Jika AS Jatuhkan Sanksi, Pangkalan Udara Incirlik Taruhannya

Ankara, Jakartagreater.com  –  Turki akan mempertimbangkan meminta AS menarik diri dari Pangkalan Udara Incirlik, jika Washington memberlakukan sanksi terhadap Ankara, ujar Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, pada Rabu, 11-12-2019, dirilis Dailysabah.com.

Dalam wawancara eksklusif di saluran berita A Haber, Cavusoglu menyoroti bahwa Turki akan mempertimbangkan semua opsi jika AS memberlakukan sanksi sebagai respons terhadap pembelian sistem pertahanan Rudal S-400 buatan Rusia.

Jet Rusia Jadi Alternatif

Memperhatikan bahwa S-400 bukanlah serangan tetapi sistem pertahanan, Cavusogluu juga mengatakan Rusia dapat memberikan alternatif bagi Jet F-35 jika AS gagal menjualnya ke Turki.

Setelah upaya berlarut-larut untuk membeli Rudal Patriot buatan AS gagal, Turki mengakuisisi 2 baterai sistem pertahanan Rudal udara S-400 buatan Rusia sebagai bagian dari kesepakatan 2,5 miliar dolar yang ditandatangani pada Desember 2017.

Kesepakatan itu menyebabkan ketegangan antara Ankara dan Washington, yang mengancam sanksi terhadap Turki. Presiden AS Donald Trump, bagaimanapun, telah mengatakan dia tidak mempertimbangkan tindakan hukuman.

AS akhirnya menangguhkan Turki, sesama anggota NATO, dari program tempur siluman F-35, di mana Turki adalah produsen dan pembeli utama. Washington berpendapat bahwa S-400 tidak kompatibel dengan sistem NATO dan mengekspos F-35 terhadap kemungkinan akal-akalan Rusia.

Turki, bagaimanapun, menekankan S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi aliansi, menolak untuk mundur dari kesepakatan dengan Rusia.

3 pemikiran pada “Jika AS Jatuhkan Sanksi, Pangkalan Udara Incirlik Taruhannya”

    • Incirlik itu sebelum pecahan Uni Sovyet bergabung ke Nato, merupakan garda terdepan menghadapi Sovyet. Makanya disana ditempatkan rudal nulkir. Waktu perjalanan rudal yg paling singkat utk menghancurkan Rusia. Ketimbang sekutu Nato di eropa barat bung.

Tinggalkan komentar