah ngk kebangetan tuh bangganya jf-17 dgn modal radar doanh

  2.  

    The Aviationist mencatat bahwa harga JF-17 Thunder antara $ 25-32 juta, sementara itu, JF-17 tercanggih dapat bersaing dengan varian ekspor F-35 dan diproduksi dalam jumlah yang jauh lebih besar menjadikannya sangat mematikan.

    Ternyata The Aviationist mantau para warjakger nih, pasti tahu ada sales gadungan disini makanya tulis artikel demikian :lol: wkwkwkwwkwk :lol: wkwkwkwwk :P

    •  

      Namanya jg taktik marketing wajar dong mensejajarkan dengan pespur mahal tp kwalitasnya meragukan seperti pespur endut f35,,,wajar bangga namanya sudah mampu buat pespur sendiri, kalau dibandingin dengan pespur su-35 atau su-30 yg buat jf-17 aja ngandelin pespur prodak shukoi jd wajar dong dia gk berani bandingin jf-17 dengan prodak shukoi seperti su-35 atau su-30, kalau f35 semua negara saat ini sudah tau ni pespur banyak menyimpan masalah karena endut, kemampuan mesin yg pas2an dan terlalu banyak mengandalkan sistem avionik yg ujungnya membuat pespur ini banyak tertanam sistem data yg memicu tingginya tingkat radiasi yg mengganggu kinerja mesin, udah kemampuan mesin pas2an malah sering terganggu oleh tingginya tingkat radiasi akibat banyaknya sistem avionik data yg tertanam pada tubuh pespur f35,,,negara bodoh yg ngandalin pespur f35 ???