Mar 162019
 

Jet tempur ringan multiperan FJ-17 Thunder Angkatan Udara Pakistan © Daily Pakistan

JakartaGreater.com – Pengumuman muncul sehari setelah Hindustan Times melaporkan bahwa Pakistan kini telah mengerahkan seluruh skuadron jet tempur F-16 di sepanjang perbatasan India ketika ketegangan antara dua tetangga bersenjata nuklir telah mencapai titik didihnya, menurut Sputnik.

Angkatan Udara Pakistan (PAF) telah mengumumkan bahwa salah satu jet tempur JF-17 Thunder berhasil melaksanakan uji coba rudal “pintar” yang dikembangkan secara lokal.

“Senjata telah dikembangkan, diintegrasikan dan dikualifikasikan hanya melalui upaya asli ilmuwan dan insinyur Pakistan. Percobaan yang sukses telah memberikan JF-17 Thunder kemampuan tempur siang dan malam yang sangat kuat dan meyakinkan untuk melibatkan berbagai target dengan akurasi yang sangat tinggi”, sebut Inter-Services Public Relations.

Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan Mujahid Anwar Khan menggambarkan pencapaian tersebut sebagai tonggak lain bagi negara, menambahkan bahwa jika Islamabad menjadi sasaran agresi, maka mereka akan membalas dengan kekuatan penuh.

Sementara itu Organisasi Penelitian Pengembangan Pertahanan (DRDO) India melakukan pengujian ketiga yang berhasil atas sistem roket multi-laras (MLRS) Pinaka pada tanggal 12 Maret di lapangan tembak Pokharan di barat laut Rajasthan. Sehari sebelumnya, DRDO mengadakan pengujian sistem kembar, yang dapat melibatkan target dari jarak 20-90 km.

Jet tempur multiperan JF-17 buatan Pakistan. © Shimin Gu via Wikimedia Commons

“Sistem senjata menghantam sasaran yang dituju dengan presisi tinggi, mencapai akurasi yang diinginkan dalam semua misi. Sistem telemetri melacak dan memantau kendaraan melalui jalur penerbangan. Semua tujuan misi telah dipenuhi”, menurut Kemhan India.

Perkembangan itu terjadi karena ketegangan yang kian membara antara Pakistan-India menyusul serangan udara IAF ke sebuah kamp yang diduga milik teroris di Kashmir. Dan Serangan udara New Delhi dipicu oleh serangan bom bunuh diri yang diklaim oleh Jaish-e Mohammad yang berbasis di Pakistan dan menewaskan sekitar 40 tentara India.

Pada hari berikutnya dari serangan itu, Pakistan mengumumkan jatuhnya dua pesawat tempur India di Jalur Kontrol di wilayah yang disengketakan Kashmir dan menangkap seorang pilot India, yang lantas dibebaskan dua hari kemudian.

Sementara pihak India mengkonfirmasi hanya kehilangan satu dari pesawatnya, pihaknya juga mengklaim telah menembak jatuh jet tempur Angkatan Udara Pakistan F-16, setelah menunjukkan bagian-bagian dari rudal jarak menengah AMRAAM yang diduga itu telah ditembakkan oleh jet tempur buatan AS.

Rudal itu dikatakan telah ditemukan diwilayah Kashmir India, meskipun pihak Pakistan dengan tegas membantah bahwa mereka telah mengerahkan jet tempur F-16 untuk turut dalam pertempuran udara atau mengalami kerugian.