Feb 232017
 

Freeport Indonesia (credit : Richarderari / commons.wikimedia.org)

Jakarta – Presiden Joko Widodo menegaskan akan bersikap lebih tegas jika PT Freeport tidak kooperatif atau sulit diajak bermusyawarah dan berunding untuk membicarakan kelanjutan usaha produksinya di Papua.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah meluncurkan bantuan pangan nontunai melalui kartu keluarga sejahtera di Gedung Olahraga Popki, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis, 23/2/2017.

“Kalau memang sulit diajak musyawarah dan sulit kita ajak berunding ya nanti kita akan bersikap,” ujar Presiden Jokowi.

Mantan Gubernur DKI itu juga menegaskan ingin mencari solusi yang saling menang satu sama lain.

“Kita ingin ini dicarikan solusi menang-menang, dicarikan solusi yang ‘win win’ kita ingin itu karena ini urusan bisnis,” katanya.

Oleh sebab itulah sampai saat ini Presiden masih menyerahkan urusan negosiasi tersebut kepada Menteri ESDM.

“Ya nanti dilihat ini kan masih menteri masih berproses berunding dengan Freeport. Intinya itu aja kalau memang sulit diajak musyawarah dan sulit diajak berunding, saya akan bersikap tapi sekarang ini biar menteri dulu,” katanya.

Kegiatan produksi konsentrat (emas, perak, dan tembaga) oleh PT Freeport Indonesia kini sedang memasuki babak baru ketika Pemerintah Indonesia menyodorkan Izin Usaha Penambangan Khusus (IUPK) sebagai pengganti kontrak karya.

IUPK tersebut memposisikan pemerintah sebagai pemberi izin jadi lebih kuat daripada korporasi sebagai pemegang izin sekaligus mewajibkan pemegang izin untuk mendivestasi 51 persen sahamnya kepada pemerintah.

Antara

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  27 Responses to “Jika Freeport Sulit Diajak Bicara, Presiden Jokowi Akan Bersikap”

  1. Di usir aja pak kl gak mau diajak ngomong…gitu aja kok repot …muehehehe…Pertamax plus cuy

  2. Dituggu sikap tegasnya, Pak Presiden.

    • Lha itu sikap tegas presiden bang, menteri itu kan pembantu presiden. Sekarang tinggal nunggu saja yang dulu vokal bilang presiden kita antek asing dan aseng pada kemana ya??

    • Yang pasti, dulu itu di forum ini ada yang demen banget jelekin presiden, tp ga muncul nih di artikel yang begini. Mungkin lagi ngumpet di got

      • @Garu Langit
        Menjelekin atau mengkritisi bung.? Kalo menjelekin itu berangkat dari ketidak sukaan secara pribadi berarti sifatnya sentimen pribadi. Kalo kritisi itu berkaitan dng kebijakannya yg dikritik. Mengkritisi pemerintah yg sedang berkuasa wajib hukumnya demi arah yg lebih baik. Laahhh….kalo mengkritisi pemerintahan yg sdh tidak berkuasa utk apa.? wong sudah ompong. Dikritik pun paling manggut2 doank tanpa bisa berbuat, krn sdh gak berkuasa….ya toh….ya toh…ya toh.!!!
        Lalu yg bung maksudkan yg mana? Atau termasuk keduanya.?

