Agu 222019
 

Jet tempur Su-35 (foto:Su-35Twitter)

Jika Turki memutuskan untuk membeli jet tempur Su-35 Rusia, maka Turki bisa berubah orientasi pertahanannya dengan menjauhi Barat.

Menurut beberapa analis pertahanan, diantaranya adalah Mark Episkopos sebagaimana dilansir oleh National Interest, pembelian jet tempur generasi 4 terbaik Rusia itu bisa merubah prioritas pertahanan Turki dan menjauh dari Barat.

Pejabat pertahanan Turki telah mempertimbangkan alternatif lain untuk Angkatan Udara Turki, setelah Amerika Serikat menghentikan pengiriman 100 pesawat tempur siluman F-35 ke Turki bulan lalu karena keputusan Ankara untuk mengakuisisi sistem rudal darat-ke-udara S-400 Rusia.

Pentagon juga menangguhkan partisipasi Turki dalam program untuk membangun F-35 karena kekhawatiran bahwa sistem S-400 dapat mengakses data sensitif pada pertahanan pesawat.

Harian pro-pemerintah Yeni Safak melaporkan minggu lalu bahwa Direktorat Industri Pertahanan Turki telah secara resmi mempertimbangkan kemungkinan pembelian Su-35, pesawat tempur superioritas udara Rusia yang paling canggih.

Dua hari setelah Washington secara resmi menangguhkan Turki dari program F-35, Sergei Chemezov, CEO Rostec Rusia, mengatakan dia siap untuk mengerjakan pengiriman Su-35, jika Turki tertarik.

Yeni Safak mengatakan pada bulan Juni bahwa Turki juga mempertimbangkan jet tempur siluman J-31 China, atau jet tempur Eurofighter Typhoon dan JAS 39 Gripen juga bisa menjadi pilihan, kata Episkopos, asisten peneliti di National Interest.

Menurut Episkopos sektor pertahanan Turki juga berpengalaman dalam meningkatkan dan mencari persyaratan impor dari Rusia dan barat yang menguntungkan.

Jika Ankara dan Washington berhasil menyelesaikan perbedaannya dan Turki kembali berkomitmen pada struktur pertahanan bersama NATO, mungkin saja Turki kembali mengimpor pesawat tempur siluman AS, katanya.

Dan menurutnya, jika NATO tetap menganggap pembelian S-400 sebagai perselingkuhan yang merugikan, maka kontrak impor jet tempur Su-35 memperlihatkan apa yang menurut beberapa analis Barat sebagai reorientasi jangka panjang dalam prioritas pertahanan Turki.

Ahvalnews

 Posted by on Agustus 22, 2019