Apr 062019
 

Jet tempur siluman generasi kelima Su-57 Rusia © Moscow Times

JakartaGreater.com – Setelah lebih dari satu dekade negosiasi, pada Juli 2018 India menarik diri dari proyek Fifth General Fighter Aircraft (FGFA) yang mengembangkan varian Su-57 khusus untuk Angkatan Udara India.

FGFA versi India akan berbeda dengan milik Rusia dan terdiri dari 43 peningkatan dari standar Su-57, termasuk desain twin-seat, radar AESA 360 derajat dan peningkatan supercruise (kecepatan supersonik tanpa menggunakan afterburner).

India saat itu menyatakan keprihatinan atas pembengkakan biaya dan kelemahan pada kemampuan siluman, ditambah lagi dengan rencana Rusia yang memangkas target produksinya untuk Su-57 dari 150 menjadi hanya 12 pesawat, membuat India akhirnya mundur dari Project FGFA.

Saat mengumumkan pengunduran diri India, Menteri Pertahanan Nirmala Sitharaman mengatakan kepada wartawan bahwa India mungkin akan bergabung dengan program FGFA di kemudian hari.

Prototipe Su-57 dilaporkan diuji di Suriah pada Februari 2018. Pada bulan Maret, presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dirinya menganggap Su-57 sebagai “pesawat tempur terbaik di dunia”.

Setahun setelah India menarik diri dari proyek pengembangan pesawat tempur siluman Su-57, pejabat senior dari Rostec menyatakan bahwa China “bisa menjadi peluang lain” untuk pesawat siluman Su-57.

Berbicara di Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA) 2019 di Malaysia, Viktor Kladov, Direktur kerja sama internasional dan kebijakan regional Rostec, mengumumkan bahwa Rusia akan segera memasarkan pesawat tempur siluman Su-57 untuk ekspor. Versi ekspor pesawat tempur itu akan diberi nama Su-57E.

Sebuah situs web berita milik pemerintah China, Global Times melaporkan pada hari Minggu bahwa “Tiongkok akan ditawari pesawat tempur terbaik Rusia”.

Namun menurut Wang Yongqing, Kepala Desainer Shenyang Aircraft Corporation, menyarankan bahwa “mengintegrasikan pesawat tempur lain ke dalam armada” dapat meningkatkan tantangan bagi proyek pesawat tempur generasi kelima J-20 China sendiri. Atau China dapat menjadikan Su-57E sebagai bahan “studi teknis” untuk militer China, tulis Global Times

Saat ini, Cina sudah memiliki pesawat tempur siluman J-20, Cina juga akan memiliki pesawat tempur siluman medium multiperan J-31.

Dengan pembatalan FGFA, maka satu-satunya proyek pembangunan pesawat tempur yang diandalkan India adalah Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA) yang akan digarap pabrikan HAL India.

Theweek

 Posted by on April 6, 2019

  5 Responses to “Jika Tiongkok Beli Su-57, India Harus Bagaimana?”

  1.  

    Sukhoi Su-57 (T-50 PAK FA) merupakan sebuah varian jet tempur generasi kelima, dikembangkan oleh Sukhoi OKB untuk Angkatan Udara Rusia. Produksi pesawat tempur ini dirancang untuk menggantikan jet tempur Mig-29 Fulcrum dan Su-27 Flanker pada sistem pertahanan udara Rusia. Selain itu, Sukhoi Su-57 (T-50 PAK FA) juga dijadikan sebagai dasar untuk proyek Sukhoi HAL FGFA yang bertujuan mengembangkan jet tempur untuk kebutuhan Angkatan Udara India. Pesawat Sukhoi Su-57 (T-50 PAK FA) dikategorikan sebagai pesawat tempur generasi ke-5, dengan akan digunakannya tehnologi aviasi paling mutakhir, material penyerap radar, persenjataan canggih…https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/09/sukhoi-t-50-pak-fa-pesawat-tempur-multi.html

  2.  

    Mesti nyanyilah,kyk di pelm” bullywud
    Susah seneng pokok’e nyanyi sambil nari

  3.  

    nyanyinya kuch kuch hota hai ya bung.heee

  4.  

    Kayaknya sih India butuh banget Su-57 buat balas dendam ke Pakistan usai pilotnya kena ciduk akibat kalah lawan JF sulfur Pakistan

  5.  

    India juga bakalan mmborong lbh banyak
    😆 😆