        Satu lagi bung Garu Langit
        Anda katakan itu sikap tegas presiden.? Itu bukan sikap tegas bung kalo saya mengartikan. Itu lebih ke arah pak Presiden lebih berhati hati. Beliau paham benar permasalah Freeport ini, sehingga tdk mengeluarkan statment yg membuat resah. Dari jaman pak Karno yg tegas sampe ke jaman pak Harto yg disegani, buktinya freeport masih berjaya dan bercokol disana. Kalo sampe Freeport diusir, apa anda siap dng krismon jilid 2.? Apa anda siap Embargo jilid 2.? Kalo cuma yg dihadapi paman Sam doank, mungkin gak terlalu mengkhawatirkan. Tp jika sdh mengajak konco2nya yg di Eropa Barat.? Blom lg melibatkan konco2 nakalnya yg di Asia tenggara dan benua usus buntu. Rusia yg kuat financialnya aja hampir terseok seok jalannya krn embargo. Apalagi kita yg ekonominya sedang berkembang.
        Mungkin diri anda merasa siap, tp rakyat kita yg lain blom tentu siap lebih menderita lg. Saat ini saja beban ekonomi mereka sdh berat, apalagi jika terjadi krismon jilid selanjutnya bung, bakal menderita +++…..hehehe
        Sekali lagi, statment pak presiden sdh benar tentang freeport, mencari win win solutionnya, biar gak dirusuhin lg.
        Salam damai Indonesia

        • Selama ini USA sering katakan mendukung keutuhan wilayah NKRI dan Papua adalah bagian dari NKRI.
          Apakah pernyataan USA itu tulus? Entahlah.
          USA bilang begitu mungkin karena Freeport masih aktif di Indonesia.
          Coba seandainya Freeport sudah pulang kampung, apakah mereka masih bilang bahwa Papua adalah bagian dari NKRI? Entahlah.
          Dan sampai kapan Indonesia justru jadi terbebani dengan keberadaan Freeport di Papua?
          Lagi-lagi, entah.

        • Anda juga tidak perlu terpancing bung kalau memang bukan termasuk yang suka nyinyir. Saya bukan anti kritik, namun kalaupun kritik harus santun, disertai analisis, dan disertai alternatif solusi dr apa yang dia kritisi. Sebagaimana diketahui, freeport bercokol pertama kali tahun 1967 dengan konsesi sampai tahun 1991. Kontrak karya itu dilanjutkan lagi sampai tahun 2021. Sudah saatnya bangsa ini mendapatkan lebih dari freeport. Apa yang disampaikan presiden itu berpijak pada UU kita yang baru terkait minerba di mana semua usaha yang akan mengekspor konsentrat harus merubah ke ijin usaha pertambangan khusus dan mendiversifikasi saham 51%. Lalu, apakah pernyataan presiden itu murni pemerintah?? Bukan, itu pernyataan seluruh rakyat indonesia yang dituangkan dapam UU minerba yang baru. Perang adalah jalan terakhir, tapi seandainya ibu pertiwi memanggil saya siap!! Bangsa ini dilahirkan sebagai patriot, bukan pengecut. Salam

  3. Ditunggu sikap nya kamerad jokowi…

  4. Tabokin aja pak, mule songong tu bocah…..

  5. Sdh saatnya presiden bergerak, selain as msh banyak yg ingin mengerjakan tambang di papua itu…dekati saja om putin atau om xi jin ping…urusan beres!!,,

    • PRESIDEN YA BERGERAK TERUS
      KALO DIEM YA PATUNG
      KALO DIGERAKIN YA BONEKA

      WUSSSSSSSHHH……….
      menghilang dibalik awan bersama Tejas

  6. Petentang-petenteng..
    Tonjok mulutnya aja pak Jok..!!!

  7. Petentang-petenteng..
    Tonjok mulutnya aja pak Jok..!!!!

  8. SUDAHILAH KONTRAK FREEPORT, GANTI PENGELOLA PERUSAHAAN KITA SENDIRI.

  9. PERUSAHAAN SAYA SIAP UNTUK GANTIKAN FREEPORT. KWAAKK…KWAAKK…KWAAKK…

  10. maju kena…mundur kena

  11. Sdh laah sabar..ambil alih secepatnya…kita urus sendiri, udh banyak antri yg minat mineraldari tambang ini.

  12. Kita rebut saja bosss….yg penting papa minta saham jgn di ajak ikut-ikutan…entar merengek-rengek….kalau HAM koar koar…di petrus saja

  13. Kalo jaksa ga berani nahan hoak biar saya yang urus….xixixi

  14. Paksa sesuai UU minerba, IUPK, kalau gak mau putus kontrak 2021 (kalo gak salah).

  15. Biar orangnya enteng karena kurus, tapi kebijakannya gak bisa dipandang enteng!he3. Klu ngeyel tahun 2021 putus kontraknya berikan pada Investor yg lebih bs bekerjasama dengan baik!

  16. pt repot emang nih

  17. semoga ini adalah sekedar kekuatiran tjinta pribadi..

    jangan harap freeport akan terusir dr bumi pertiwi. sejak awal udh keliatan gelagat bhw ada pihak2 tertentu yg menginginkan freeport tetap bercokol.

    Kontrak yg jelas2 akan segera berakhir 2021.. msh jg diberi jalan untuk perpanjangan.. dengan alasan kita masih bodohlah.. butuh belajarah.. gada modal lah dll.

    Tekanan ASU pastilah sgt besar sekaligus “super menarik” untuk para pengambil keputusan di negeri ini.. susah ditolak!

    Terlihat dari sikap penguasa saat ini yg msh saja sama dengan pendahulunya.. walaupun sedikit tampil sedikit jual mahal dengan syarat peralihan dari kontrak karya ke IUPK yg konon akan lebih menguntungkan negeri ini, dan kewajiban divestasi sebesar 51% untuk negara (dimana negarapun tidak ada anggaran dana untuk ini), masih saja kita mencoba ‘ngeyel’ untuk bernego hanya utk bisa menjual segera asset ‘subur’ untuk pemasukan negara yg tak seberapa.. bela2in 8triliun/thn utk demi negara??? huhh bilang aja demi restu ASU.. demi ‘support’ dana ASU.

    sesungguhx bangsa kita mampu mengelolah kekayaan kita sendiri, atau paling tidak berkerjasama dgn pihak asing tanpa menjual harga diri dgn murah dan lebih bermartabat. sayangx kepentingan golongan masih jadi menu utama di negeri ini.

    negeri ini butuh tjinta..
    GO TO HELL FREEPORT ! ! !

  18. semoga ini adalah sekedar kekuatiran tjinta pribadi..

    jangan harap freeport akan terusir dr bumi pertiwi. sejak awal udh keliatan gelagat bhw ada pihak2 tertentu yg menginginkan freeport tetap bercokol.

    Kontrak yg jelas2 akan segera berakhir 2021.. msh jg diberi jalan untuk perpanjangan.. dengan alasan kita masih bodohlah.. butuh belajarah.. gada modal lah dll.

    Tekanan ASU pastilah sgt besar sekaligus “super menarik” untuk para pengambil keputusan di negeri ini.. susah ditolak!

    Terlihat dari sikap penguasa saat ini yg msh saja sama dengan pendahulunya.. walaupun sedikit tampil sedikit jual mahal dengan syarat peralihan dari kontrak karya ke IUPK yg konon akan lebih menguntungkan negeri ini, dan kewajiban divestasi sebesar 51% untuk negara (dimana negarapun tidak ada anggaran dana untuk ini), masih saja kita mencoba ‘ngeyel’ untuk bernego hanya utk bisa menjual segera asset ‘subur’ untuk pemasukan negara yg tak seberapa.. bela2in 8triliun/thn utk demi negara??? huhh bilang aja demi restu ASU.. demi ‘support’ dana ASU.

    sesungguhx bangsa kita mampu mengelolah kekayaan kita sendiri, atau paling tidak berkerjasama dgn pihak asing tanpa menjual harga diri dgn murah dan lebih bermartabat. sayangx kepentingan golongan masih jadi menu utama di negeri ini.

    negeri ini butuh tjinta..
    GO TO HELL FREEPORT ! ! !

  19. Kabar FIR gmn y bung….mohon bongkaran nya

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)