Mar 172019
 

Mesin turbofan Saturn AL-31FN dikembangkan oleh NPO Saturn (dulu Lyulka), Rusia © Wikiwand

JakartaGreater.com – Rusia telah memperingatkan Indonesia agar tidak menempatkan pesanan perbaikan peralatan militer buatan Rusia yang dimilikinya ke Ukraina, menurut situs berita yang berbasis di Ukraina, yakni Censor.net.ua pada hari Rabu.

Situs tersebut mengklaim berhasil menemukan dokumen yang ditandatangani oleh Deputi Layanan Federal dari PTS Petukhov, yang dikirimkan kepada Kepala Staf Angkatan Udara Indonesia tertanggal 27 Februari 2019.

Petukhov memperingatkan Kasau agar tidak menempatkan pesanan perbaikan pesawat di Ukraina, termasuk mesin-mesin dari AL-31F untuk Su-27. Menurutnya bahwa perusahaan Ukraina tidak memiliki sertifikasi kepatuhan sesuai dengan dokumentasi teknis saat ini.

Perubahan dan penambahan pada dokumentasi yang tersedia di perusahaan-perusahaan Ukraina termasuk mesin AL-31F, belum dilakukan sejak 1991. Secara terpisah ditekankan bahwa pihak Rusia “tak akan dapat memikul tanggung jawab atas pengoperasian pesawat semacam itu, dengan kata lain garansi hangus”.

Pavel Bukin, CEO Ukroboronprom Ukraina mengklaim bahwa “Surat-surat semacam itu adalah upaya untuk mengusir Ukraina dari pasar internasional yang menjanjikan”.

“Negara kita adalah pemain yang kuat di pasar senjata untuk memperbaiki, mempertahankan kelaikan udara dan memodernisasi pesawat, termasuk yang dikembangkan oleh negara lain. Dan saat ini Ukroboronprom menggunakan fasilitas perbaikan Lutsk Motor untuk memenuhi kontrak perbaikan mesin pesawat terbang untuk Angkatan Udara Indonesia. Oleh karena itu, Rusia berusaha menekan teman-teman dan mitra Ukraina di Indonesia dan serta negara-negara lain”, tambahnya.

Menurut catatan Pavel Bukin, Ukraina punya dokumentasi teknis yang diperlukan untuk perbaikan saat ini, melanjutkan juga memiliki sumber daya armada pesawat militer dari berbagai jenis termasuk MiG, Su, Il, Mi. Menurutnya, hak-hak tersebut tak berlaku surut, dan Rusia tidak memiliki alasan hukum untuk meminta lisensi tambahan dari Ukraina.

“Berkenaan dengan regulasi pesawat militer, setiap operator negara menetapkan aturan sendiri dan membuat perubahan pada desainnya. Dan penandaan kemandiriannya adalah kecukupan potensi ilmiah, teknis, desain dan produksi. Karenanya ,keluhan pengembang atau produsen, dalam hal ini, Rusia, tidak relevan”, kata Bukin.

Dia mencatat bahwa pabrik telah memutuskan substitusi impor suku cadang. “Perusahaan ini bekerjasama dengan pabrik-pabrik penerbangan Ukraina terkemuka, biro desain dan lembaga, berkat kerjasama tersebut, serta suku cadang yang diproduksi pabrikan sendiri, sepenuhnya mampu memperbaiki mesin pesawat untuk Angkatan Udara Ukraina dan pelanggan asing”, lanjutnya.

Menurut Bukin, pabrik perbaikan Lutsk Motor bisa melakukan perbaikan mesin pesawat termasuk AL-31F dan GTDE-117-1, VKA dan semua unit mereka sejak tahun 1990.

Bagikan: